Jika Anda berencana bepergian ke Pakistan, bersiaplah untuk disambut dengan keramahan yang luar biasa, terutama jika Anda berasal dari Indonesia. Hubungan antara kedua negara ini jauh lebih dalam dari sekadar persahabatan biasa. Warga Pakistan, yang dikenal dengan keramahan mereka, sering kali memberikan perlakuan istimewa kepada turis Indonesia. Tak jarang, mereka akan menawarkan makanan atau barang secara gratis, bahkan meminta foto bersama. Namun, mengapa rasa hormat ini begitu kuat dan istimewa?
Jawabannya ada pada sejarah panjang hubungan bilateral yang terjalin erat.
Hubungan erat ini didasari oleh solidaritas dan kerja sama yang solid, seperti yang ditegaskan dalam Surat Al-Ma’idah ayat 2: “Wa ta’awanu ‘alal birri wat-taqwa, wa la ta’awanu ‘alal- ismi wal-‘udwan” (وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ)” (dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan). Ayat ini menjadi landasan kuat yang telah diamalkan oleh kedua negara dalam berbagai bentuk, mulai dari bantuan militer hingga kerja sama ekonomi.
Sejarah Solidaritas: Peran Indonesia dalam Konflik Pakistan-India
Rasa terima kasih warga Pakistan kepada Indonesia berakar dari kontribusi penting Indonesia di masa lalu. Pada tahun 1965, saat Pakistan berkonflik dengan India, Indonesia memberikan bantuan militer yang vital, termasuk pengiriman pesawat tempur MiG-19 dan janji dukungan kapal selam. Dukungan ini bukan hanya sekadar bantuan, tetapi juga menunjukkan solidaritas politik yang konsisten di berbagai forum internasional seperti PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Selain dukungan militer dan politik, Indonesia juga menunjukkan kepeduliannya melalui bantuan kemanusiaan, seperti saat Pakistan dilanda banjir besar pada tahun 2010. Bantuan berupa obat-obatan dan makanan yang dikirimkan oleh Indonesia memperkuat ikatan emosional dan persahabatan antara kedua bangsa.
Mengenal Budaya dan Adat Istiadat Pakistan
Keramahan yang ditunjukkan oleh warga Pakistan juga merupakan bagian dari budaya mereka yang kaya. Masyarakat Pakistan sangat menghargai ikatan keluarga dan komunitas. Mereka hidup dalam struktur keluarga besar yang saling mendukung dan menjunjung tinggi kehormatan. Oleh karena itu, saat berinteraksi dengan mereka, penting untuk memahami beberapa etika dasar:
- Jabat tangan dan pelukan hanya pantas dilakukan antara pria dan wanita jika mereka adalah anggota keluarga atau teman dekat.
- Bersikaplah sopan dan ramah. Tanyakan kabar tentang mereka dan keluarganya, namun jangan menuntut atau mengharapkan imbalan.
- Hindari mengkritik secara langsung atau di depan umum. Kritikan dianggap sebagai penghinaan langsung dan dapat merusak kehormatan. Pepatah Arab mengatakan, “Laa tahtaqir man duunaka falikulli syai’in maziyyatun” (Janganlah engkau menghina orang lain, karena setiap orang mempunyai kelebihan).
- Sarkasme sebaiknya dihindari karena mudah disalahpahami.
Dengan memahami budaya dan sejarah yang mendasari hubungan ini, para turis Indonesia dapat menikmati pengalaman yang lebih berkesan di Pakistan. Hubungan yang telah terjalin selama puluhan tahun ini tidak hanya sebatas diplomasi, tetapi juga persahabatan yang tulus, di mana kedua negara saling menopang dan menghormati satu sama lain.
Sumber Referensi :
Youtube short serta artikel https://www-anglicare-org-au.translate.goog/community/cross-cultural-services/cross-cultural-connections/pakistani/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=rq#:~:text=coming%20to%20Australia.-,Family%20life,uncles%2C%20siblings%20and%20cousins).
Ayat alqur’an https://tirto.id/bacaan-surah-al-maidah-ayat-2-arti-makna-tentang-tolong-menolong-gbFT
Kalimat mutiara arab https://www.tumblr.com/anggahermaw/153860201437/%D9%84%D8%A7-%D8%AA%D8%AD%D8%AA%D9%82%D8%B1-%D9%85%D9%86-%D8%AF%D9%88%D9%86%9%83-%D9%81%D9%84%D9%83%D9%84-%D8%B4%D8%A6-%D9%85%D8%B2%D9%8A%D8%A9-laa-tahtaqir-man