Pakistan menjadi salah satu negara Asia Selatan yang mulai dilirik warga Indonesia, baik untuk wisata alam, perjalanan religi, bisnis, maupun kunjungan keluarga. Keindahan pegunungan, sejarah Islam, dan biaya hidup yang relatif terjangkau menjadi daya tarik tersendiri.
Meski demikian, sebelum berangkat, WNI wajib memahami aturan imigrasi dan dokumen perjalanan yang berlaku. Artikel ini merangkum secara lengkap dan akurat syarat ke Pakistan berdasarkan sumber resmi dan media tepercaya yang masih dapat diakses.
Syarat ke Pakistan bagi WNI yang Wajib Dipenuhi
Paspor dengan Masa Berlaku Minimal 6 Bulan
Syarat ke Pakistan yang paling utama adalah kepemilikan paspor RI yang masih berlaku minimal 6 bulan sejak tanggal kedatangan. Paspor juga harus memiliki setidaknya satu halaman kosong untuk cap imigrasi.
Visa Pakistan (e-Visa Wajib)
Berdasarkan informasi resmi, WNI wajib memiliki visa untuk masuk ke Pakistan. Pemerintah Pakistan menyediakan Pakistan Online Visa System yang memungkinkan pengajuan visa secara daring tanpa harus datang ke kedutaan.
Jenis visa yang umum diajukan oleh WNI meliputi:
- Visa wisata (tourist visa)
- Visa bisnis
- Visa kunjungan keluarga
Pemohon diminta mengunggah paspor, foto, rencana perjalanan, serta bukti akomodasi selama di Pakistan.
Dokumen Pendukung Perjalanan ke Pakistan
Tiket Pulang-Pergi dan Bukti Akomodasi
Petugas imigrasi Pakistan dapat meminta bukti tiket pulang-pergi atau tiket lanjutan. Selain itu, WNI juga perlu menyiapkan bukti akomodasi berupa reservasi hotel atau surat undangan dari pihak yang dikunjungi.
Bukti Keuangan yang Cukup
Wisatawan dianjurkan membawa bukti kemampuan finansial, seperti rekening koran atau kartu kredit aktif. Hal ini bertujuan untuk memastikan pengunjung mampu membiayai kebutuhan selama berada di Pakistan.
Asuransi Perjalanan
Walaupun tidak bersifat wajib, asuransi perjalanan sangat disarankan. Asuransi dapat melindungi wisatawan dari risiko biaya kesehatan, kecelakaan, maupun keadaan darurat selama di luar negeri.
Aturan Kesehatan dan Keamanan di Pakistan
Ketentuan Kesehatan
Hingga saat ini tidak ada kewajiban vaksin tertentu sebagai syarat masuk Pakistan bagi WNI. Namun, wisatawan tetap dianjurkan menjaga kondisi kesehatan dan membawa obat pribadi sesuai kebutuhan.
Keamanan dan Imbauan Perjalanan
Kementerian Luar Negeri RI mengimbau WNI agar selalu memantau kondisi keamanan di wilayah tujuan karena beberapa area di Pakistan memiliki tingkat risiko berbeda. WNI juga disarankan melakukan lapor diri ke perwakilan RI setempat.
Barang yang Perlu Disiapkan Sebelum ke Pakistan
Selain dokumen, ada beberapa barang penting yang sebaiknya dipersiapkan oleh WNI sebelum berangkat ke Pakistan agar perjalanan lebih nyaman dan aman.
Pakaian yang Sesuai Budaya Lokal
Pakistan memiliki norma berpakaian yang relatif konservatif. Wisatawan disarankan membawa pakaian sopan seperti baju berlengan panjang, celana panjang atau rok panjang, serta syal atau penutup kepala bagi perempuan untuk berjaga-jaga saat mengunjungi tempat umum atau lokasi ibadah.
Obat-obatan Pribadi dan P3K
Disarankan membawa obat-obatan pribadi, vitamin, serta perlengkapan P3K dasar. Hal ini penting karena tidak semua obat mudah ditemukan di apotek setempat, terutama bagi wisatawan yang memiliki kebutuhan medis khusus.
Adaptor dan Perlengkapan Elektronik
Pakistan menggunakan colokan listrik tipe C dan D dengan tegangan sekitar 230V. Membawa adaptor universal sangat dianjurkan agar perangkat elektronik seperti ponsel dan laptop dapat digunakan tanpa kendala.
Uang Tunai dan Alat Pembayaran
Meskipun kartu debit dan kredit dapat digunakan di kota besar, membawa uang tunai dalam jumlah cukup tetap penting, terutama saat bepergian ke daerah non-perkotaan. Mata uang resmi Pakistan adalah Rupee Pakistan (PKR).
Kartu SIM atau Paket Internet Internasional
Untuk memudahkan komunikasi dan navigasi, wisatawan dapat membeli kartu SIM lokal di bandara atau menggunakan paket roaming internasional dari Indonesia.
Nilai Tukar Mata Uang dan Cara Menukar Uang
Hal lain yang penting dipersiapkan sebelum ke Pakistan adalah urusan mata uang. Pakistan menggunakan mata uang Rupee Pakistan (PKR) sebagai alat pembayaran resmi.
Mata Uang yang Sebaiknya Dibawa dari Indonesia
WNI disarankan membawa mata uang asing yang umum diterima secara internasional seperti Dolar AS (USD). Mata uang ini relatif lebih mudah ditukarkan di money changer resmi maupun bank di Pakistan dibandingkan Rupiah.
Penukaran Uang di Pakistan
Penukaran uang dapat dilakukan di bandara internasional, bank, dan money changer resmi di kota-kota besar seperti Islamabad, Lahore, dan Karachi. Hindari menukar uang di tempat tidak resmi untuk mengurangi risiko penipuan.
Penggunaan Kartu Debit dan Kredit
Kartu debit dan kredit dapat digunakan di hotel, restoran besar, dan pusat perbelanjaan modern. Namun, tidak semua mesin ATM menerima kartu internasional, sehingga tetap disarankan membawa uang tunai secukupnya.
Tips Mengelola Uang Selama di Pakistan
Simpan uang tunai di beberapa tempat terpisah dan gunakan dompet anti-pencurian bila perlu. Selalu cek nilai tukar terkini sebelum menukar uang agar mendapatkan kurs yang wajar.
Tips Penting agar Perjalanan Lebih Lancar
Pahami Budaya dan Aturan Lokal
Pakistan dikenal sebagai negara dengan budaya dan norma sosial yang konservatif. Wisatawan disarankan berpakaian sopan, menghormati adat setempat, dan mematuhi aturan agama di ruang publik.
Simpan Salinan Dokumen
Simpan salinan paspor, visa, dan dokumen penting lainnya dalam bentuk digital dan cetak. Langkah ini akan sangat membantu jika terjadi kehilangan dokumen selama perjalanan.
Mengetahui syarat ke Pakistan secara lengkap akan membantu WNI menghindari kendala saat proses keberangkatan maupun pemeriksaan imigrasi. Dengan persiapan dokumen yang tepat dan pemahaman aturan lokal, perjalanan ke Pakistan dapat berjalan aman dan nyaman.
Untuk informasi perjalanan internasional lainnya, jangan lewatkan berita dan panduan terbaru hanya di PakistanIndonesia.com. Temukan berbagai artikel informatif sebelum Anda merencanakan perjalanan ke luar negeri.



