Mengenal Transformasi Kerajinan Pakistan

Mengenal Transformasi Kerajinan Pakistan

Bagikan

Bayangin kamu lagi berjalan di sebuah bazar tradisional di Lahore atau Karachi—suasana ramai, warna-warni kain bordir, keramik biru khas Multan, logam tempa khas Sindh. Itulah dunia kerajinan tangan di Pakistan yang selama bertahun-tahun hidup dan bernapas lewat warisan budaya. Sekarang? Dunia itu tengah berubah, dan kamu sebagai Gen Z bisa banget relate: instagrammable, story-friendly, dan penuh peluang digital.

 

Warisan lama, potensi besar

Artisan kerajinan tangan Pakistan memamerkan produk tekstil dan keramik” — Sumber: gambar dari media terkait kerajinan Pakistan.

Pasar kerajinan tangan di Pakistan diperkirakan akan tumbuh dengan CAGR sekitar 7% dalam periode 2025-2031, menurut laporan oleh 6Wresearch.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa:

“The Pakistan Handicrafts Market is set to grow … the rise of e-commerce platforms connecting artisans to international buyers…”

Intinya: kerajinan tradisional bukan hanya museum piece, mereka punya potensi bisnis nyata, apalagi bila dikawinkan dengan teknologi dan platform digital.

Kenapa digital? Kenapa sekarang?

Perubahan besar ini tidak datang tiba-tiba. Laporan dari Access Partnership menyatakan bahwa transformasi digital di Pakistan berpotensi menghasilkan nilai ekonomi senilai PKR 9,7 triliun (≈ USD 59,7 miliar) pada 2030.
Untuk industri kerajinan yang selama ini sering kali terjebak di pemasaran lokal dan tradisional, ini artinya: peluang global terbuka lebar.

Craft Meets Click

Keramik Biru Multan & Platform Online"Kerajinan tangan Pakistan dijual secara online melalui platform e-commerce” — Sumber: Dawn Images (“The online revival of Pakistan’s handmade crafts …”).

Di Multan, keramik biru khas telah jadi identitas lokal. Dulu, pembeli datang langsung ke workshop atau saat bazar tahunan saja. Kini, banyak artisan yang mulai memanfaatkan platform digital, social-media seperti Instagram & Facebook, untuk menampilkan karya mereka kepada dunia. Laporan oleh DAWN Media menyebut bahwa:

“Artisans and hobbyists are using digital spaces as a powerful medium to generate sales and sustainability for … local crafts.”

Di situlah kita lihat titik balik: kerajinan yang tersentuh oleh dunia digital jadi punya daya tarik baru bagi Gen Z di mana pun, mau di Karachi, Jakarta, atau Yogyakarta.

Mikro-enterprises Kerajinan Tekstil

Sebuah penelitian dari Pakistan menunjukkan bahwa vertical co-operation (kolaborasi pemasok-pelanggan) dan inovasi sangat memengaruhi kinerja usaha mikro kerajinan tekstil.
Artinya: bukan cukup hanya kerajinan bagus, tapi juga harus “terhubung” dengan jaringan pemasaran & teknologi agar bisanya naik level.

Tantangan yang Masih Mengintai

Meski potensinya besar, banyak kerajinan tangan di Pakistan masih menghadapi:

  • Produksi informal dan pemasaran yang belum terstruktur.
  • Akses terbatas ke teknologi digital dan pelatihan.
  • Kurangnya eksposur global bagi banyak artisan kecil.

Jadi, perubahan memang sedang berjalan—tapi belum selesai.

Langkah ke Depan: ‘Tradisional + Digital’ = Win

Untuk membuat transformasi ini benar-benar terasa dan mengena, ada beberapa poin kunci yang bisa dijalankan—baik oleh artisan, pelaku usaha, atau kamu sebagai pengamat yang tertarik dunia kerajinan & teknologi.

  1. Platform Digital & Social Media

Buat artisan atau brand kerajinan: punya toko online, aktif di Instagram/Reels, dan tampilkan “kisah” di balik kerajinannya. Storytelling ke Gen Z itu penting—mereka nggak cuma mau beli produk, tapi juga connect dengan nilai & prosesnya.

  1. Kolaborasi Desain & Inovasi

Menjaga motif tradisional itu bagus—tapi agar tetap relevan untuk generasi sekarang, inovasi desain penting. Penelitian menunjukkan inovasi jadi jembatan antara kerajinan tradisional dan pasar modern.

  1. Pelatihan & Infrastruktur Digital

Pemerintah Pakistan dan lembaga lain mulai memperhatikan aspek ini—misalnya program pelatihan freelancing dan digital skill. Meski belum khusus untuk kerajinan semua, ini sinyal positif bahwa era digital makin terbuka.

  1. Branding “Authentic & Sustainable”

Gen Z sangat peduli dengan sustainability, keaslian, cerita artisan lokal. Kerajinan Pakistan bisa memainkan kartu ini, “hand-made by artisan di Pakistan”, menggunakan bahan lokal, tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Kenapa Kita Harus Peduli?

kerajinan keramik

Karena transformasi kerajinan Pakistan bukan cuma soal budaya yang “dipertahankan”, tapi bagaimana budaya itu menghidupi. Para artisan yang dahulu hanya menjual di bazar lokal kini punya potensi untuk menjangkau pasar global melalui klik, scroll & share. Dan kita,kamu termasuk, bisa ikut jadi bagian dari cerita ini: sebagai pembeli yang sadar, pengamat yang tertarik, atau bahkan kolaborator yang membawa ide-ide baru.

Jadi kalau kamu suka dunia craft, teknologi, atau bisnis yang meaningful, kisah Pakistan ini bisa jadi inspirasinya. Dari warna-warna cerah kain Sindh hingga klik “beli sekarang” di toko online artisan Pakistan, semua menunjukkan bahwa tradisional + digital = masa depan.

 

Sumber & Referensi

  1. “Pakistan Handicrafts Market | Grow At 7% CAGR Till 2031” – 6Wresearch. Pakistan Handicrafts Market | Grow At 7% CAGR Till 2031
  2. “Digital Transformation in the Heritage Crafts Sector” – C Palmér (2025).diva-portal.org/smash/get/diva2%3A1972606/FULLTEXT01.pdf 
  3. “Factors influencing small handicraft enterprises to adopt …” – M Shafi (2024). tandfonline.com
  4. “The Hands That Uphold Pakistan’s Craft Traditions” – Forbes (2025). forbes.com
  5. “Cultural And Creative industries in Pakistan” – British Council (2014). britishcouncil.pk
  6. “Vertical Co-operation in Creative Micro-Enterprises” – M Shafi et al. (2019). MDPI

Ayo Menelusuri