INApas menjadi layanan identitas digital terpadu yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan digital pemerintah melalui satu identitas. INA DIGITAL mengembangkan INApas dengan mekanisme single sign-on dan multi-factor authentication (MFA) untuk menyederhanakan akses sekaligus memperkuat keamanan data pengguna.
Identitas Digital INApas Mengintegrasikan Akses Layanan Pemerintah
INApas berfungsi sebagai sistem identifikasi, autentikasi, dan otorisasi data pribadi untuk layanan digital pemerintah. Pemerintah memperkenalkan INApas dalam rilis terbatas pada 30 September 2024 bersama INAku dan INAgov sebagai bagian dari pengembangan ekosistem layanan digital pemerintah yang terintegrasi.
INApas saat ini masih berada dalam tahap perilisan terbatas. Pengembangan tersebut memungkinkan penyelenggara mengumpulkan masukan pengguna sebelum layanan diperluas secara resmi.
Fungsi utama INApas mencakup:
- Autentikasi akses: pengguna dapat melakukan verifikasi untuk masuk ke layanan yang terhubung.
- Identity Wallet: pengguna dapat menyimpan dan mengelola dokumen serta kredensial identitas digital.
- Otorisasi data: pengguna dapat memberikan izin terhadap penggunaan data pribadi dalam layanan pemerintah.
- Single sign-on: pengguna dapat mengakses layanan terintegrasi dengan satu identitas digital.
Fitur Keamanan INApas Melindungi Identitas dan Data Pribadi
INApas menerapkan beberapa lapisan keamanan untuk melindungi proses autentikasi dan data pengguna. Sistem tersebut menggunakan MFA serta enkripsi data saat informasi dikirim maupun disimpan.
Pengguna juga dapat melakukan verifikasi melalui sidik jari, pengenalan wajah, atau PIN. Mekanisme tersebut memberikan lapisan autentikasi tambahan ketika pengguna mengakses identitas digitalnya.
INApas juga menerapkan device binding untuk mengikat kredensial digital dengan perangkat yang digunakan pengguna. Ketentuan tersebut membantu mengurangi risiko akses akun dari perangkat yang tidak terotorisasi.
INApas Menyediakan Identity Wallet untuk Pengelolaan Kredensial
Identity Wallet menjadi salah satu fitur yang membedakan INApas dari sistem login biasa. Fitur tersebut memungkinkan pengguna menyimpan dan mengelola berbagai dokumen serta kredensial identitas untuk kebutuhan layanan digital.
INApas juga memungkinkan pengguna menunjukkan kredensial melalui mekanisme QR Face dalam proses yang membutuhkan verifikasi identitas. Sistem tersebut dapat mengurangi kebutuhan pengisian data secara berulang pada layanan yang sudah terintegrasi.
INApas Ditujukan bagi WNI Berusia Minimal 17 Tahun
INApas menetapkan Warga Negara Indonesia berusia minimal 17 tahun atau warga yang telah memiliki NIK sebagai pengguna layanan. Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi dengan proses verifikasi identitas kependudukan.
Masyarakat tidak diwajibkan memiliki akun INApas untuk memperoleh layanan publik. Pemerintah menempatkan INApas sebagai alternatif digital yang mempermudah akses layanan tanpa menghilangkan akses layanan secara luring.
INApas menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan identitas digital dan integrasi layanan pemerintah. Kehadiran layanan tersebut dapat membantu masyarakat mengurangi proses autentikasi berulang ketika menggunakan berbagai layanan digital yang telah terhubung.
PakistanIndonesia.com mengajak pembaca mengikuti perkembangan transformasi digital pemerintah dan inovasi teknologi yang memengaruhi pelayanan publik. Informasi mengenai identitas digital dapat membantu masyarakat memahami perubahan cara mengakses layanan pemerintah.
Baca juga artikel PakistanIndonesia.com lainnya untuk mengetahui perkembangan teknologi, layanan digital, dan inovasi pemerintah Indonesia. Setiap artikel menghadirkan informasi yang relevan untuk memperluas pemahaman pembaca mengenai transformasi digital.