Mengenal Shrine of Lal Shahbaz Qalandar yang Penuh Ritual Sufi

Mengenal Shrine of Lal Shahbaz Qalandar yang Penuh Ritual Sufi

lal shahbaz qalandar
Foto: Heritage of Pakistan
Table of Contents

Lal Shahbaz Qalandar adalah seorang sufi abad ke-13 yang dihormati luas di Pakistan dan dimakamkan di Sehwan Sharif, Sindh. Shrine yang didedikasikan untuknya ini menjadi salah satu situs sufi paling penting di negara tersebut, menarik hingga satu juta pengunjung setiap tahunnya, baik untuk ziarah spiritual maupun untuk menyaksikan ritual dhamaal yang menjadi ciri khas tempat ini.

Tempat ini terkenal dengan ritual dhamaal, tarian meditasi yang mendalam dan penuh makna, yang mencerminkan ajaran spiritual sang sufi. Selain itu, shrine juga menjadi simbol toleransi, harmoni budaya, dan tradisi yang terus dijaga selama berabad-abad, sekaligus menjadi pusat pertemuan berbagai komunitas untuk mengekspresikan spiritualitas dan penghormatan terhadap warisan sufi.

Sejarah Shrine of Lal Shahbaz Qalandar

Menurut Wikipedia, pembangunan shrine dimulai pada masa pemerintahan Shah Tughluq pada 1356 M untuk menempatkan jenazah Lal Shahbaz Qalandar di Sehwan Sharif. Kompleks makam ini kemudian diperluas beberapa kali, termasuk pada 1639 di bawah Mirza Jani dari dinasti Tarkhan. Sejarawan Ibn Battuta juga menyebut shrine ini dalam catatan perjalanannya pada abad ke-14. Meskipun telah berdiri berabad-abad, popularitas shrine meningkat pesat pada akhir abad ke-20. Pada 16 Februari 2017, terjadi serangan bunuh diri yang menewaskan 88 orang, namun tradisi dhamaal tetap dilanjutkan sebagai bentuk keteguhan masyarakat setempat.

Bangunan dan Arsitektur

Bagian asli shrine dibangun pada 1356 dan kemudian diperluas dengan marmer putih, ubin kaca, dan cermin. Pintu utama berlapis emas disumbangkan oleh Shah terakhir Iran, Mohammad Reza Pahlavi. Kubah utama setinggi 110 kaki dengan diameter 56 kaki menjadi pusat makam, diterangi lampu minyak kecil mirip ritual Hindu. Beberapa renovasi dilakukan di bawah arahan PM Benazir Bhutto, termasuk pembangunan halaman dhamaal dan kubah baru. Sistem keamanan CCTV juga pernah dipasang untuk melindungi pengunjung dan kompleks shrine.

Ritual Sufi Lal Shahbaz Qalandar

Shrine ini menjadi pusat utama bagi malang dan qalandar yang mengikuti ajaran Lal Shahbaz Qalandar. Ritual dhamaal dilakukan dengan menari dan menabuh drum ritmis untuk mencapai kondisi trance meditasi. Baik pria maupun wanita ikut serta dalam dhamaal, meski sebagian area halaman dipisahkan untuk masing-masing gender. Perempuan muridiānī juga berperan dalam ritual dengan menawarkan air kepada pengunjung dan memegang guluband (kalung suci) Lal Shahbaz Qalandar untuk meminta berkah sebelum dibagikan.

Kehadiran Pengikut Beragam Agama

Shrine juga menarik pengikut Hindu, dengan salah satu keluarga penjaga (sajjada nasheen) berasal dari Hindu. Upacara mehndi masih dilakukan Hindu saat pembukaan urs tahunan. Nama Jhulelal, dewa air versi Hindu Sindh, juga ditampilkan di shrine, menunjukkan perpaduan budaya dan agama yang unik.

Festival Tahunan Urs

Urs, perayaan hari wafat Lal Shahbaz Qalandar, diadakan setiap 18 Sha’aban. Festival ini kini menarik lebih dari setengah juta peziarah dari seluruh Pakistan. Selain dhamaal, festival juga menampilkan pertunjukan musik folk, gulat Sindhi (Malakhro), dan hiburan tradisional lainnya. Beberapa pengunjung juga bergabung dalam qafilah atau karavan untuk melakukan ziarah bersama.

Penutup

Mengunjungi Shrine of Lal Shahbaz Qalandar memberikan pengalaman yang memadukan spiritualitas, sejarah, dan budaya dengan cara yang unik dan mendalam. Ritual dhamaal, festival Urs tahunan, serta interaksi pengikut dari berbagai agama menjadikan shrine ini simbol nyata toleransi, harmoni, dan penghormatan terhadap warisan sufi yang telah dijaga selama berabad-abad.

Jangan lewatkan artikel menarik lainnya seputar religi, pariwisata, kesehatan, ekonomi, pendidikan, seni budaya, dan teknologi di PakistanIndonesia.com.

Tri

Last Updated: 2 February 2026, 15:54

Bagikan:

Search

Artikel Lainnya

Ayo Menelusuri