Pakistanindonesia.com – Pakistan mungkin belum memiliki reputasi seperti India dalam industri teknologi, tetapi anggapan bahwa pasar teknologi negara itu tidak menarik mulai sulit dipertahankan. Ekspor ICT Pakistan mencapai US$3,8 miliar pada FY2025, naik dari US$3,2 miliar pada FY2024 menurut State Bank of Pakistan. Angka tersebut menunjukkan bahwa teknologi semakin penting sebagai sumber pendapatan eksternal Pakistan.
Namun ada sisi lain yang lebih menarik. Pendanaan startup Pakistan memang mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi investor tidak sepenuhnya meninggalkan pasar tersebut. Justru sektor yang menyelesaikan masalah nyata—pembayaran, perdagangan, software, kesehatan, hingga layanan untuk bisnis kecil—masih memiliki alasan kuat untuk diperhatikan. Jadi, bisnis teknologi apa yang mulai menarik perhatian investor?
1. Fintech: Pasar Besar yang Belum Selesai
Fintech masih menjadi salah satu sektor paling penting dalam ekosistem startup Pakistan. Laporan State Bank of Pakistan menunjukkan fintech dan e-commerce secara historis menyumbang sekitar 71 persen dari total pendanaan startup yang tercatat pada periode 2015–2022. Angka itu menunjukkan betapa besar perhatian investor terhadap digitalisasi layanan keuangan dan perdagangan.
Peluangnya berasal dari persoalan yang sangat nyata. Pembayaran digital, pinjaman untuk usaha kecil, layanan keuangan berbasis aplikasi dan produk untuk masyarakat yang belum sepenuhnya terlayani bank menciptakan ruang bagi perusahaan baru. Contohnya, startup fintech Neem pernah memperoleh pendanaan US$2,5 juta untuk mengembangkan layanan embedded finance bagi konsumen dan UMKM.
2. E-Commerce: Bukan Sekadar Toko Online
Pasar e-commerce Pakistan juga mulai berkembang dari sekadar aktivitas jual-beli online. Masalah logistik, pembayaran, modal kerja dan pengelolaan toko justru menciptakan peluang teknologi yang lebih besar.
PostEx menjadi salah satu contoh menarik. Startup tersebut menggabungkan layanan logistik dan pembiayaan bagi pedagang online, kemudian memperoleh US$7,3 juta dalam pendanaan pada 2024 untuk ekspansi. TechCrunch melaporkan PostEx telah melayani sekitar 15.000 merchant aktif ketika pendanaan tersebut diumumkan.
Model seperti ini menunjukkan perubahan penting. Investor tidak hanya melihat toko online, tetapi juga perusahaan yang membangun infrastruktur di belakang perdagangan digital. Jika jumlah penjual online meningkat, kebutuhan terhadap pembayaran, pengiriman, pembiayaan dan software operasional ikut meningkat.
3. Software B2B: Bisnis yang Tidak Terlalu Ramai, tetapi Penting
Ada bisnis teknologi yang tidak selalu viral di media sosial tetapi justru bisa memiliki model pendapatan yang menarik: software untuk perusahaan. Sistem pengelolaan karyawan, akuntansi, pembayaran, customer relationship management, logistik dan operasional dapat menjadi kebutuhan rutin perusahaan.
Ketertarikan terhadap sektor ini juga terlihat dari strategi sejumlah investor regional. COTU Ventures, misalnya, mengumpulkan dana US$54 juta untuk investasi tahap awal dan menyebut fintech serta B2B software sebagai fokus utama. Pakistan termasuk salah satu pasar tempat firma tersebut telah berinvestasi.
Keunggulan bisnis B2B terletak pada persoalan yang diselesaikannya. Perusahaan bersedia membayar jika sebuah software mampu menghemat waktu, mengurangi biaya atau membuat pekerjaan lebih mudah. Karena itu, startup tidak harus memiliki jutaan pengguna untuk membangun bisnis yang bernilai.
4. AI dan Layanan Teknologi untuk Pasar Global
AI membuka peluang yang berbeda bagi Pakistan. Perusahaan teknologi lokal tidak harus hanya menjual produk kepada konsumen domestik. Mereka dapat membangun software, layanan otomatisasi, pengembangan aplikasi dan solusi AI untuk pelanggan di Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah atau pasar lainnya.
Pertumbuhan ekspor ICT memberikan alasan ekonomi untuk melihat sektor ini lebih serius. Ketika ekspor ICT mencapai US$3,8 miliar pada FY2025, semakin jelas bahwa kemampuan teknologi Pakistan memiliki nilai di luar pasar domestiknya.
Namun peluang AI juga membawa persaingan yang lebih keras. Membuat aplikasi berbasis AI semakin mudah, sehingga keunggulan tidak cukup berasal dari penggunaan model AI. Startup harus memiliki data, pelanggan, distribusi atau keahlian industri yang membuat produknya sulit digantikan.
5. Healthtech: Teknologi Masuk ke Masalah Kesehatan
Healthtech juga menawarkan peluang karena teknologi dapat membantu memperluas akses terhadap layanan kesehatan. Platform konsultasi, sistem administrasi rumah sakit, rekam medis digital, layanan farmasi online dan teknologi diagnostik merupakan beberapa area yang dapat dikembangkan.
Sektor ini memang belum mendominasi pendanaan startup Pakistan seperti fintech dan e-commerce dalam data historis SBP. Justru kondisi tersebut memperlihatkan bahwa transformasi digital masih memiliki ruang untuk berkembang di berbagai sektor yang belum sepenuhnya terdigitalisasi.
Tantangannya lebih berat karena kesehatan berkaitan dengan regulasi, keamanan data, kualitas layanan dan kepercayaan pengguna. Startup healthtech tidak cukup hanya membuat aplikasi menarik. Mereka harus membuktikan bahwa teknologi benar-benar menyelesaikan persoalan layanan kesehatan.
Investor Tidak Lagi Sekadar Mencari Startup yang Viral
Ada perubahan penting dalam dunia startup Pakistan. Setelah periode pendanaan besar pada 2021–2022, investor menjadi lebih berhati-hati. Data yang dikutip TechCrunch menunjukkan pendanaan startup Pakistan turun tajam pada 2024, sehingga perusahaan teknologi kini menghadapi tekanan untuk menunjukkan model bisnis yang lebih sehat.
Situasi tersebut dapat mengubah cara startup membangun perusahaan. Pertumbuhan pengguna memang penting, tetapi pendapatan, efisiensi, retensi pelanggan dan kemampuan mencapai profitabilitas semakin sulit diabaikan. Bagi investor, teknologi yang menyelesaikan masalah nyata dapat memiliki nilai lebih panjang dibandingkan sekadar aplikasi yang memperoleh perhatian besar dalam waktu singkat.
Penutup
Bisnis teknologi Pakistan sedang berada di persimpangan menarik. Pendanaan startup memang tidak selalu mudah, tetapi pertumbuhan ekspor ICT dan kebutuhan digitalisasi membuka ruang baru bagi perusahaan teknologi.
Fintech, e-commerce, software B2B, AI dan healthtech menawarkan model bisnis yang berbeda. Kesamaannya adalah kemampuan mengubah masalah sehari-hari menjadi layanan yang dapat dijual dalam skala besar.
Pertanyaannya bukan lagi apakah Pakistan mampu melahirkan perusahaan teknologi. Data ekspor ICT menunjukkan bahwa kemampuan tersebut sudah memiliki nilai ekonomi. Tantangan berikutnya adalah apakah startup Pakistan mampu mengubah pasar domestik yang besar dan kemampuan teknologinya menjadi perusahaan yang dapat bertahan, menghasilkan pendapatan, dan menarik modal dalam jangka panjang.
Sumber Referensi
TechCrunch – Pakistan’s PostEx to Enter New Markets, Starting with Saudi Arabia
https://techcrunch.com/2024/08/19/pakistans-postex-to-enter-new-markets-starting-with-saudi-arabia/