5 Provinsi Pemasok Ekspor Minyak Kelapa Sawit Terbesar 2025

5 Provinsi Pemasok Ekspor Minyak Kelapa Sawit Terbesar 2025

ekspor minyak kelapa sawit
Foto: Liputan6
Table of Contents

Indonesia merupakan penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia, dengan volume produksi mencapai 46 juta ton berdasarkan laporan USDA pada 2024/2025. Hal ini membuat Indonesia menguasai lebih dari 55% pasar ekspor minyak kelapa sawit dunia. Berdasarkan informasi dari GoodStats, dunia sangat bergantung pada minyak kelapa sawit karena komoditas ini dianggap lebih unggul dibandingkan minyak nabati lain, seperti minyak kedelai, minyak bunga matahari, atau minyak kanola. Minyak kelapa sawit mampu menghasilkan minyak dalam jumlah besar pada lahan yang relatif lebih kecil. Hal ini membuat produktivitas kelapa sawit sangat tinggi sehingga biaya produksinya relatif lebih murah dibandingkan sejumlah minyak nabati lainnya.

Tanpa disadari, banyak produk yang digunakan sehari-hari terbuat dari minyak kelapa sawit. Dalam bidang pangan, minyak kelapa sawit digunakan untuk membuat minyak goreng, margarin, shortening, biskuit, cokelat, dan mi instan. Sementara itu, dalam industri non pangan, minyak kelapa sawit digunakan dalam pembuatan sabun, kosmetik, deterjen, produk perawatan tubuh, serta biodiesel.

Provinsi Penyumbang Ekspor Minyak Kelapa Sawit Terbesar

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor minyak kelapa sawit Indonesia naik 9,94% pada 2025 menjadi 26,7 juta ton. Apabila ditelusuri, volume ekspor terbesar berasal dari provinsi yang didominasi wilayah Sumatra dan satu provinsi di Kalimantan.

Riau menempati posisi teratas dengan ekspor minyak kelapa sawit mencapai 10,7 juta ton pada 2025. Jumlah tersebut naik 20,95% dibandingkan 2024 yang sebesar 8,9 juta ton. Posisi Riau sebagai provinsi dengan ekspor minyak kelapa sawit terbesar juga sejalan dengan luas lahan sawitnya. Riau merupakan provinsi dengan lahan kelapa sawit terluas di Indonesia, mencapai 3,49 juta hektare berdasarkan data BPDP pada 2025.

Di posisi kedua ada Sumatra Utara dengan ekspor mencapai 3,3 juta ton, tumbuh 1,96% dibandingkan tahun sebelumnya. Selanjutnya, Kalimantan Timur berada di posisi ketiga dengan ekspor minyak kelapa sawit mencapai 2,4 juta ton pada 2025. Namun, Kalimantan Timur menjadi satu-satunya provinsi utama yang mengalami penurunan volume ekspor. Ekspornya menyusut 16,89% dari 2,9 juta ton pada 2024.

Lampung berada di urutan keempat dengan ekspor mencapai 2,3 juta ton. Adapun Sumatra Barat berada di peringkat kelima dengan ekspor sebesar 2,3 juta ton pada 2025. Meskipun berada di posisi kelima, ekspor dari Sumatra Barat mencatat kenaikan tertinggi, mencapai 21,70% dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan ekspor dari sejumlah provinsi sentra tersebut terjadi di tengah meningkatnya harga crude palm oil (CPO) dunia sepanjang 2025. Berdasarkan laporan Commodity Markets Outlook dari World Bank, harga rata-rata CPO naik dari US$1.084 menjadi US$1.221 per metrik ton. Kenaikan ini turut mendorong nilai ekspor sawit Indonesia. Kenaikan harga CPO juga dipengaruhi oleh pasokan yang lebih ketat akibat cuaca, meningkatnya kebutuhan biodiesel di Indonesia, serta perubahan kebijakan perdagangan di negara seperti India dan China.

Penutup

Pada 2025, ekspor minyak kelapa sawit Indonesia mencapai 26,7 juta ton atau meningkat 9,94% dibandingkan tahun sebelumnya. Riau menjadi provinsi dengan ekspor terbesar sebesar 10,7 juta ton, disusul Sumatra Utara 3,3 juta ton, Kalimantan Timur 2,4 juta ton, Lampung 2,3 juta ton, dan Sumatra Barat 2,3 juta ton. Dari lima provinsi tersebut, Sumatra Barat mencatat kenaikan ekspor tertinggi sebesar 21,70%, sementara Kalimantan Timur menjadi satu-satunya provinsi utama yang mengalami penurunan volume ekspor.

Jangan lewatkan artikel menarik lainnya seputar ekonomi, kesehatan, nasional, olahraga, otomotif, religi, pariwisata, pendidikan, politik, seni budaya, dan teknologi hanya di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 5 September 2026, 09:00

Bagikan:

Search

Artikel Lainnya

Ayo Menelusuri