Garam himalaya sering dianggap sebagai garam yang lebih sehat dibandingkan garam pada umumnya. Anggapan tersebut muncul karena kandungan nutrisi di dalamnya diyakini dapat memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh.
Berdasarkan informasi dari Alodokter, garam himalaya berasal dari tambang garam Khewra, salah satu tambang garam tertua di dunia yang berada di kaki Pegunungan Himalaya, Pakistan. Garam dari tambang tersebut memiliki warna putih kemerahan sehingga dikenal sebagai garam berwarna merah muda.
3 Manfaat Garam Himalaya dan Faktanya
Berikut beberapa manfaat garam himalaya yang dipercaya baik bagi kesehatan beserta faktanya, yaitu:
1. Menjaga Tekanan Darah
Konsumsi garam himalaya diyakini dapat membantu menjaga tekanan darah karena kandungan sodium atau natriumnya disebut lebih rendah dibandingkan garam dapur biasa. Selain itu, rasanya yang lebih asin membuat garam ini dapat memberikan cita rasa pada makanan meski digunakan dalam jumlah lebih sedikit. Meski demikian, asupan natrium tetap perlu dibatasi. Konsumsi natrium secara berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Karena itu, konsumsi garam, termasuk garam himalaya, sebaiknya tidak melebihi setengah sendok teh per hari.
2. Memenuhi Asupan Mineral yang Diperlukan Tubuh
Garam himalaya mengandung lebih banyak jenis mineral dibandingkan garam biasa. Mineral tersebut meliputi zinc, zat besi, kalsium, kalium, dan magnesium yang dibutuhkan tubuh. Namun, jumlah mineral yang terkandung di dalamnya tergolong sangat sedikit. Oleh sebab itu, penggunaan garam himalaya sebagai garam sehari-hari belum cukup untuk memenuhi kebutuhan mineral tubuh. Asupan mineral tetap lebih baik diperoleh dari makanan bergizi seimbang.
3. Menjaga Kesehatan Saluran Pernapasan
Garam himalaya juga dipercaya dapat membantu meredakan keluhan pada saluran pernapasan, terutama pada penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Berdasarkan penelitian, manfaat tersebut diperoleh melalui terapi menghirup uap air hangat yang telah dicampur dengan garam himalaya. Meski begitu, manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya. Karena itu, garam himalaya belum dapat dijadikan sebagai terapi utama untuk mengatasi gangguan saluran pernapasan.
Selain tiga manfaat tersebut, garam himalaya juga dipercaya dapat membantu menjaga fungsi otot dan saraf, serta mengatasi masalah kulit seperti jerawat. Akan tetapi, berbagai manfaat tersebut masih memerlukan bukti ilmiah lebih lanjut.
Cara Menggunakan Garam Himalaya
Kandungan nutrisi garam himalaya tidak jauh berbeda dengan garam dapur biasa. Oleh karena itu, garam ini dapat digunakan sebagai bumbu masakan atau ditambahkan ke dalam berbagai jenis makanan. Meski demikian, garam himalaya tidak diperkaya yodium seperti garam dapur pada umumnya. Kebutuhan yodium dapat dipenuhi dari sumber makanan lain, seperti produk olahan susu, rumput laut, telur, atau ikan agar terhindar dari kekurangan yodium.
Konsumsi garam himalaya juga tetap perlu dibatasi. Sama seperti garam biasa, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan memperbesar risiko penyakit kardiovaskular, seperti gagal jantung dan stroke.
Penutup
Meski dipercaya memiliki sejumlah manfaat, garam himalaya tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Kandungan mineral di dalamnya memang lebih beragam dibandingkan garam biasa, tetapi jumlahnya masih sangat sedikit sehingga tidak dapat dijadikan sumber utama pemenuhan nutrisi harian.
Jangan lewatkan artikel menarik lainnya seputar ekonomi, kesehatan, nasional, olahraga, otomotif, religi, pariwisata, pendidikan, politik, seni budaya, dan teknologi hanya di PakistanIndonesia.com.