5 Makanan Indonesia yang Bisa Menarik Pasar Pakistan

5 Makanan Indonesia yang Bisa Menarik Pasar Pakistan

5 Makanan Indonesia yang Bisa Menarik Pasar Pakistan
Table of Contents
PakistanIndonesia.com – Makanan Indonesia punya peluang lebih luas daripada sekadar komoditas mentah. Rempah, kopi, camilan kemasan, hingga bumbu siap pakai dapat menjadi pilihan untuk memperkenalkan cita rasa Nusantara ke Pakistan. Namun, ada satu hal yang sering luput dari perhatian pelaku usaha: produk yang populer di Indonesia belum tentu langsung cocok dengan selera, harga, dan aturan pasar tujuan.

Peluangnya tetap layak diteliti. Kementerian Perdagangan RI mencatat ekspor rempah Indonesia ke Pakistan mencapai US$16,7 juta pada 2024. Indonesia juga menjadi pemasok rempah terbesar kelima bagi Pakistan pada tahun tersebut. Data ini memperlihatkan bahwa hubungan perdagangan untuk produk pangan tertentu sudah terbentuk, meski tidak berarti semua jenis makanan otomatis memiliki permintaan yang sama. Lalu, produk apa saja yang patut dipertimbangkan eksportir Indonesia?

1. Rempah Nusantara, dari Pala hingga Cengkih

Rempah merupakan salah satu pilihan paling realistis untuk membuka pembicaraan dengan pembeli Pakistan. Pala, bunga pala, dan cengkih memiliki kegunaan dalam pengolahan makanan serta industri bumbu. Pada Januari–Oktober 2025, ekspor rempah Indonesia ke Pakistan meningkat 42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut Kementerian Perdagangan. Pada periode tersebut, ekspor bunga pala naik 100 persen, pala 65 persen, dan cengkih 49 persen.

Angka itu menjadi sinyal peluang, bukan jaminan bahwa setiap eksportir akan mendapatkan pesanan. Pelaku usaha perlu memastikan kualitas, kebersihan, kadar air, konsistensi pasokan, dan harga sesuai kebutuhan importir. Untuk usaha kecil, menjalin kerja sama dengan eksportir berpengalaman atau pemasok yang sudah memenuhi standar dapat menjadi langkah awal yang lebih masuk akal.

2. Kopi Indonesia untuk Konsumen yang Mencari Cita Rasa Berbeda

Kopi dari Indonesia memiliki karakter yang beragam, mulai dari rasa yang cenderung kuat hingga profil yang lebih lembut dan kompleks. Keunikan asal daerah dapat menjadi nilai tambah bagi importir, pemanggang kopi, kafe, atau distributor yang ingin menawarkan pilihan berbeda. Produk bisa diperkenalkan dalam bentuk biji mentah, biji sangrai, atau kopi bubuk, bergantung pada kebutuhan pembeli dan kemampuan produsen.

Tantangannya adalah menentukan segmen pasar yang tepat. Kopi premium membutuhkan cerita asal produk, mutu yang konsisten, dan kemasan yang meyakinkan, sedangkan pasar massal lebih sensitif terhadap harga. Eksportir sebaiknya meminta masukan calon pembeli mengenai tingkat sangrai, bentuk produk, ukuran kemasan, dan kisaran harga sebelum memproduksi dalam jumlah besar.

3. Bumbu Siap Pakai dan Sambal Kemasan

Bumbu rendang, bumbu nasi goreng, sambal, dan pasta rempah dapat menjadi cara praktis memperkenalkan masakan Indonesia. Produk seperti ini menawarkan kemudahan bagi konsumen yang ingin mencoba rasa baru tanpa harus meracik banyak bahan. Peluangnya dapat diteliti melalui toko bahan makanan impor, distributor makanan, restoran, dan pelaku usaha kuliner yang bersedia menguji produk.

Namun, produk berbumbu menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Tingkat kepedasan, komposisi bahan, masa simpan, serta cara penyimpanan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Informasi komposisi dan label juga harus memenuhi ketentuan Pakistan. Sebelum mengekspor, produsen perlu memastikan bahan yang digunakan diperbolehkan dan persyaratan keamanan pangan telah dipenuhi.

4. Camilan Kemasan yang Mudah Dicoba

Keripik, kerupuk, kacang berbumbu, dan camilan berbahan singkong dapat dipertimbangkan sebagai produk untuk pengenalan awal. Ukuran kemasan kecil memungkinkan calon konsumen mencoba produk tanpa harus membeli dalam jumlah besar. Bagi distributor, variasi rasa dan harga dapat membantu menguji respons pasar sebelum memperluas distribusi.

Meski terlihat sederhana, camilan memiliki tantangan dalam menjaga kerenyahan, kualitas minyak, dan ketahanan selama pengiriman. Kemasan harus melindungi produk dari kelembapan dan kerusakan. Eksportir juga perlu menghitung biaya logistik agar harga jual tetap bersaing. Mengirim sampel kepada calon distributor lebih bijak daripada langsung memproduksi stok besar tanpa bukti permintaan.

5. Produk Kelapa dan Olahan Pangan Berbasis Kelapa

Santan kemasan, kelapa kering, dan produk olahan kelapa dapat menjadi kategori lain yang layak diteliti. Produk ini berpotensi menarik pembeli yang membutuhkan bahan untuk memasak atau mengolah makanan. Bentuk produk yang berbeda juga membuka pilihan bagi eksportir, mulai dari bahan baku hingga kemasan siap pakai.

Kuncinya adalah menyesuaikan produk dengan kebutuhan industri atau distributor. Produk cair memerlukan perhatian khusus pada kemasan, masa simpan, dan kondisi pengiriman, sementara kelapa kering harus dijaga mutunya selama penyimpanan. Sebelum menawarkan barang, eksportir perlu memeriksa klasifikasi kode HS, tarif, persyaratan impor, dan kemampuan menjaga pasokan secara konsisten.

Jangan Abaikan Label, Sertifikasi, dan Tarif

Salah satu kesalahan berisiko adalah menganggap makanan yang sudah memiliki izin edar di Indonesia otomatis dapat dijual di Pakistan. Trade Information Portal of Pakistan mencantumkan ketentuan pelabelan untuk produk pangan impor, termasuk informasi produk dalam bahasa Urdu dan Inggris serta persyaratan sertifikat halal yang memenuhi ketentuan terkait. Persyaratan yang berlaku tetap perlu diperiksa berdasarkan jenis produk dan aturan terbaru.

Eksportir juga dapat memeriksa kemungkinan pemanfaatan Indonesia–Pakistan Preferential Trade Agreement (IP-PTA). Perjanjian ini memberikan preferensi tarif hanya untuk produk yang tercakup dan memenuhi ketentuan asal barang; manfaatnya tidak otomatis berlaku bagi seluruh makanan.  Karena itu, cek kode HS, tarif, dokumen, dan ketentuan produk sebelum menyepakati harga dengan pembeli.

Penutup

Rempah, kopi, bumbu siap pakai, camilan kemasan, dan olahan kelapa merupakan lima kategori makanan Indonesia yang layak diteliti untuk pasar Pakistan. Masing-masing memiliki peluang sekaligus tantangan, sehingga keputusan ekspor harus didasarkan pada permintaan nyata, kemampuan produksi, dan perhitungan biaya.

Langkah awal yang paling masuk akal adalah memilih satu produk, mencari importir yang dapat diverifikasi, mengirim sampel, lalu memastikan seluruh persyaratan ekspor dan impor terpenuhi. Pasar baru tidak bisa ditembus hanya dengan produk yang menarik; konsistensi mutu, harga yang masuk akal, dan kepatuhan terhadap aturan akan menentukan apakah peluang tersebut dapat berkembang menjadi bisnis berkelanjutan.

Sumber Referensi

Last Updated: 24 October 2026, 11:38

Bagikan:

Search

Artikel Lainnya

Ayo Menelusuri