Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) menjajaki kolaborasi dengan 12 kedutaan besar negara sahabat melalui forum diskusi terpumpun. Pertemuan ini membahas sepuluh area potensial kerja sama strategis di bidang keagamaan.
Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan kolaborasi lintas negara penting untuk memperkuat diplomasi keagamaan. Hal ini juga mendukung program prioritas Kementerian Agama. “Kami berharap Forum Group Discussion (FGD) ini mendapatkan masukan dari negara-negara sahabat, mulai dari layanan keagamaan, penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran, hingga kerja sama di bidang zakat dan wakaf,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Jumat, seperti diberitakan Antara News.
Sebanyak 12 perwakilan kedutaan besar negara sahabat hadir. Mereka berasal dari Mesir, Afganistan, Turki, Aljazair, Maroko, Irak, Pakistan, Yordania, Kuwait, Arab Saudi, Yaman, dan Iran.
Forum Koordinasi dan Diplomasi Keagamaan
Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Lubenah, menyampaikan bahwa pertemuan pada FGD menjadi forum koordinasi antara Kemenag, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dan perwakilan negara sahabat, untuk menjajaki serta memperkuat peluang kerja sama internasional di bidang keagamaan. “Diplomasi keagamaan dipandang tidak hanya sebagai sarana syiar, tetapi juga sebagai medium dialog dan kolaborasi lintas negara yang mencakup aspek sosial, budaya, dan edukasi,” ujar Lubenah.
Sepuluh Area Kerja Sama Strategis
FGD membahas sepuluh area kerja sama di bidang keagamaan, yaitu:
- Layanan keagamaan bagi diaspora Indonesia di luar negeri
- Penguatan pengelolaan masjid lintas negara
- Kerja sama zakat dan wakaf
- Penguatan penyuluhan keagamaan
- Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran internasional
- Seminar Islam internasional
- Pertukaran dai dan khatib
- Diplomasi budaya Islam
- Kerja sama hisab dan rukyat
- Integrasi nilai-nilai ekoteologis dalam perlindungan lingkungan
Lubenah menambahkan bahwa sinergi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat timbal balik bagi Indonesia dan negara mitra sebagai penguatan kerja sama multilateral.
Harapan dari Forum Group Discussion
“Kesempatan hari ini sangat baik untuk mendiskusikan secara jernih potensi kerja sama yang akan kita lakukan pada tahun-tahun mendatang. Semoga diskusi ini menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat kita tindak lanjuti bersama,” kata Lubenah.
FGD ini menegaskan komitmen Kemenag untuk membangun kerja sama internasional yang terstruktur dan bermanfaat, baik bagi diplomasi keagamaan maupun penguatan hubungan multilateral Indonesia dengan negara-negara sahabat.
Penutup
Kolaborasi Kemenag dengan 12 negara sahabat melalui FGD menekankan pentingnya kerja sama strategis di bidang keagamaan. Sepuluh area yang dibahas menjadi fondasi bagi penguatan diplomasi dan hubungan lintas negara yang berkelanjutan.
Jangan lewatkan berita terbaru seputar kerja sama Indonesia dengan negara sahabat, diplomasi keagamaan, program moderasi beragama, serta perkembangan pendidikan, kebudayaan, dan kolaborasi lintas negara hanya di PakistanIndonesia.com.