Mendikdasmen: Sekolah Terintegrasi Perluas Akses Pendidikan di Bintuni

sekolah terintegrasi bintuni
Foto: Antara News
Table of Contents

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengatakan pembangunan sekolah terintegrasi di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat merupakan upaya pemerintah memperluas akses layanan pendidikan. Layanan tersebut diharapkan merata dan berkualitas, seperti diberitakan Antara News.

“Sekolah terintegrasi ini bagian dari perluasan akses pendidikan yang merata dan berkualitas, khususnya di wilayah Papua,” kata Abdul dalam siaran pers yang diterima di Manokwari.

Ia menyebut pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong pelaksanaan program revitalisasi dan pengembangan satuan pendidikan. Hal ini agar anak-anak Papua memperoleh kesempatan belajar yang setara dengan peserta didik di daerah lain.

Luas lahan pembangunan sekolah terintegrasi YPPK Santo Fransiskus Manimeri mencapai delapan hektare dan menjadi kawasan pendidikan terpadu. Kawasan ini mencakup jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

“Nanti dilengkapi fasilitas asrama dan sarana pendukung lainnya untuk menjangkau peserta didik dari distrik terpencil maupun wilayah dengan keterbatasan akses transportasi,” ujarnya.

Konsep dan Pengembangan Sekolah Terintegrasi di Bintuni

Menurut Mendikdasmen, sekolah terintegrasi tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Pendidikan tersebut diharapkan mampu menghasilkan generasi muda berdaya saing tanpa meninggalkan nilai budaya lokal.

Sekolah terintegrasi merupakan konsep yang menggabungkan beberapa jenjang pendidikan dalam satu kawasan. Konsep ini bertujuan untuk meningkatkan pemerataan akses dan mutu layanan pendidikan, terutama di daerah dengan keterbatasan sarana prasarana.

“Anak-anak didik menjadi generasi yang punya daya saing tinggi, tapi tidak melupakan kearifan lokal,” kata Mendikdasmen.

Sementara itu, Ketua Pengurus Sekolah Wilayah Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Teluk Bintuni Pius Matomri menyatakan pihaknya telah menyiapkan lahan. Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kawasan pendidikan terpadu tersebut.

Penguatan sinergisitas dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dengan yayasan diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan sekolah. Sekolah tersebut akan melayani peserta didik dari berbagai wilayah di Kabupaten Teluk Bintuni.

“Pembangunan jenjang SMA dapat dukungan dari Pemkab Teluk Bintuni, sedangkan pembangunan SD dan SMP kami harap ada dukungan dari pemerintah pusat,” ucap Pius.

Penutup

Pembangunan sekolah terintegrasi di Teluk Bintuni menjadi langkah penting dalam memperluas akses layanan pendidikan yang merata dan berkualitas di Papua Barat. Program ini diharapkan mampu memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh anak di daerah tersebut serta meningkatkan kualitas pendidikan daerah.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar pendidikan, nasional, internasional, ekonomi, politik, kesehatan, religi, olahraga, pariwisata, teknologi, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 1 June 2026, 07:00

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri