Dokter spesialis anak dr. Sarah Rafika Nursyirwan, Sp.A, Subsp. Kardio (K) menyampaikan sejumlah gejala yang berisiko infeksi jantung pada anak. Dalam webinar bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang diikuti secara daring dari Jakarta, Sarah mengatakan gejala awal infeksi jantung pada anak kerap samar-samar. Akibatnya, kondisi tersebut sering kali dianggap hanya sebagai flu biasa, seperti diberitakan Antara News.
“Tentu harus kita sosialisasikan. Jangan sampai kalau keluhannya sudah memberat, jangan sampai terlambat dibawa ke dokter. Contohnya bila sesak napasnya makin memberat atau bibir dan kukunya tampak kebiruan, ini artinya perfusi atau aliran darah ke bagian ujung-ujung tubuh jadi terganggu,“ kata Sarah.
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi IDAI itu menyampaikan bahwa anak yang mengalami gejala seperti demam yang tidak kunjung sembuh, lemas, penurunan berat badan, serta penurunan kondisi perlu segera ditelusuri lebih lanjut. Kondisi tersebut dapat mengindikasikan kemungkinan adanya infeksi jantung yang tidak boleh diabaikan.
Kemudian, gangguan jantung mendadak seperti nyeri dada yang lebih berat pada anak, jantung berdebar, hingga pingsan harus menjadi perhatian. Berbagai gejala tersebut perlu diperiksa lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.
“Pada bayi memang gejalanya kadang tidak khas. Tapi tentu salah satunya pemeriksaan yang akan dilakukan dokter, EKG, ekokardiografi (USG jantung), atau rontgen toraks akan lebih mengarahkan apakah ini memang ada penyakit infeksi jantung pada bayi ini, harus segera dibawa periksa,” imbuh dia.
Sarah mengatakan bahwa pada kasus infeksi jantung, kecepatan penanganan menjadi hal yang sangat penting. Penanganan yang cepat dapat sangat membantu menyelamatkan kondisi anak.
Penyebab Infeksi Jantung pada Anak
Infeksi jantung pada anak terjadi terutama karena ada kuman yang menginfeksi jantung. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi karena tubuh bereaksi melalui autoimun atau pembentukan antibodi tertentu akibat adanya infeksi sebelumnya. Antibodi tersebut kemudian menyerang jantung itu sendiri.
Dalam hal ini infeksi jantung pada anak bisa dipicu dari infeksi kulit ataupun infeksi lainnya yang pada awalnya mungkin terlihat seperti infeksi biasa atau ringan. Namun, pada anak yang memiliki daya tahan tubuh rendah atau kondisi tertentu, infeksi tersebut dapat berlanjut dan berkembang lebih serius. Akibatnya, organ-organ vital dapat ikut terinfeksi, termasuk jantung.
Selain itu, juga terdapat yang sebenarnya dapat dipicu oleh kondisi yang kerap familiar, seperti salah satunya karena radang tenggorokan yang tidak dianggap atau disepelekan. Padahal, radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus grup A perlu ditangani secara tuntas. Jika tidak, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi demam reumatik akut atau penyakit jantung rematik.
“Radang tenggorokan ini bukan sesuatu yang sepele ya. Memang paling sering karena virus, tapi kalau ternyata penyebabnya karena kuman Streptococcus dan tidak diobati tuntas, tentunya akan berlanjut ya menjadi kerusakan lebih lanjut ke jantung,” tutur dia.
Jenis dan Pencegahan Infeksi Jantung pada Anak
Infeksi jantung terdiri atas empat jenis penyakit utama. Keempatnya yaitu pericarditis, miokarditis, endokarditis, serta demam reumatik akut atau Rheumatic Heart Disease (RHD/penyakit jantung rematik).
Penyakit infeksi jantung ini, lanjut Sarah, sebagian besar bisa dicegah dengan pengobatan yang tuntas, deteksi dini, serta pencegahan penyakitnya berulang itu. Terutama pada kondisi penyakit jantung rematik itu diberikan antibiotik BPG rutin setiap 3 sampai 4 minggu sekali bahkan sampai seumur hidup.
Kemudian, imunisasi penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah akibat infeksi kuman tertentu. Salah satu manfaatnya adalah membantu melindungi anak dari miokarditis dan perikarditis tuberkulosis.
“Infeksi jantung pada anak ini memang harus dikenali lebih dini karena kita harus melindungi jantung anak karena anak masih akan bertumbuh sampai dia dewasa. Infeksi jantung pada anak sifatnya bisa serius, tapi sebagian besar komplikasinya bisa dicegah dengan pengenalan gejala yang cepat dan penanganan yang tepat,” ujar dia.
Penutup
Infeksi jantung pada anak perlu dikenali sejak dini karena gejalanya sering kali menyerupai penyakit ringan seperti flu biasa. Orang tua perlu mewaspadai tanda-tanda seperti demam yang tidak kunjung sembuh, sesak napas yang semakin berat, nyeri dada, jantung berdebar, hingga pingsan. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius serta menjaga kesehatan jantung anak hingga dewasa.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar kesehatan, nasional, internasional, ekonomi, politik, pendidikan, religi, olahraga, pariwisata, teknologi, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.