Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengembangkan ekosistem hidrogen di Indonesia. Pengembangan ini juga mencakup pemanfaatannya bagi ekosistem ekonomi dalam negeri lewat Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026.
“Tentu pemerintah sangat berkepentingan untuk adanya Global Hydrogen Ecosystem Summit ini, karena kami melihat dari sisi ekosistem,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung ketika membuka GHES secara virtual yang digelar di Kantor Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE), Jakarta, Selasa.
Melalui gelaran tersebut, Yuliot berharap Indonesia bisa memiliki teknologi yang mendukung industrialisasi hidrogen. Ia juga berharap teknologi tersebut dapat dimanfaatkan bagi ekosistem ekonomi secara keseluruhan.
Pemanfaatan Ekosistem Hidrogen untuk Industri
Salah satu pemanfaatan hidrogen dalam ekosistem ekonomi adalah melibatkannya di industri hilirisasi dalam negeri, termasuk untuk industri pupuk. Menurut Yuliot, memaksimalkan pemanfaatan hidrogen untuk kepentingan industri hilirisasi di Indonesia berpotensi mengantarkan Indonesia sebagai pemain utama dunia di ranah hidrogen.
“Pengembangan ekosistem hidrogen ini menjadi potensi kita sebagai pemain utama dunia. Ini akan sangat potensial sekali,” katanya.
Yuliot menyampaikan konsumsi hidrogen Indonesia berada di angka 1,75 juta ton per tahun. Pemanfaatan hidrogen didominasi untuk ketahanan pangan, yakni untuk pupuk urea, amonia, dan kilang minyak, menurut laporan Antara News. Lebih lanjut, ia menyampaikan pengembangan hidrogen juga sejalan dengan Astacita yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Keterkaitan tersebut tercipta dalam hal penguatan kemandirian dan ketahanan energi nasional.
“Untuk ketahanan energi nasional ini juga kami kaitkan dengan ketahanan pangan, dan juga yang kami sampaikan tadi, yakni program hilirisasi,” ujar Yuliot.
Pengembangan hidrogen sekaligus menjadi salah satu wujud realisasi komitmen Indonesia mencapai nol emisi karbon nasional pada 2060. Hidrogen berpotensi menjadi bahan bakar alternatif utama untuk menggantikan bahan bakar fosil.
Strategi Nasional dan Transformasi Ekonomi
Kementerian ESDM mempercepat pembentukan ekosistem hidrogen di Indonesia agar berjalan seiring dengan Strategi Hidrogen Nasional dan Rencana Hidrogen dan Amonia Nasional (RHAN). Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan, pengembangan hidrogen bukan hanya instrumen dekarbonisasi, namun juga pilar transformasi ekonomi dan industrialisasi jangka panjang. Ekosistem hidrogen, lanjutnya, akan memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong industrialisasi rendah karbon yang kompetitif di pasar global.
Penutup
Pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia melalui GHES 2026 menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat industrialisasi, ketahanan energi, dan transisi menuju energi rendah karbon. Dengan dukungan teknologi dan kebijakan yang tepat, Indonesia berpotensi menjadi pemain utama di pasar hidrogen global.
Jangan lewatkan berita seputar ekonomi, teknologi, energi, industrialisasi, inovasi teknologi hijau, kebijakan pemerintah, dan pengembangan ekonomi rendah karbon lainnya hanya di PakistanIndonesia.com.




