Mengenal Longser Sunda, Teater Rakyat Lawak Khas Bandung yang Kembali Bangkit

Mengenal Longser Sunda, Teater Rakyat Lawak Khas Bandung yang Kembali Bangkit

Mengenal Longser Sunda,
Longser Sunda kembali menegaskan eksistensinya sebagai teater rakyat yang hidup, menghibur, dan sarat pesan budaya di tengah arus modernisasi seni pertunjukan. Sumber gambar: Seni.co

Bagikan

Longser Sunda merupakan salah satu bentuk teater rakyat tradisional yang berkembang di wilayah Tatar Sunda, khususnya Bandung dan sekitarnya. Kesenian ini dikenal dengan gaya pementasannya yang sederhana, penuh humor, serta dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Longser tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penyampai pesan sosial yang dikemas secara ringan dan mengena.

Seiring perkembangan zaman, keberadaan longser sempat mengalami penurunan popularitas akibat masuknya hiburan modern. Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir, longser Sunda kembali mendapat perhatian melalui berbagai pementasan dan program pelestarian budaya yang digagas oleh komunitas seni serta didukung oleh pemerintah daerah.

Sejarah dan Asal Usul Longser Sunda

Longser Sunda diperkirakan telah ada sejak awal abad ke-20 dan berkembang pesat di wilayah Bandung. Menurut Merdeka.com, longser berasal dari kesenian rakyat yang awalnya dikenal dengan sebutan doger dan lengger, sebelum akhirnya dikenal luas sebagai longser. Kesenian ini tumbuh di ruang-ruang publik seperti alun-alun dan lapangan terbuka.

Nama longser diyakini berasal dari kata melong dan kasér, yang menggambarkan daya tarik pertunjukan ini bagi masyarakat. Unsur improvisasi menjadi kekuatan utama longser, membuat setiap pementasan terasa segar dan kontekstual dengan kondisi sosial saat itu.

Ciri Khas dan Unsur Pementasan Longser Sunda

Humor dan Kritik Sosial

Salah satu ciri utama longser Sunda adalah penggunaan humor sebagai sarana kritik sosial. Dialog-dialog jenaka yang disampaikan para pemain sering kali menyinggung isu sosial, ekonomi, hingga kebijakan publik, namun dikemas secara ringan sehingga mudah diterima oleh penonton.

Musik dan Tari Tradisional

Pertunjukan longser biasanya diiringi musik tradisional Sunda seperti gamelan atau kendang. Selain itu, unsur tari juga menjadi bagian penting dalam membuka atau mengiringi jalannya cerita. Kombinasi musik, tari, dan dialog menjadikan longser sebagai pertunjukan yang dinamis dan komunikatif.

Longser Sunda di Era Modern

Kebangkitan longser Sunda di era modern ditandai dengan munculnya berbagai pementasan kreatif yang memadukan unsur tradisi dan kekinian. Salah satu contoh yang cukup mendapat perhatian adalah pementasan longser bertajuk Kabayan Ngalalana yang digelar secara rutin di Gedung Rumentang Siang, Bandung.

Pertunjukan tersebut menghadirkan tokoh Kabayan sebagai ikon budaya Sunda dalam balutan cerita baru yang relevan dengan kehidupan masyarakat modern. Adaptasi ini dinilai berhasil menarik minat generasi muda tanpa menghilangkan esensi longser sebagai teater rakyat.

Selain pementasan mandiri, upaya pelestarian longser juga dilakukan melalui dukungan Dana Abadi Kebudayaan yang dimanfaatkan untuk pewarisan seni longser kepada generasi muda di Bandung dan sekitarnya.

Longser Sunda membuktikan bahwa teater rakyat tradisional masih memiliki ruang di tengah arus modernisasi budaya. Dengan kekuatan humor, kritik sosial, serta kedekatan dengan kehidupan masyarakat, longser tetap relevan sebagai bentuk ekspresi budaya lokal.

Melalui berbagai upaya pelestarian dan adaptasi kreatif, longser Sunda diharapkan terus hidup dan dikenal oleh generasi masa kini. Untuk informasi dan berita budaya lainnya, terus ikuti artikel menarik di PakistanIndonesia.com.

Ayo Menelusuri