Setiap tahun, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) secara konsisten melakukan penilaian dan pengukuran terhadap kinerja inovasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Penilaian ini berbasis pada Indeks Inovasi Daerah (IID), yang dirancang untuk memetakan sejauh mana daerah mampu menghasilkan kebaruan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Upaya ini bukan sekadar ajang kompetisi tahunan, melainkan langkah strategis untuk memotivasi serta memacu kreativitas pemerintah daerah dalam menciptakan praktik-praktik inovatif dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Melalui ajang Innovative Government Award (IGA), Kemendagri memberikan apresiasi kepada wilayah-wilayah yang berhasil meraih predikat Daerah Terinovatif. Berdasarkan informasi dari GoodStats, langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat daya saing dan kemandirian daerah melalui inovasi. Wilayah-wilayah yang berhasil menerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) terinovatif akan mendapatkan apresiasi berupa insentif fiskal. Secara umum, jenis inovasi dibagi menjadi dua, yaitu inovasi digital yang memanfaatkan platform dunia maya atau menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai alat perluasan jangkauan layanan pemerintahan. Selain itu, ada pula jenis inovasi non digital yang memanfaatkan alat bantu manual atau teknologi tepat guna yang disertai dengan Standar Operational Procedure (SOP) dalam penyelenggaraan layanan pemerintahan.
10 Wilayah Terinovatif di Indonesia 2025
Kepala BSKDN, Yusharto Huntoyungo, menyampaikan bahwa pelaksanaan IGA tahun 2025 menghasilkan capaian tertinggi sepanjang pelaksanaannya, hingga mencapai 36.742 inovasi dari 531 pemerintah daerah. Penetapan daerah terinovatif dilakukan melalui proses penilaian yang komprehensif. Proses tersebut meliputi tahapan penjaringan, verifikasi, presentasi kepala daerah, validasi lapangan, hingga sidang pleno. Tim penilai melibatkan 18 kementerian/lembaga, akademisi, praktisi, dan media nasional.
Hasilnya, Kabupaten Balangan di Kalimantan Selatan berhasil menduduki peringkat pertama dengan skor indeks 96,8. Sementara itu, Jawa Timur berhasil mendominasi ajang penghargaan ini. Peringkat kedua wilayah peraih Innovative Government Award didapatkan oleh Kota Mojokerto di Jawa Timur dengan skor indeks 95,43.
Peringkat ketiga ditempati oleh Kabupaten Lamongan dengan skor indeks 95,23. Kemudian, urutan keempat ditempati oleh Kota Surabaya dengan skor indeks 94,98. Kabupaten Banyuwangi berada di urutan berikutnya dengan skor indeks 94,84. Selanjutnya, dari Jawa Barat, pada urutan keenam adalah Kota Bekasi dengan skor indeks 94,43. Pada urutan ketujuh adalah Kabupaten Bogor dengan skor indeks 94,4.
Perolehan penghargaan diikuti oleh Kabupaten Wonogiri di Jawa Tengah dengan skor indeks 94,25. Kabupaten Bangka di Kepulauan Bangka Belitung memperoleh skor 93,71. Kabupaten Bangkalan di Jawa Timur menutup daftar dengan skor 93,11.
Wilayah-wilayah tersebut berhasil memperoleh nilai hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata nasional IID, yaitu 49,43. Penilaian ini disusun berdasarkan berbagai indikator seperti tata kelola, penerapan inovasi, manfaat bagi masyarakat, serta keberlanjutan program.
Penutup
Berdasarkan hasil Innovative Government Award (IGA) 2025, Kabupaten Balangan di Kalimantan Selatan menempati peringkat pertama dengan skor indeks 96,8. Jawa Timur mendominasi daftar 10 wilayah terinovatif. Wilayah tersebut meliputi Kota Mojokerto, Kabupaten Lamongan, Kota Surabaya, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Bangkalan. Penilaian wilayah terinovatif dilakukan berdasarkan berbagai indikator. Indikator tersebut meliputi tata kelola, penerapan inovasi, manfaat bagi masyarakat, serta keberlanjutan program.
Jangan lewatkan artikel menarik lainnya seputar ekonomi, kesehatan, nasional, olahraga, otomotif, religi, pariwisata, pendidikan, politik, seni budaya, dan teknologi hanya di PakistanIndonesia.com.