Sepak bola merupakan salah satu olahraga yang ajangnya selalu dinanti oleh warga di seluruh dunia.
Dalam perkembangannya saat ini, sepak bola tidak lagi menjadi dominasi kaum pria semata, melainkan juga menjadi wadah bagi wanita untuk menunjukkan eksistensi dan perjuangannya di dunia olahraga.
Di tengah gemerlap sorotan tim nasional putra, tim nasional putri mulai menorehkan sejarah serta prestasi yang menginspirasi generasi muda.
Dua negara di Asia, Indonesia dan Pakistan tengah berjuang dalam membangun pondasi yang kuat dalam untuk tim sepak bola putri mereka yang masing-masing memiliki kisah, tantangan dan kebanggaan tersendiri.
Garuda Pertiwi : Kembali Terbang Tinggi
Sejarah Sepak Bola Wanita di Indonesia
Sejarah sepakbola wanita pertama kali tercatat di Indonesia pada tahun 1969. Kala itu, dibentuk kesebelas Putri Priangan yang khusus bermain di Kota Bandung.
Melihat perkembangan tim sepakbola wanita di Asia dan Eropa, kehadiran tim Putri Priangan menjadi pelopor lahirnya klub-klub sepakbola yang ada di Indonesia.
Kemunculan klub sepak bola wanita lainnya di berbagai daerah, menjadikan Indonesia semakin dikenal oleh dunia, khususnya di kawasan Asia. Terbukti, Jakarta berhasil mendaftarkan klubnya, Buana Putri sebagai anggota ALFC (Asian Ladies Football Confederation).
Dalam buku Turnamen Sepakbola Invitasi Galanita (1982) dijelaskan bahwa Tim Buana Putri pernah ambil bagian dalam Turnamen Piala Asia Wanita Cup Ke-III yang diselenggarakan di Taipei. Keikutsertaan tersebut menjadi momentum positif yang memberikan dorongan bagi perkembangan sepak bola wanita di Indonesia.
Puncaknya terjadi pada tahun 1978 ketika terbentuk sebuah wadah yang secara formal menghimpun seluruh aspirasi tentang persepakbolaan wanita yang dikenal dengan sebutan Galanita (Liga Sepakbola Wanita). Liga ini termasuk unsur penunjang organisasi PSSI.
Perkembangan Galanita tidak lepas dari kontribusi salah satu tokoh penting dalam sepak bola wanita, Dewi Wibowo. Ia mulai terlibat di dunia sepak bola wanita sejak tahun 1964 dan kemudian dipercaya menjabat sebagai Ketua Komisi Galanita PSSI.
Pada tahun 2019, Persib Bandung membentuk tim sepak bola wanita bernama Persib Putri sebagai bentuk partisipasi dalam Liga 1 Putri, kompetisi resmi yang diselenggarakan oleh PSSI.
Tim persib Putri berhasil menduduki peringkat 1 di ajang tersebut. Persib Putri juga sukses menjadi juara di Piala Pertiwi Cup Regional Bandung 2021. Di tahun berikutnya, tim ini berhasil meraih posisi runner-up, satu tingkat di bawah Persis Solo Woman.
Tantangan Utama Perkembangan Sepak Bola Wanita di Indonesia
Di balik perkembangannya, Sepak Bola wanita di Indonesia juga menghadapi beberapa tantangan yang menjadi penghambat perkembangan serta kemajuannya. Beberapa diantaranya yaitu minimnya kompetisi dan pembinaan pemain muda, kurangnya dukungan finansial dan sponsor, kurangnya pelatih dan fasilitas khusus untuk sepak bola wanita, serta stereotip gender dan kurangnya dukungan masyarakat.
Kebangkitan Sepak Bola Wanita di Indonesia
Beberapa pemain seperti Safira Ika, Ade Mustikiana, dan Reva Octaviani mulai menjadi wajah baru kebangkitan sepak bola perempuan Indonesia. Prestasi memang belum gemilang, tapi semangat mereka menyalakan bara harapan. Kini, Garuda Pertiwi bukan sekadar simbol, tapi juga inspirasi bagi para perempuan muda yang ingin berkarya di dunia olahraga.
Lady Shaheens: Perlawanan di tengah Tantangan
Perjuangan Tim Sepak Bola Wanita Pakistan
Di sisi lain Asia Selatan, timnas perempuan Pakistan—yang kadang dijuluki secara informal sebagai Lady Shaheens—berjuang di tengah badai yang lebih berat.
Sepak bola wanita di Pakistan secara resmi dimulai dengan berdirinya klub wanita pertama, Diya WFC, pada tahun 2002.
Menghadapi beberapa tantangan diantaranya keterbatasan sumber daya serta norma sosial, Mantan Presiden Pakistan Prevez Musharaf yang juga seorang moderat memeberi dukungan dan akhirnya Federasi Sepak Bola Pakistan menggelar pertandingan sepak bola wanita pertamanya pada tahun 2004.
Salah satu hambatan utama dalam pengembangan olahraga ini adalah dominasi pelatih pria. Untuk mengatasinya, Federasi Sepak Bola Pakistan (PFF) tengah berupaya melibatkan lebih banyak perempuan dalam bidang kepelatihan dan perwasitan.
Tim Nasional Sepak Bola wanita Pakistan dibentuk pada tahun 2010, dan memulai debut internasionalnya di Pesta Olahraga Asia Selatan ke-11 di Dhaka.
Tim ini memainkan pertandingan pertamanya pada tanggal 31 Januari 2010 melawan India di Stadion Nasional Bangabandhu.
Regu Sepak Bola Putri Pakistan juga berhadapan dengan Bangladesh, Sri Lanka, dan Nepal di turnamen itu, menang melawan Sri Lanka melalui walkover sementara kalah dalam dua pertandingan lainnya. Tim ini berada di urutan ke-4 dari 5 tim.
Pada bulan Desember 2010, tim ini, di bawah pelatih Tariq Lutfi berpartisipasi dalam Kejuaraan Wanita SAFF perdana yang diadakan di Stadion Cox’s Bazar.
Tim Sepak Bola Wanita Pakistan berada di posisi kedua Grup B, menang melawan Maladewa (2–1) dan Afghanistan (3–0), sementara kalah telak dari Nepal (0–12). Masuk babak semifinal, tim ini melawan India, tetapi Pakistan kalah 8–0 sehingga tereliminasi.
Dalam turnamen ini, Mehwish Khan menjadi pencetak gol pertama bagi Pakistan (dalam pertandingan melawan Maladewa). Sebagai hasil dari pertandingan resmi ini, Pakistan masuk dalam Peringkat Dunia Wanita FIFA untuk pertama kalinya pada 18 Maret 2011. Pakistan menduduki peringkat 121 di dunia dan 22 di Asia.
Prestasi Timnas Sepak Bola Wanita Pakistan
Baru-baru ini dalam laga kedua Klasemen Kualifikasi Piala Asia Putri 2026, Pakistan berhasil mencetak gol kemenangan 2-0 atas Indonesia di Indomilk Arena, Rabu malam.
Permainan efektif di bawah pelatihan Adeel Mirza Rizki itu membuahkan dua gol melalui Nadia Khan (8′) dan penalti Suha Hirani (19′). Skor di babak pertama itu dengan baik mereka pertahankan hingga akhir pertandingan.
Era Baru Sepak Bola Wanita Pakistan
Beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan sebagai bentuk dukungan serta insiatif terhadap era baru sepak bola wanita Pakistan yang bertujuan untuk mendorong perempuan muda menekuni bakatnya dalam bidang olahraga sepak bola.
Program-program ini berfokus pada penyediaan akses ke pelatihan, fasilitas, dan kesempatan untuk pengembangan keterampilan.
Saatnya Mendukung Sepak Bola Perempuan
Baik Garuda Pertiwi maupun Lady Shaheens, keduanya sedang membangun mimpi—satu laga demi satu laga. Sudah saatnya kita berhenti mengabaikan mereka, dan mulai memberikan ruang dan dukungan yang sama seperti yang kita berikan pada tim putra. Karena setiap gol, setiap tekel, setiap peluh yang diperjuangkan adalah bagian dari sejarah yang sedang ditulis. Temukan cerita menarik lainnya di pakistanindonesia.com
Refrensi :
- kumparan.com. (2025, 26 Februari). Sejarah Sepak Bola Wanita di Indonesia dari Awal hingga Saat Ini. Diakses dari : https://kumparan.com/kabar-harian/sejarah-sepak-bola-wanita-di-indonesia-dari-awal-hingga-saat-ini-24Zl4TQKlXX
- kumparan.com. (2024, 26 Juni). Sejarah Sepak Bola Wanita dari Masa ke Masa. Diakses dari : https://kumparan.com/berita-hari-ini/sejarah-sepak-bola-wanita-di-indonesia-dari-masa-ke-masa-230Tj55DYpn
- en.wikipedia.org. (2024, 4 Agustus). Women’s football in Pakistan. Diakses dari : https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Women%27s_football_in_Pakistan&action=history