Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki peluang kolaborasi dengan Riot Games untuk memperkuat ekosistem esports nasional, seperti diberitakan Antara News.
Saat menerima audiensi perwakilan Riot Games di Jakarta, Kamis, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya membahas upaya pengembangan talenta kreatif. Selain itu, dibahas juga penyelenggaraan acara esports regional dan internasional. Hal ini dilakukan untuk mendukung penguatan ekosistem esports.
Turnamen Berjenjang dan Peningkatan Daya Saing Esports Indonesia
Menurut siaran pers kementerian, dalam pertemuan itu dibahas pula upaya pelaksanaan turnamen esports berjenjang dari tingkat daerah hingga nasional. Selain itu, dibahas juga peningkatan daya saing tim esports Indonesia. Tidak hanya itu, peluang kolaborasi dengan pengembang gim lokal juga mencakup pendanaan, alih daya layanan, dan penerbitan gim lokal.
“Kami melihat esports memiliki dampak ekonomi yang besar terhadap berbagai sektor, mulai dari industri kreatif, produksi acara, pariwisata, hingga penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda. Karena itu, Indonesia perlu mengambil peluang ini secara serius dan terukur,” kata Menteri Ekraf.
“Indonesia memiliki ekosistem gim yang sangat besar dan dinamis. Generasi muda kita tidak hanya aktif sebagai pemain, tetapi juga sebagai kreator, streamer, esports talent, event organizer, musisi, hingga pengembang gim,” katanya.
Rencana World Conference on Creative Economy 2026
Kementerian Ekraf dan Riot Games juga menjajaki peluang kerja sama dalam penyelenggaraan World Conference on Creative Economy 2026 pada Oktober 2026. Acara tersebut mencakup berbagai kegiatan mengenai pengembangan ekonomi kreatif, termasuk gim dan konten digital.
Head of VALORANT Esports Product Riot Games Jake Sin mengatakan bahwa antusiasme komunitas serta prestasi tim esports Indonesia menunjukkan kesiapan Indonesia untuk mengambil peran yang lebih besar dalam kompetisi esports internasional.
“Indonesia merupakan salah satu region terkuat di VALORANT APAC saat ini. Kami ingin membuka jalur kompetitif yang lebih luas agar talenta Indonesia memiliki akses menuju panggung internasional dan global,” katanya.
Rencana Valorant Champions Tour di Asia Pasifik
Dalam pertemuan dengan Menteri Ekraf, perwakilan Riot Games juga menyampaikan rencana pengembangan Valorant Champions Tour (VCT) di Asia Pasifik. Rencana tersebut mencakup pembentukan jalur kompetisi profesional independen untuk Indonesia mulai 2027. Selain itu, Riot Games juga berencana menggelar turnamen tingkat Asia Pasifik di Indonesia pada 2028.
Penutup
Kolaborasi antara Kementerian Ekraf dan Riot Games diharapkan dapat memperkuat ekosistem esports nasional secara berkelanjutan. Pengembangan turnamen berjenjang dan pembukaan jalur kompetitif internasional menjadi peluang besar bagi talenta muda Indonesia. Selain itu, kerja sama ini juga dapat mendorong pertumbuhan industri gim dan ekonomi kreatif digital di tanah air.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar teknologi, nasional, internasional, ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, religi, olahraga, pariwisata, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.