Hi readers!
Bayangkan kamu lagi nongkrong di teras rumah petani di Punjab, Pakistan, sambil ngopi chai, denger suara petakan yang tenang, lalu petani bilang:
“Kali ini saya cek hasil sawah lewat aplikasi di ponsel saya.”
Yup, di Pakistan, dunia pertanian sedang melejit naik kelas. Lewat teknologi agriTech dengan AI, IoT, platform digital dan aplikasi mobile, petani kecil mulai “move up” dari cara tradisional ke era digital. Artikel ini bakal ajak kamu jalan-jalan ke ranah agriTech Pakistan: kenapa ini terjadi, siapa yang sudah bergerak, dan apa artinya buat kamu yang pengusaha digital atau ekspansi lintas negara.

Kenapa AgriTech Kian Penting di Pakistan
Berikut alasannya, dan saya cerita agar kamu bisa ‘merasakan’ suasananya:
- Sektor besar, tantangan nyata
Pertanian Pakistan menyumbang sekitar 24% GDP dan menyerap banyak tenaga kerja. Namun banyak lahan kecil, teknologi lama, serta tantangan seperti kekeringan, banjir, cuaca ekstrem. (Pakistan Software Houses Association (P@SHA) mencatat bahwa teknologi seperti AI, IoT, blockchain bisa menaikkan hasil panen hingga 30% dan memotong kehilangan pasca panen hingga 75%) - Petani butuh alat baru
Petani tradisional di provinsi Punjab atau Sindh mulai merasa bahwa cara lama tidak cukup. Akses internet makin ada, smartphone mulai muncul, jadi “tools” digital mulai bisa dipakai. - Dorongan kebijakan & investor
Pemerintah dan mitra swasta mulai menyadari: investasi agritech punya dampak besar. Laporan “Crafting Pakistan’s Journey to Impact” memuat bahwa adopsi teknologi bisa bantu jutaan petani mengubah hidup.
Jadi suasananya seperti ini: petani di Pakistan bukan hanya berpikir “tanam lagi musim ini”, tapi mulai bertanya “bagaimana saya tanam lebih pintar”.
Teknologi Unggulan & Pemain Kunci
Mari kita bongkar apa aja teknologinya dan siapa yang main di lapangan.

a) Teknologi Unggulan
- AI & Satelit + Machine Learning
Contoh: studi di wilayah arid Pakistan menunjukkan bahwa dengan citra satelit + machine learning (model Random Forest + ARVI) bisa prediksi hasil gandum dengan akurasi tinggi (error < 10%). - IoT & Smart Farming
Sensor tanah, kelembapan, pH, nutrisi dalam real-time—imagine petani mengecek “moisture” ladangnya lewat aplikasi. Contoh riset: “Pakistan’s IoT Revolution: Smart Farming Takes Root”. - Platform Digital & E-Marketplace
Aplikasi yang menghubungkan petani ke pasar, input, kredit, advisori agronomi. Contoh: startup seperti FarmDar & kolaborasi dengan perusahaan besar seperti Bayer Pakistan.
b) Pemain Kunci
- Startup & perusahaan agritech: GrowTech Services, FarmDar, dan lainnya.
- Pusat Teknologi & Hub Digital: contoh “Digital Dera” di Punjab, titik akses internet & edukasi digital di kawasan pertanian.
- Kolaborasi publik-swasta: Pemerintah, lembaga riset, sektor swasta bersama men-drive adopsi.
Studi Kasus Nyata dan Keren
Mari kita lihat beberapa cerita yang nyata, bukan hanya konsep.
Studi A – Satelit + ML untuk Gandum
Di wilayah kering Pakistan, tim riset dari University of Agriculture, Faisalabad menggunakan satelit Landsat, Sentinel-2 dan machine learning untuk memprediksi hasil gandum dengan sangat akurat. Hasil: model RF + ARVI punya R² > 0,75 dan error < 10%, artinya petani dan pembuat kebijakan bisa lebih cepat ambil keputusan.
Studi B – Digital Dera, Hub Teknologi di Desa
Di desa Chak 26-SP, Pakpattan, Punjab, berdiri hub “Digital Dera”, tempat petani bisa akses internet, training agritech, konsultasi. Ini bukan kota besar, tapi change happening di akar rumput.
Studi C – Laporan AgriTech & Dampaknya ke Petani
Laporan yang dirilis oleh Telenor Pakistan bersama GSMA dan Tabadlab menunjukkan bahwa teknologi agritech bisa mendukung lebih dari 25 juta mata pencaharian petani.
Peluang & Tantangan Buat Kamu
Peluang
- Kolaborasi lintas negara: kamu di Indonesia bisa kerja sama dengan startup Pakistan, ekspor teknologi, sharing know-how.
- Pasar besar: petani Pakistan banyak, siap digital, butuh teknologi — ini pasar yang terbuka.
- Inklusi finansial agritech: solusi fintech + agritech punya nilai tambah besar.
Tantangan
- Infrastruktur belum merata: akses internet/seluler di desa masih terbatas.
- Adopsi teknologi: petani butuh pelatihan, mentalitas ‘digital’ belum semua.
- Kultur & regulasi lokal: harus adaptasi dengan kondisi Pakistan (cuaca, lahan, jenis komoditas).
Kesimpulan
![]()
Teknologi pertanian (AgriTech) di Pakistan bukan cuma “ide masa depan”, dia sedang dijalankan sekarang. Petani di Pakistan mulai naik kelas: dari metode tradisional ke metode digital, dari lokal ke potensi global. Untuk kamu yang berkecimpung di dunia teknologi, agritech atau ekspansi internasional: ini adalah peluang emas, tapi butuh strategi yang tepat, adaptasi lokal, dan kolaborasi kuat. Pokoknya, di ranah pertanian Pakistan digital bukan hanya masa depan, tapi sekarang.
Sumber Referensi:
“Bayer Pakistan partners with AgriTech startup Farmdar to bring data-driven insights to farmers.” BizToday News, 23 Agustus 2023.
https://www.biztoday.news/2023/08/23/bayer-pakistan-partners-with-agritech-start-up-farmdar-to-bring-data-driven-insights-to-farmers/
“Digital Dera brings AI-driven agriculture to Punjab.” Arab News, 2021.
https://www.arabnews.com/node/1945971/business-economy
“Pakistan’s agricultural sector shows promising growth in FY2024.” Zawya, 2024.
https://www.zawya.com/en/world/indian-sub-continent/pakistans-agricultural-sector-shows-promising-growth-in-fy2024-f6rer7s4
“AgriTech Startups like Tazah, Ricult, and Farmdar lead Pakistan’s Agri Innovation.” TechJuice Pakistan, 2024.
https://www.techjuice.pk/



