Pemerintah Perluas Uji Coba Perlinsos Digital ke 42 Kabupaten/Kota

perlinsos digital
Foto: Antara News
Table of Contents

Pemerintah akan memperluas pelaksanaan uji coba digitalisasi sistem perlindungan sosial (Perlinsos) ke 42 kabupaten/kota di Indonesia mulai Juni 2026, seperti diberitakan Antara News. Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Mira Tayyiba, mengatakan tahap awal uji coba sebelumnya telah dilaksanakan di Banyuwangi, Jawa Timur. Uji coba tersebut berlangsung pada September 2025.

“Mulai Juni nanti, kita akan roll-out (uji coba digitalisasi perlindungan sosial) di 42 kabupaten/kota. Ini skalanya jauh lebih besar 42 kali lipat daripada Banyuwangi,” kata Mira.

Perlinsos Digital sebagai Sistem Terintegrasi

Pemerintah menghadirkan Perlinsos Digital sebagai sistem perlindungan sosial terintegrasi pertama di Indonesia. Sistem tersebut dibangun menggunakan fondasi Infrastruktur Publik Digital atau Digital Public Infrastructure (DPI) yang telah diperbarui.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat dapat mengakses portal perlinsos.kemensos.go.id untuk mendaftarkan diri. Pada uji coba tersebut, sebanyak 350 ribu warga tercatat mendaftar dengan fokus bantuan pada Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Ia menjelaskan cakupan uji coba berikutnya diperkirakan menyasar lebih dari 36 juta penduduk. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 1,1 juta kepala keluarga.

“Semua tercakup mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur, Bali, Nustra (Nusa Tenggara), semua terwakili,” ujar Mira.

Pemerintah Siapkan Infrastruktur Pendukung

Mira menuturkan pemerintah tengah mempersiapkan berbagai aspek pendukung agar implementasi uji coba digitalisasi perlindungan sosial berjalan optimal. Persiapan tersebut mencakup kesiapan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) dan akses internet di wilayah tempat uji coba berlangsung.

“Tantangan bagi kami bukan hanya pertukaran data tetapi juga infrastruktur internet karena semua sudah digitalisasi. Tidak menutup kemungkinan di 42 kota tadi ada yang (infrastrukturnya) sudah bagus, ada yang masih belum,” ujarnya.

Digitalisasi Diharapkan Tingkatkan Ketepatan Bantuan

Diketahui, Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Arief Anshori Yusuf mengatakan digitalisasi pada sistem perlindungan sosial diharapkan dapat meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Arief menyoroti sebagian penerima manfaat mengalami kesulitan mengakses bantuan sosial akibat persoalan administrasi dan data kependudukan. Menurutnya, integrasi data melalui digitalisasi dapat membantu meminimalkan kendala tersebut. Hal ini karena identitas kependudukan seperti KTP dan kartu keluarga akan terhubung dalam satu platform.

“Ada isu administrasi, ada isu kependudukan nah dengan DPI ini bisa diminimalisasi,” kata Arief.

Penutup

Pemerintah berharap perluasan uji coba perlinsos digital dapat meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan sosial di berbagai daerah. Digitalisasi sistem ini juga diharapkan mampu mempermudah proses pendataan dan verifikasi penerima manfaat secara lebih akurat. Selain itu, integrasi data melalui Infrastruktur Publik Digital dinilai dapat membantu mempercepat layanan perlindungan sosial kepada masyarakat.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar nasional, internasional, ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, religi, pariwisata, teknologi, olahraga, blog, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 20 May 2026, 08:00

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri