Lelang Properti CDA Tembus Rp14,8 Triliun, Kota untuk Warga atau Investor Besar?

Lelang Properti CDA Tembus Rp14,8 Triliun, Kota untuk Warga atau Investor Besar?

Bagikan

Di tengah tekanan ekonomi dan daya beli masyarakat yang masih timpang, Capital Development Authority (CDA) justru mencatat pemasukan fantastis. Dalam dua hari pertama lelang lahan hunian dan komersial, total nilai penjualan mencapai Rs. 14,809 miliar, memicu perbincangan soal siapa sebenarnya yang diuntungkan dari geliat properti ibu kota Pakistan.

Lelang yang digelar di Jinnah Convention Centre, Islamabad, menunjukkan bahwa modal besar masih mendominasi pasar properti strategis, meski ekonomi nasional belum sepenuhnya stabil.

Hari Kedua Lelang: Satu Kavling Tembus Rp1 Triliun

Pada hari kedua lelang, perhatian tertuju pada Plot No. 12 di Sektor D-12 Markaz yang terjual dengan harga Rs. 1,04 miliar. Sementara itu, Plot No. A-284 di Sektor F-10/3 dilepas dengan nilai Rs. 246 juta.

Dengan dua transaksi besar tersebut, total penjualan hari kedua mencapai Rs. 1,28 miliar, angka yang mempertegas minat investor pada kawasan strategis Islamabad, meski harga tanah semakin menjauh dari jangkauan masyarakat kelas menengah.

Lelang ini berada di bawah pengawasan Ketua Komite Lelang CDA bersama Member Finance Tahir Naeem, serta jajaran anggota komite lainnya.

Hari Pertama Jadi Penentu: Blue Area Borong Triliunan

Lonjakan terbesar justru terjadi pada hari pertama. Dua kavling premium di Blue Area, F-8/G-8, menjadi primadona investor.

  • Plot No. 15 terjual seharga Rs. 3,52 miliar
  • Plot No. 17 memecahkan rekor dengan harga Rs. 9,15 miliar

Tak hanya itu, kawasan Orchard Scheme di Murree Road juga mencatat transaksi signifikan:

  • Plot No. C-37: Rs. 422 juta
  • Plot No. D-37: Rs. 420 juta

Total penjualan hari pertama saja mencapai Rs. 13,52 miliar, menegaskan bahwa sektor properti elite masih menjadi ladang investasi favorit.

Investor Lokal & Diaspora Jadi Target

CDA menyebut lelang ini dirancang untuk menarik investor lokal maupun diaspora Pakistan. Beragam kategori lahan hunian dan komersial ditawarkan dengan skema yang disebut “ramah investor”.

Beberapa insentif yang ditawarkan antara lain:

  • Diskon 5 persen untuk pembayaran lahan komersial menggunakan dolar AS
  • Potongan tambahan 5 persen untuk pembayaran lunas dalam 30 hari setelah persetujuan penawaran

Namun, skema ini memunculkan kritik: apakah kebijakan ini semakin menguntungkan pemilik modal besar, sementara akses kepemilikan lahan bagi warga biasa makin menyempit?

Skema Pembayaran & Janji Pembangunan

CDA menjanjikan:

  • Persetujuan rencana bangunan setelah pembayaran 25 persen
  • Penyerahan kepemilikan lahan setelah pembayaran mencapai 75 persen

Seluruh hasil lelang akan diajukan ke Dewan CDA untuk persetujuan akhir. Menurut Ketua CDA, dana yang terkumpul akan digunakan untuk pengembangan, infrastruktur, dan penataan kota Islamabad.

Namun publik masih menunggu transparansi: berapa besar dampak nyata dana triliunan ini terhadap layanan publik dan kualitas hidup warga ibu kota?

Lelang Berlanjut Hingga 24 Desember

Lelang lahan hunian dan komersial ini dijadwalkan berlangsung hingga 24 Desember. Dengan capaian dua hari pertama yang mencengangkan, potensi total pendapatan diperkirakan masih akan bertambah.

Di satu sisi, CDA memamerkan keberhasilan fiskal. Di sisi lain, angka-angka ini kembali membuka diskusi lama: ketika properti semakin mahal, di mana posisi warga biasa dalam peta kota Islamabad?

Ayo Menelusuri