Kenapa Pakistan Tertarik BRICS Sekarang? Jawabannya Mengejutkan

Kenapa Pakistan Tertarik BRICS Sekarang? Jawabannya Mengejutkan

Bagikan

Kalau kamu mengira urusan BRICS itu cuma soal pertemuan elite dunia dengan jas mahal dan jargon ekonomi yang bikin ngantuk, berarti kamu belum melihat apa yang sedang dilakukan Pakistan sekarang. Di tengah ekonomi global yang makin tidak ramah, Pakistan justru melangkah ke arah yang bagi sebagian orang terasa berani, bahkan kontroversial: mendekat ke BRICS.

Langkah ini bukan sekadar manuver diplomatik. Ada cerita tentang krisis, peluang, ketergantungan lama yang ingin diputus, dan mimpi membangun ekonomi yang lebih mandiri. Artikel ini akan mengajakmu memahami kenapa Pakistan menatap BRICS dengan penuh harap dan kenapa timing-nya dianggap “mengejutkan”.

Dari Tekanan Global ke Meja BRICS: Pakistan Sedang Cari Jalan Baru

Pakistan sedang berada di persimpangan ekonomi. Ketergantungan pada jalur perdagangan lama dan sistem keuangan konvensional membuat ruang geraknya semakin sempit. Dalam situasi inilah Menteri Keuangan Pakistan, Muhammad Aurangzeb, secara terbuka menyatakan minat Pakistan untuk bergabung dengan BRICS.

Bukan tanpa alasan. Pakistan melihat BRICS sebagai pintu menuju diversifikasi perdagangan, perluasan konektivitas regional, dan akses investasi yang tidak selalu datang dengan syarat politik berat. Di saat banyak negara Global South mulai mencari alternatif selain Barat, Pakistan memilih tidak menunggu terlalu lama.

Bukan Pendatang Baru: Pakistan Sudah Terbiasa Main di Blok Timur

Masuk BRICS bukan langkah tiba-tiba. Pakistan sudah aktif di Shanghai Cooperation Organization (SCO), sebuah forum yang mempertemukan negara-negara Eurasia dengan kepentingan ekonomi dan keamanan yang saling terkait.

Menurut Aurangzeb, pengalaman ini membuat Pakistan percaya diri bahwa mereka bisa berkontribusi secara konstruktif di BRICS. Bahkan, Pakistan mulai mengeksplorasi sistem pembayaran lintas negara alternatif, sesuatu yang menjadi topik panas di antara negara-negara BRICS.

Di dunia yang sistem keuangannya sering dipakai sebagai alat tekanan, opsi alternatif terasa seperti napas segar.

Azerbaijan, Rusia, dan Uang yang Datang Bukan sebagai Bantuan

Salah satu sinyal paling menarik datang dari Azerbaijan, yang disebut tertarik menanamkan investasi hingga USD 2 miliar di Pakistan. Fokusnya jelas: energi, minyak dan gas, serta mineral dan pertambangan.

Yang membuat ini berbeda adalah narasinya. Aurangzeb menegaskan, kerja sama ini bukan bantuan, tapi investasi berbasis proyek dan perdagangan. Model seperti ini jauh lebih sejalan dengan semangat BRICS: kerja sama setara, bukan relasi donor–penerima.

AI, Fintech, dan Freelancer: Senjata Baru Pakistan

BRICS bukan hanya soal komoditas. Pakistan melihat masa depan ekonominya di layanan digital, kecerdasan buatan (AI), fintech, dan keamanan siber. Dengan basis freelancer yang besar, AI dipandang sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan, terutama di sektor pertanian, kesehatan, dan keuangan.

Pakistan bahkan tertarik belajar dari Rusia soal penggunaan AI dalam pengelolaan anggaran publik. Ini sinyal kuat bahwa transformasi digital bukan wacana kosong, tapi strategi nyata.

Koridor Dagang dan Harapan Baru Global South

Di tengah gangguan rantai pasok global, Pakistan menaruh harapan besar pada koridor perdagangan regional, termasuk International North-South Transport Corridor. Jalur ini diharapkan menghubungkan Asia Selatan, Asia Tengah, hingga Kaukasus.

Bagi Pakistan, BRICS bukan sekadar klub ekonomi. Ini simbol kerja sama Selatan–Selatan, sebuah upaya kolektif untuk bertahan dan tumbuh di dunia yang makin proteksionis.

Penutup

Ketertarikan Pakistan pada BRICS bukan keputusan impulsif. Ini hasil dari tekanan global, peluang regional, dan kesadaran bahwa masa depan ekonomi tidak bisa lagi bergantung pada satu poros kekuatan.

Apakah BRICS akan menjadi jawaban? Belum tentu. Tapi satu hal jelas: Pakistan tidak lagi ingin hanya menjadi penonton dalam permainan besar ekonomi dunia.

Dan mungkin, itulah jawaban yang sebenarnya, mengejutkan bukan karena langkahnya, tapi karena keberaniannya diambil sekarang.

Ayo Menelusuri