Tim Putri Pakistan Raih Dua Emas Beruntun di Kriket Asian Games 2010 dan 2014

Tim Putri Pakistan Raih Dua Emas Beruntun di Kriket Asian Games 2010 dan 2014

Kriket Putri Pakistan
Tim putri Pakistan mencatat sejarah dengan meraih medali emas kriket Asian Games secara beruntun pada Guangzhou 2010 dan Incheon 2014.
Table of Contents

Tim putri Pakistan meraih dua medali emas secara beruntun dalam cabang kriket Asian Games pada 2010 dan 2014. Pakistan menjadi juara pada debut kriket di Asian Games Guangzhou 2010 setelah mengalahkan Bangladesh dengan 10 wicket, kemudian mempertahankan gelar di Incheon 2014 melalui kemenangan empat run atas lawan yang sama.

Kriket Putri Pakistan Membuka Sejarah Emas di Guangzhou 2010

Kriket masuk sebagai cabang perebutan medali Asian Games untuk pertama kalinya pada Guangzhou 2010. Turnamen putri menggunakan format Twenty20 dan mempertemukan delapan negara peserta.

Pakistan mencapai final setelah mengalahkan Jepang dengan sembilan wicket pada semifinal. Bangladesh kemudian menjadi lawan Pakistan dalam pertandingan perebutan emas pada 19 November 2010.

Bangladesh mencetak 92 run untuk sembilan wicket dalam pertandingan final. Pakistan kemudian mengejar target tersebut tanpa kehilangan wicket dan mencapai 93 run dalam 15,4 over.

Nida Rashid mencetak 51 run dan Javeria Wadood mencetak 39 run dalam kemenangan tersebut. Pakistan akhirnya memenangkan emas pertama dalam sejarah kriket putri Asian Games dengan margin 10 wicket.

Beberapa catatan penting dari final Guangzhou meliputi:

  • Pakistan mencetak 93 run tanpa kehilangan wicket.
  • Bangladesh mencetak 92 run untuk sembilan wicket.
  • Nida Rashid mencetak 51 run tidak terkalahkan.
  • Pakistan mengalahkan Bangladesh dengan 10 wicket.
  • Pakistan menjadi juara pertama kriket putri Asian Games.

Kriket Putri Pakistan Mempertahankan Gelar Emas di Incheon 2014

Pakistan kembali mencapai final kriket putri Asian Games pada Incheon 2014. Bangladesh kembali menjadi lawan Pakistan dalam pertandingan perebutan emas.

Pakistan mencetak 97 run untuk enam wicket dalam 20 over. Hujan kemudian mengurangi jatah permainan Bangladesh menjadi tujuh over dan mengubah target menjadi 43 run berdasarkan metode Duckworth-Lewis.

Bangladesh mencetak 38 run untuk sembilan wicket dalam tujuh over. Pakistan mempertahankan keunggulan empat run dan mengamankan medali emas kedua secara berturut-turut.

Kemenangan tersebut memperkuat catatan Pakistan sebagai juara dalam dua penyelenggaraan pertama kriket putri Asian Games. Sana Mir menjadi bagian penting dari kedua keberhasilan tersebut karena ia memimpin Pakistan meraih emas pada 2010 dan 2014.

Dua Gelar Kriket Putri Pakistan Menjadi Catatan Awal Asian Games

Dua gelar Pakistan terjadi ketika kriket putri baru dua kali dipertandingkan dalam sejarah Asian Games. Catatan tersebut menjadikan Pakistan sebagai peraih emas pada dua edisi awal kompetisi tersebut.

Daftar juara kriket putri Asian Games menunjukkan perubahan dominasi setelah dua edisi pertama:

  • 2010 Guangzhou: Pakistan meraih emas, Bangladesh meraih perak, dan Jepang meraih perunggu.
  • 2014 Incheon: Pakistan meraih emas, Bangladesh meraih perak, dan Sri Lanka meraih perunggu.
  • 2022 Hangzhou: India meraih emas, Sri Lanka meraih perak, dan Bangladesh meraih perunggu.

Pada edisi Hangzhou 2022, Pakistan gagal mempertahankan gelar setelah kalah dalam pertandingan perebutan perunggu melawan Bangladesh.

Dua emas tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kriket putri Pakistan di Asian Games. Catatan tersebut juga memperlihatkan keberhasilan Pakistan pada periode awal masuknya kriket sebagai cabang resmi dalam ajang olahraga terbesar di Asia.

Pembaca dapat mengikuti artikel PakistanIndonesia.com lainnya untuk mengetahui perkembangan olahraga Pakistan, termasuk perjalanan tim kriket dan atlet Pakistan di berbagai kompetisi internasional.

PakistanIndonesia.com juga menghadirkan informasi mengenai olahraga, budaya, wisata, dan berbagai perkembangan Pakistan. Baca artikel lainnya untuk menemukan cerita seputar Pakistan dan Asia Selatan dengan pembahasan yang lebih beragam.

Last Updated: 18 September 2026, 17:25

Bagikan:

Search

Artikel Lainnya

Ayo Menelusuri