Menag Usul Anggaran Rp24,8 Triliun untuk Pendidikan Keagamaan

pendidikan keagamaan
Foto: MetroTV News
Table of Contents

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengusulkan tambahan anggaran tahun 2026 sebesar Rp24,8 triliun guna menghapus ketimpangan kualitas antara pendidikan keagamaan dan sekolah umum, seperti diberitakan MetroTV News. Langkah ini menjadi ikhtiar besar Kementerian Agama untuk memastikan seluruh anak bangsa mendapatkan fasilitas pendidikan yang setara tanpa diskriminasi.

“Usulan anggaran ini adalah ikhtiar kita untuk menjamin bahwa tidak ada lagi ketimpangan antara madrasah dan sekolah umum,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya di Jakarta.

Rincian Usulan Anggaran

Nasaruddin merinci bahwa alokasi terbesar dari usulan anggaran akan difokuskan pada Revitalisasi Satuan Pendidikan senilai Rp13,7 triliun dan Digitalisasi Pembelajaran sebesar Rp10,9 triliun. Selain itu, anggaran juga disiapkan untuk Bantuan Buku Tulis Gratis sebesar Rp159 miliar. Program Sekolah Unggul Garuda Transformasi turut diprioritaskan dengan nilai Rp22,9 miliar.

Program revitalisasi senilai Rp13,7 triliun tersebut direncanakan menyasar 7.131 lembaga pendidikan, mulai dari madrasah hingga sekolah Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Menag menegaskan bahwa kualitas sarana dan prasarana (sarpras) merupakan cerminan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda.

Pemerataan Pendidikan

“Pemerintah harus hadir dan memberikan perhatian yang sama. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan antara pendidikan di sekolah umum maupun sekolah keagamaan. Semuanya harus setara, karena ini menyangkut hak anak bangsa untuk masa depan mereka,” tegas Nasaruddin.

Selain infrastruktur, Nasaruddin juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jangkauannya di madrasah dan pondok pesantren baru mencapai 10-12 persen, jauh tertinggal dibandingkan sekolah umum yang diproyeksikan mencapai 80 persen. Ia menilai pesantren justru menjadi ekosistem yang paling siap menjalankan program ini karena pola dapur mandiri yang sudah teruji.

“Padahal, jika melihat kondisi ekonomi, anak-anak madrasah dan santri di pondok pesantren sangat membutuhkan dukungan ini. Kami berharap jangkauannya ditingkatkan,” kata Nasaruddin.

Harapan Menag

Nasaruddin berharap usulan anggaran fantastis ini dapat segera disetujui. Ia menekankan bahwa anggaran tersebut akan membantu mengakselerasi peningkatan kualitas SDM Indonesia melalui jalur pendidikan keagamaan yang unggul, inklusif, dan modern.

Penutup

Usulan anggaran Rp24,8 triliun ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan keagamaan di seluruh Indonesia. Peningkatan sarana, prasarana, dan program pembelajaran akan memberi manfaat langsung bagi madrasah dan pondok pesantren. Dengan dukungan pemerintah, pendidikan keagamaan dapat menjadi jalur pengembangan SDM yang lebih kompeten dan berdaya saing.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar pendidikan, nasional, internasional, ekonomi, politik, kesehatan, religi, olahraga, pariwisata, teknologi, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 5 April 2026, 15:35

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri