Indonesia mengembangkan drone kamikaze melalui PT Pindad dan PT Dahana sejak 2021 sebagai bagian dari penguatan industri alat utama sistem senjata (alutsista) dalam negeri. Salah satu produk yang dikembangkan PT Pindad adalah Minibe, yang mampu melaju hingga 250 km/jam. Sementara itu, PT Dahana mengembangkan Rajata dengan kecepatan maksimal 200 km/jam dan jangkauan sekitar 30 kilometer.
Drone Kamikaze BUMN RI Dikembangkan untuk Alutsista Lokal
PT Pindad dan PT Dahana mengembangkan drone kamikaze dengan konsep loitering munition. Teknologi ini memungkinkan pesawat tanpa awak menjalankan misi penghancuran sasaran setelah berada di sekitar area target.
Dalam konsep tersebut, loitering munition dapat berkeliling di area sasaran sebelum melakukan serangan. Kemampuan ini memberikan waktu bagi sistem untuk menemukan atau mengunci target sesuai rancangan operasionalnya.
Pengembangan drone tersebut juga menunjukkan upaya industri pertahanan Indonesia meningkatkan kemampuan produksi alutsista lokal. Kedua BUMN itu melibatkan perusahaan teknologi dalam negeri untuk mengembangkan masing-masing produk.
Minibe PT Pindad Mampu Melaju hingga 250 Km/Jam
Minibe dikembangkan sebagai drone tanpa awak dengan kemampuan terbang berkecepatan tinggi. Dalam proses pengembangannya, PT Pindad menggandeng startup lokal BETA yang berbasis di Bandung.
Sebelum memasuki tahap optimasi, Minibe telah menjalani uji terbang. Produk tersebut memiliki beberapa karakteristik utama sebagai berikut:
- Jarak terbang hingga 25 kilometer.
- Waktu terbang hingga 15 menit.
- Kecepatan maksimal 250 km/jam.
- Bobot muatan sekitar 0,8 kilogram.
- Mendukung konsep penggunaan secara berkelompok atau swarming.
Menurut Saraswaty dari PT Pindad, konsep swarming memungkinkan beberapa unit drone bekerja secara bersamaan dalam satu area sasaran. Dengan kemampuan tersebut, Minibe tidak hanya dirancang sebagai satu unit pesawat tanpa awak, tetapi juga sebagai bagian dari sistem yang dapat digunakan secara berkelompok.
Rajata PT Dahana Memiliki Jangkauan hingga 30 Kilometer
Produk loitering munition lainnya dikembangkan oleh PT Dahana dengan nama Rajata. Dalam proyek ini, perusahaan bekerja sama dengan PT Aero Terra, sementara proses produksinya juga berlangsung di Bandung.
Sebagai sistem penggerak, Rajata menggunakan propeler untuk mengarahkan pesawat menuju sasaran. Pergerakannya dilakukan berdasarkan target yang telah ditentukan sebelum peluncuran.
Sejumlah karakteristik membedakan Rajata dari Minibe, antara lain:
- Jangkauan sekitar 30 kilometer.
- Kecepatan maksimal 200 km/jam.
- Menggunakan propeler sebagai sistem penggerak.
- Dapat menggunakan warhead asap atau warhead berisi bahan peledak.
- Dirancang untuk sasaran yang tidak bergerak.
PT Dahana menyebut Rajata sebagai teknologi baru yang dikembangkan untuk kebutuhan pertahanan. Produk ini juga dirancang agar personel dapat melakukan serangan terhadap sasaran dari jarak jauh tanpa harus berada dekat dengan target.
Minibe dan Rajata Masih Berada pada Tahap Pengembangan
Ketika pengembangan Minibe dan Rajata diberitakan pada November 2022, kedua produk tersebut belum memasuki tahap produksi massal. Proses pengujian dan optimasi masih dilakukan oleh PT Pindad maupun PT Dahana terhadap produk masing-masing.
Tahap pengembangan menjadi bagian penting sebelum sebuah alutsista masuk ke produksi dalam jumlah besar. Melalui pengujian, sistem dapat dievaluasi untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan teknis dan operasional yang telah ditentukan.
Produksi massal direncanakan setelah proses optimasi dan pengujian selesai. Langkah tersebut sekaligus membuka peluang bagi industri pertahanan nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi alutsista dalam negeri.
Pengembangan Drone Memperkuat Industri Pertahanan Indonesia
Pengembangan Minibe dan Rajata menunjukkan keterlibatan BUMN dalam menciptakan teknologi pertahanan berbasis industri lokal. Dalam prosesnya, kedua perusahaan juga menggandeng perusahaan dalam negeri untuk mendukung pengembangan dan produksi.
Dari sisi kemampuan, Minibe menawarkan kecepatan hingga 250 km/jam dengan jangkauan 25 kilometer. Adapun Rajata memiliki jangkauan sekitar 30 kilometer dengan kecepatan maksimal 200 km/jam.
Kedua produk tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan teknologi drone di Indonesia mulai diarahkan pada kebutuhan pertahanan yang lebih spesifik. Meski demikian, status keduanya pada saat pemberitaan masih berada dalam tahap pengembangan sehingga kemampuan tersebut belum dapat disamakan dengan produk yang telah memasuki produksi operasional secara penuh.
Pengembangan drone kamikaze oleh PT Pindad dan PT Dahana menjadi salah satu upaya Indonesia memperkuat kemampuan industri pertahanan dalam negeri. Minibe buatan PT Pindad memiliki kecepatan hingga 250 km/jam dan jangkauan 25 kilometer, sedangkan Rajata buatan PT Dahana memiliki jangkauan sekitar 30 kilometer dan kecepatan hingga 200 km/jam.
Kehadiran dua proyek tersebut memperlihatkan perkembangan teknologi alutsista lokal yang melibatkan BUMN dan perusahaan teknologi dalam negeri.
Kehadiran dua proyek tersebut memperlihatkan perkembangan teknologi alutsista lokal yang melibatkan BUMN dan perusahaan teknologi dalam negeri. Untuk membaca informasi teknologi, industri, dan perkembangan nasional lainnya, kunjungi artikel-artikel terbaru di PakistanIndonesia.com.