Di era digital, pendidikan bukan lagi sekadar kegiatan belajar di kelas. Pendidikan kini adalah fondasi utama pembangunan bangsa yang berdaya saing. Indonesia dan Pakistan, dua negara yang memiliki visi serupa, sedang gencar melakukan reformasi pendidikan melalui transformasi digital. Mereka berupaya membangun generasi muda yang terdidik, melek teknologi, dan siap menghadapi tantangan global.
Mari kita lihat bagaimana kedua negara ini bergerak, apa kelebihan dan kekurangannya, serta mengapa kolaborasi mereka sangat menjanjikan.
Visi Pendidikan Digital: Indonesia dan Pakistan Bergerak Maju
Indonesia, melalui program Merdeka Belajar, memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari dunia industri lewat Kampus Merdeka. Program ini dirancang untuk mencetak lulusan yang kreatif, kritis, dan inovatif. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan pendidikan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Di saat yang sama, Pakistan meluncurkan Education Vision-2025 dengan target ambisius: mencapai 100% partisipasi sekolah dasar dan meningkatkan angka melek huruf hingga 90%. Vision 2025 juga berupaya memperluas akses pendidikan tinggi sebagai langkah penting untuk menutup kesenjangan pendidikan.
Selain itu, kedua negara juga memiliki peta jalan digital. Indonesia dengan Indonesia Digital Roadmap 2021–2024 dan Pakistan dengan Uraan Pakistan 2024–2029. Keduanya sama-sama fokus pada pembangunan infrastruktur digital dan literasi masyarakat.
Kelebihan dan Kekurangan: Pembelajaran dari Dua Pendekatan
Setiap pendekatan tentu punya sisi kuat dan lemah.
Indonesia
- Kelebihan: Program Merdeka Belajar sangat fleksibel dan inovatif. Dukungan dari roadmap digital dan ekosistem startup yang berkembang pesat membuka peluang kolaborasi dengan industri.
- Kekurangan: Akses pendidikan dan infrastruktur digital masih belum merata di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Guru dan sekolah juga dituntut untuk terus beradaptasi dengan perubahan kurikulum yang cepat.
Pakistan
- Kelebihan: Education Vision-2025 memiliki target yang sangat konkret. Program seperti Uraan Pakistan berhasil menghubungkan pendidikan dengan ekonomi digital melalui riset dan beasiswa.
- Kekurangan: Kesenjangan pendidikan antara kota dan desa masih menjadi tantangan utama. Selain itu, anggaran pendidikan yang relatif kecil dan infrastruktur internet yang belum stabil menjadi hambatan.
Peluang Kolaborasi Indonesia dan Pakistan
Kesamaan visi antara kedua negara membuka peluang besar untuk berkolaborasi dalam bidang pendidikan dan teknologi. Pertukaran pelajar, riset bersama, hingga pengembangan startup lintas negara bisa menjadi jembatan untuk berbagi pengalaman dan solusi.
Bayangkan jika pengalaman Indonesia dalam ekosistem startup digabungkan dengan fokus riset Pakistan. Hasilnya bisa menciptakan inovasi yang luar biasa. Transformasi pendidikan digital bukan hanya strategi pembangunan negara, tetapi juga jembatan harapan menuju masa depan yang lebih inklusif, adil, dan berdaya saing global bagi kedua bangsa.
Daftar Pustaka
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2023). Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka
Kementerian Kominfo RI. (2021). Indonesia Digital Roadmap 2021–2024
Planning Commission of Pakistan. (2024). Uraan Pakistan 2024–29 Framework
Government of Pakistan. (2014). Pakistan Vision 2025
Kompas.com. (2025). Mengapa Digitalisasi Pendidikan Perlu Diteruskan?