Pemerintah Indonesia terus mematangkan persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing-8 (D-8) yang dijadwalkan berlangsung pada 12-15 April 2026. Persiapan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh agenda dan prioritas strategis dapat berjalan lancar.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, mengatakan bahwa berbagai persiapan dilakukan secara internal. Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan dengan negara-negara anggota, sebagaimana diberitakan oleh MetroTV News.
Persiapan dan Fokus Indonesia
“Terkait dengan persiapan D-8 yang summitnya akan dilaksanakan pada bulan April, kita terus melakukan berbagai persiapan secara internal dan juga dengan negara-negara anggota,” ujar Nabyl dalam press briefing di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.
Menurut dia, fokus utama Indonesia sebagai ketua adalah memastikan lima prioritas yang telah ditetapkan dapat terlaksana secara efektif. Salah satu prioritas yang dinilai krusial adalah penguatan reformasi internal organisasi. Nabyl menegaskan reformasi tersebut penting sebagai fondasi bagi implementasi empat prioritas lainnya.
“Kita ketahui bahwa salah satu dari lima prioritas tersebut adalah mengenai penguatan dari segi reformasi internal organisasi. Itu penting untuk memastikan empat prioritas lainnya dapat terlaksana,” jelasnya.
Selain agenda substansi, pemerintah juga tengah menggalang konfirmasi kehadiran dari para pemimpin negara anggota dan tamu undangan.
“Kita terus menggalang konfirmasi kehadiran dari berbagai peserta, baik pada tingkat Kepala Negara, Wakil Presiden, Kepala Pemerintahan maupun Menteri,” kata Nabyl.
Ia menambahkan bahwa daftar tamu yang telah mengonfirmasi kehadiran akan diumumkan secara resmi pada waktunya.
Tema dan Implementasi KTT D-8
Sebagai Ketua D-8, Indonesia mengusung tema “Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity and Cooperation for Shared Prosperity” guna memperkuat solidaritas negara-negara Global South di tengah dinamika geopolitik dan tantangan multilateralisme global.
Semangat kerja sama ini diimplementasikan melalui penyelenggaraan KTT ke-12 D-8 di Jakarta, yang tidak hanya berfokus pada penguatan ekonomi melalui gelaran Business and Investment Forum serta Halal Expo untuk memperkokoh ekosistem halal, tetapi juga menjadi panggung diplomasi kemanusiaan.
Di sela-sela KTT tersebut, Indonesia berkomitmen mendorong pembahasan solusi dua negara (two-state solution) bagi Palestina. Langkah ini merupakan wujud nyata kepedulian Indonesia terhadap stabilitas dan keadilan internasional.
Penutup
Dengan persiapan yang matang dan koordinasi intensif, Indonesia siap memimpin KTT D-8 2026. Forum ini menjadi momen penting untuk memperkuat solidaritas, kerja sama ekonomi, serta diplomasi kemanusiaan sebagaimana menjadi fokus utama agenda KTT.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar KTT D-8, diplomasi global, kerja sama ekonomi, kerja sama internasional, kerja sama pendidikan, kerja sama teknologi, kerja sama pariwisata, kerja sama seni budaya, kerja sama religi, dan kerja sama kesehatan di PakistanIndonesia.com.