Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk digitalisasi bantuan sosial (bansos) dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai upaya memperkuat ekonomi riil. Hal itu juga ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti diberitakan Antara News.
“Teknologi harus menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat UMKM, dan memastikan transformasi digital benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh Indonesia,” kata Meutya.
Hal itu disampaikan Meutya dalam acara Indonesia Summit 2026 di Jakarta Selatan. Ia menyoroti AI yang dinilainya juga akan menjadi katalis bagi pertumbuhan UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
AI Jadi Katalis Pertumbuhan UMKM
Dengan dukungan teknologi digital, pelaku usaha kecil akan memiliki akses pasar yang lebih luas. Selain itu, mereka juga dapat meningkatkan efisiensi operasional serta memperluas usahanya hingga tingkat regional.
Menurut dia, potensi tersebut akan semakin memperkuat proyeksi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mencapai 360 miliar dolar AS pada 2030. Proyeksi tersebut didorong oleh pertumbuhan e-commerce, besarnya jumlah pengguna internet, serta peran UMKM sebagai penggerak utama ekonomi nasional.
“Angka-angka pertumbuhan ekonomi digital harus tercermin dan berdampak bagi masyarakat,” tutur Meutya.
Pemanfaatan AI untuk Digitalisasi Bansos
Meutya mengatakan bahwa pemanfaatan AI untuk bansos membantu dalam mengelola dan menganalisis data penerima secara lebih akurat. Hal tersebut membuat proses verifikasi, pemutakhiran data, hingga pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, tepat sasaran, dan efisien.
“AI membantu pemerintah mengelola dan menganalisis data dengan lebih baik sehingga proses verifikasi, pembaruan data penerima, hingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih akurat,” ujar Meutya.
Meutya menyampaikan digitalisasi bansos akan menjangkau sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 50 juta penerima bantuan di seluruh Indonesia.
Uji Coba di Banyuwangi Tunjukkan Hasil Positif
Uji coba program tersebut, lanjut Meutya, di Kabupaten Banyuwangi telah menunjukkan hasil yang positif. Saat ini pemerintah bersiap melakukan perluasan implementasi ke berbagai daerah.
“Kalau program ini berjalan sesuai rencana, maka ini akan menjadi salah satu program digital inclusion terbesar di kawasan,” kata dia.
Penutup
Pemanfaatan AI untuk bansos dan UMKM menunjukkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pengelolaan data yang lebih akurat, proses penyaluran bantuan sosial dapat berjalan lebih tepat sasaran dan efisien. Di sisi lain, dukungan teknologi digital juga membuka peluang yang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar teknologi, nasional, internasional, ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, religi, olahraga, pariwisata, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.