23 Dapur Layani Jamaah Haji di Madinah dengan Cita Rasa Nusantara

jamaah haji di madinah
Foto: Antara
Table of Contents

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melaporkan 23 dapur atau katering siap melayani jamaah calon haji gelombang pertama yang berangkat dari Indonesia ke Madinah, seperti diberitakan MetroTV News. Kepala Seksi Konsumsi Daerah Kerja (Daker) Madinah Beny Darmawan, memastikan makanan yang akan dikonsumsi jamaah bercita rasa Nusantara, sehingga tidak perlu risau selama berada di Madinah sekitar sembilan hari.

“Seluruhnya sudah diseleksi oleh Kemenhaj Republik Indonesia,” kata Beny dalam keterangannya di Jakarta.

Selama tinggal di Madinah, jamaah Indonesia akan mendapatkan makanan sebanyak 27 kali atau tiga kali sehari. Hal itu, menyesuaikan kebiasaan masyarakat Indonesia yang makan di waktu pagi, siang, dan menjelang malam.

Bumbu dan Koki Indonesia Jadi Syarat Layanan Katering Haji

Beny mengatakan seluruh bumbu yang digunakan dalam meracik menu masakan didatangkan dari Indonesia dalam bentuk pasta atau sudah racikan. Bumbu pasta asli Indonesia jauh lebih memudahkan dalam proses distribusi hingga produksi, jika dibanding harus mendatangkan bumbu secara mentah. Tidak hanya bumbu, juru masak menjadi syarat yang harus dipatuhi oleh dapur yang bekerja sama dengan Kementerian Haji (Kemenhaj) RI. Setiap dapur harus memiliki setidaknya dua koki utama dan empat asisten yang berasal dari Indonesia.

“Itu menjadi kewajiban dan alhamdulillah mampu dipenuhi oleh seluruh dapur yang sudah diseleksi Kemenhaj,” kata Beny.

Menu Lansia dan Pengawasan Makanan Jamaah Haji

Sementara bagi jamaah calon haji lanjut usia (lansia), menu akan disesuaikan agar kebutuhan nutrisi mereka tetap terpenuhi. Selain itu, menu juga dapat disesuaikan dengan permintaan jamaah.

“Kalau untuk lansia ini sesuai kontrak yang sudah dibuat, jamaah bisa minta menu. Sebenarnya menu sama, tapi biasanya nasi buat bubur atau lebih lunak agar bisa lebih dicerna,” ujar Beny.

Maka dari itu, jamaah calon haji Indonesia tidak perlu khawatir dengan kondisi makanan seiring jaminan yang sudah dipastikan oleh petugas. Makanan akan dicek dan diawasi sebelum sampai di hidangan jamaah. Pengecekan sampel dilakukan di tiga lokasi, yakni di kantor Daker Madinah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan di sektor tempat jamaah berada.

“Pengawasan terakhir nanti ada petugas konsumsi di hotel yang memeriksa makanannya. Pengawasan juga sudah dilakukan di kantor Daker dan KKHI,” ungkap Beny.

Penutup

Layanan 23 dapur bagi jamaah haji di Madinah menjadi bentuk komitmen dalam memberikan kenyamanan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Dengan penyajian makanan bercita rasa Nusantara, jamaah dapat tetap merasa dekat dengan selera makanan Indonesia. Selain itu, pengawasan ketat juga memastikan setiap hidangan aman, bergizi, dan sesuai standar kesehatan.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar religi, nasional, olahraga, seni budaya, pariwisata, ekonomi, politik, kesehatan, pendidikan, teknologi, dan internasional hanya di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 20 April 2026, 14:32

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri