Tren Influencer Marketing di Pakistan 2025

Tren Influencer Marketing di Pakistan 2025

Bagikan

Hi readers! Bayangkan kamu sedang duduk di rooftop kafe di Lahore, angin malam membawa wangi teh segar dan suara motor menderu di jalan di bawah. Layar ponselmu menyala: kamu scroll video TikTok influencer Pakistan yang baru menyelesaikan kolaborasi pakai skincare lokal. Ada sensasi campur: “Keren banget kalau brand lokal bisa setenar brand global lewat influencer.” Nah, itu bukan cuma perasaan, ini adalah tren nyata di influencer marketing Pakistan 2025.

Naiknya “Ekonomi Influencer” Lokal: Kreator Jadi Mesin Brandtake a video

 

Influencer kini bukan hanya wajah kampanye iklan, mereka adalah mesin ekonomi digital lokal. Menurut The Friday Times, TikTok di Pakistan memiliki lebih dari 60 juta pengguna aktif, sementara YouTube menjangkau lebih dari 70 juta. Data ini membuka peluang besar: kreator konten bisa jadi penghubung antara brand dan audiens Gen Z yang haus konten otentik.

Anggaran Iklan Influencer Melejit

Menurut Statista, belanja iklan influencer di Pakistan diperkirakan mencapai US$ 13,49 juta di tahun 2025. Itu angka yang signifikan,  artinya banyak brand lokal (dan mungkin juga internasional) melihat keuntungan besar dari bermitra dengan influencer Pakistan.

 

Micro dan Nano Influencer Jadi Fokus Utama

pakistanis influencer

Brand-brand di Pakistan semakin berpindah dari “mega influencer” ke micro- dan nano-influencer. Ini karena:

  • Mereka punya audiens yang sangat terlibat.
  • Biaya kolaborasi lebih rendah.
  • Rekomendasi mereka terasa lebih personal dan otentik.

Menurut laporan Digital Media Trend, ini adalah bagian dari “Influencer Marketing 2.0” di Pakistan, di mana kepercayaan dan engagement menjadi kunci.
Sementara Adkhana menyoroti bahwa micro-influencer lokal memberikan ROI yang lebih menarik karena kedekatan mereka dengan pengikut.

Contohnya: DHL Pakistan menyebut musanna Ahmed (micro-influencer dengan ~25.000 pengikut Instagram) bisa memberikan engagement rate sangat tinggi, sementara mega-influencer seperti Jannat Mirza (TikTok / IG) tetap penting untuk reach besar.

 

Video Singkat Mendominasi Kampanye Influencer

2025 adalah era video singkat di Pakistan. Reels Instagram, TikTok, dan YouTube Shorts mendominasi interaksi antara brand dan audiens. 101 Digital Frames mencatat bahwa brand sekarang lebih fokus membuat storytelling lewat konten video pendek, karena:

  • Lebih relatable.
  • Lebih mudah diviralkan.
  • Menciptakan engagement yang kuat.

Dengan pendekatan ini, influencer bisa menjadi cerita hidup brand, bukan hanya “endorser”, tapi narator merek.

 

Tantangan Regulasi & Kepercayaan

Meskipun tren naik, ada awan gelap di balik kilau influencer. Menurut Dawn, salah satu masalah besar adalah kurangnya regulasi: konten bersponsor bisa menyesatkan dan promosi bisa terlalu berlebihan.  Selain itu, studi dari Pakistan Journal of Life and Social Sciences menunjukkan bahwa kredibilitas influencer sangat penting, jika influencer terlalu “komersial”, kepercayaan audiens bisa menurun.
Kasus tragis kematian influencer remaja Sana Yousaf di Islamabad menjadi refleksi sisi gelap industri kreator: jejaknya sebagai ikon sosial sangat kuat, tetapi risiko dan tanggung jawab juga sangat besar.

Jannat Mirza & Ducky Bhai

jannat mirza

  • Jannat Mirza: Salah satu tokoh TikTok terbesar di Pakistan. Dengan jutaan pengikut, dia telah bermitra dengan banyak brand. Kehadirannya begitu besar sehingga brand ingin menjangkau generasi muda melalui suaranya.
  • Saad Ur Rehman (Ducky Bhai): YouTuber dan kreator konten gaya hidup yang sangat populer. Kolaborasi Ducky Bhai dengan brand memberi sentuhan humor + realness yang resonan banget dengan Gen Z Pakistan.
    Perusahaan-perusahaan sudah sadar: dengan influencer seperti ini, mereka tidak hanya menjual produk, tapi ikut cerita hidup Gen Z Pakistan.

 

Teknologi & Masa Depan Influencer Marketing

Teknologi seperti AI dan automasi juga masuk ke ranah influencer marketing. Di Pakistan, agensi digital menggunakan AI untuk menganalisis perilaku audiens, memprediksi tren, dan mengoptimalkan kampanye influencer. Secara akademis, penelitian baru dari arXiv menunjukkan ada minat besar pada “komputasional influencer marketing”: bagaimana algoritma bisa membantu memilih influencer optimal, mengukur dampak kampanye, dan menjaga fairness.  Artinya: kampanye influencer masa depan di Pakistan bisa makin pintar, data-driven, dan efisien.

Kesimpulan

Influencer marketing di Pakistan pada 2025 bukan lagi fenomena sampingan,ini sudah menjadi bagian inti dari strategi brand digital. Dari micro-influencer dengan engagement tinggi hingga mega influencer dengan reach massal, semua berkolaborasi, bercerita, dan menciptakan ekosistem kreatif yang sangat Gen Z.

Tapi, di balik glamornya ada tanggung jawab: transparansi, regulasi, dan etika menjadi semakin krusial untuk menjaga kepercayaan dan kelangsungan industri ini.

Ayo Menelusuri