Terungkap! Asal Usul Kerokan dari China hingga Tradisi Nusantara

Terungkap! Asal Usul Kerokan dari China hingga Tradisi Nusantara

Asal Usul Kerokan
Kerokan masih dipercaya banyak orang sebagai cara cepat meredakan masuk angin, meski praktik ini lahir dari tradisi panjang pengobatan Asia dan Nusantara. Sumber gambar: RRI

Bagikan

Kerokan adalah praktik pengobatan tradisional yang sangat populer di Indonesia, terutama saat seseorang mengalami kondisi yang dikenal sebagai masuk angin. Metode ini dilakukan dengan menggosok permukaan kulit menggunakan benda tumpul seperti koin atau sendok yang telah diolesi minyak atau balsem. Masyarakat percaya kerokan dapat meredakan pegal, meriang, pusing, hingga rasa tidak enak badan. Praktik serupa juga ditemukan di negara Asia lain seperti China dengan istilah gua sha dan Vietnam yang mengenalnya sebagai cao gio, menandakan bahwa asal usul kerokan memiliki keterkaitan dengan tradisi pengobatan Asia yang lebih luas.

Dalam perkembangannya, kerokan tidak hanya dipahami sebagai praktik turun-temurun, tetapi juga mulai dikaji dari sudut pandang ilmiah. Sejumlah penelitian mencoba menjelaskan efek fisiologis dari kerokan, terutama kaitannya dengan peningkatan aliran darah dan rasa nyaman setelah terapi dilakukan. Meski demikian, kerokan tetap lebih kuat diposisikan sebagai praktik budaya daripada metode pengobatan medis utama.

Apa Itu Kerokan dan Cara Melakukannya

Definisi Kerokan

Kerokan merupakan bentuk terapi gosok kulit atau scraping therapy yang dilakukan dengan tekanan ringan hingga sedang pada permukaan kulit. Gesekan ini menimbulkan garis kemerahan yang oleh masyarakat diyakini sebagai tanda keluarnya “angin” dari dalam tubuh. Dalam praktik medis, kemerahan tersebut merupakan reaksi pembuluh darah yang melebar di bawah kulit.

Cara Kerokan yang Umum Dilakukan

Berdasarkan panduan kesehatan dari media nasional, kerokan biasanya dilakukan dengan langkah sederhana. Minyak atau balsem dioleskan terlebih dahulu agar mengurangi iritasi. Setelah itu, benda tumpul digerakkan searah pada punggung atau bagian tubuh yang terasa pegal hingga muncul perubahan warna kulit. Meski mudah dilakukan, kerokan tetap disarankan tidak dilakukan berlebihan, terutama pada anak-anak dan orang dengan kondisi kulit sensitif.

Sejarah dan Persebaran Kerokan di Asia

Akar Sejarah dari China

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa teknik kerokan memiliki kemiripan kuat dengan gua sha yang berasal dari pengobatan tradisional China. Praktik ini telah dikenal selama ratusan tahun dan digunakan sebagai metode untuk memperlancar aliran energi tubuh atau qi. Melalui jalur perdagangan dan interaksi budaya, teknik ini kemudian menyebar ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Kerokan dalam Budaya Nusantara

Di Indonesia, kerokan berkembang dan beradaptasi dengan nilai budaya lokal. Penelitian antropologi di Kalimantan Barat menunjukkan bahwa masyarakat Melayu mempraktikkan kerokan sebagai bagian dari pengobatan tradisional keluarga. Kerokan dipandang sebagai warisan leluhur yang murah, mudah dilakukan, dan dipercaya efektif untuk keluhan ringan seperti masuk angin dan pegal-pegal.

Asal Usul Kerokan dalam Perspektif Medis

Kajian medis menunjukkan bahwa kerokan atau terapi scraping dapat meningkatkan mikro-sirkulasi darah pada area kulit yang dikerok. Reaksi ini menimbulkan sensasi hangat dan rileks yang membuat tubuh terasa lebih nyaman. Namun, para ahli menegaskan bahwa efek tersebut bersifat sementara dan belum dapat disimpulkan sebagai metode penyembuhan penyakit tertentu.

Beberapa penelitian internasional yang mengkaji gua sha juga menyatakan bahwa terapi ini dapat membantu mengurangi nyeri otot dan ketegangan ringan. Meski demikian, kerokan tidak direkomendasikan sebagai pengganti pengobatan medis modern, terutama untuk kondisi kesehatan serius.

Kerokan antara Mitos dan Fakta

Istilah “mengeluarkan angin” dalam kerokan lebih bersifat simbolik dan budaya, bukan konsep medis. Dokter menilai manfaat utama kerokan berasal dari pelebaran pembuluh darah dan efek sugestif yang membuat tubuh merasa lebih baik. Oleh karena itu, kerokan masih sering diperdebatkan antara sebagai mitos atau praktik budaya yang memberi efek kenyamanan.

Asal usul kerokan memperlihatkan bagaimana sebuah praktik kesehatan tradisional dapat bertahan di tengah perkembangan ilmu kedokteran modern. Berakar dari tradisi Asia kuno dan beradaptasi dengan budaya Nusantara, kerokan menjadi contoh kuat warisan budaya yang masih hidup hingga kini.

Bagi pembaca yang tertarik memahami lebih jauh tentang tradisi, budaya, dan kesehatan masyarakat Indonesia, simak berita dan artikel menarik lainnya hanya di PakistanIndonesia.com untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas dan mendalam.

Ayo Menelusuri