Pakistanindonesia.com – Hubungan bisnis Indonesia–Pakistan memasuki fase yang menarik. Nilai perdagangan bilateral kedua negara telah mencapai US$4,1 miliar dan tumbuh 23,29 persen dalam lima tahun. Sementara itu, ekspor Indonesia ke Pakistan mencapai US$3,5 miliar pada 2024. Angka tersebut menunjukkan bahwa hubungan ekonomi kedua negara sudah memiliki basis yang cukup besar. Namun, pertanyaan berikutnya jauh lebih penting: seberapa besar bisnis Indonesia dan Pakistan bisa berkembang jika hubungan dagang diperluas?
Jawabannya mulai terlihat dari arah kebijakan terbaru. Pada Januari 2026, Kementerian Perdagangan RI menyebut Indonesia dan Pakistan menindaklanjuti rencana memperluas Indonesia–Pakistan Preferential Trade Agreement atau IP-PTA menjadi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada 2027. Selain itu, pembahasan mencakup perdagangan regional melalui D-8 PTA dan peluang kerja sama sektor jasa, termasuk kesehatan. Dengan demikian, masa depan hubungan bisnis kedua negara berpotensi bergerak melampaui aktivitas ekspor-impor barang.
1. Perdagangan Barang Masih Menjadi Pintu Utama
Peluang pertama tetap berasal dari perdagangan barang. Nilai perdagangan US$4,1 miliar menunjukkan sudah terdapat arus produk yang cukup besar antara kedua negara, sehingga perusahaan baru tidak harus memasuki pasar yang benar-benar kosong. Indonesia memiliki basis kuat pada berbagai produk ekspor, sementara Pakistan juga memiliki komoditas dan produk manufaktur yang dapat masuk ke pasar Indonesia.
Yang berubah adalah cara perusahaan memanfaatkan peluang tersebut. IP-PTA telah memberikan konsesi tarif pada ratusan pos barang, dan protokol perubahan yang diterapkan sejak 2019 meningkatkan cakupan menjadi 279 pos tarif Indonesia dan 320 pos tarif Pakistan. Bagi pelaku usaha, fasilitas perdagangan seperti ini dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika menghitung biaya dan daya saing produk.
2. Masa Depan Tidak Hanya Soal Ekspor
Peluang kedua justru berada di luar pola perdagangan konvensional. Pemerintah Indonesia dan Pakistan pada Januari 2026 membahas perluasan kerja sama jasa, termasuk kemungkinan penyediaan dokter dan perawat Indonesia untuk pasar Pakistan. Ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi kedua negara mulai diarahkan ke sektor yang tidak hanya berbentuk barang fisik.
Bagi dunia usaha, arah tersebut membuka kemungkinan baru seperti jasa profesional, pendidikan, teknologi, kesehatan, konsultasi, hingga layanan digital. Model bisnis lintas negara juga dapat berkembang melalui kemitraan, distribusi, lisensi, dan proyek bersama. Dengan kata lain, perusahaan tidak selalu harus memiliki pabrik atau mengirim kontainer untuk memperoleh peluang dari pasar Pakistan.
3. Kemitraan Bisa Menjadi Model Bisnis Berikutnya
Peluang ketiga adalah membangun kemitraan jangka panjang. Ketika hubungan perdagangan semakin terintegrasi, perusahaan dapat bergerak dari sekadar penjual dan pembeli menjadi distributor, pemasok, mitra produksi, atau bahkan pengembang produk bersama. Model seperti ini membuat hubungan bisnis lebih bergantung pada kemampuan menciptakan nilai daripada sekadar menawarkan harga termurah.
Arah kebijakan kedua negara juga memberikan konteks penting. Selain rencana menuju CEPA, Indonesia dan Pakistan membahas penguatan Joint Trade Committee, promosi perdagangan, pengembangan UMKM, serta harmonisasi standar. Jika agenda tersebut berkembang, pelaku usaha akan membutuhkan lebih banyak informasi mengenai standar produk, mitra lokal, distribusi, dan kebutuhan konsumen sebelum memperbesar ekspansi.
Pasar Pakistan Tetap Menawarkan Tantangan
Namun, membicarakan masa depan bisnis Indonesia–Pakistan tanpa membahas risikonya akan membuat gambarnya tidak lengkap. Pakistan masih menghadapi ketidakpastian ekonomi dan perdagangan global, sementara World Bank pada Juni 2026 memproyeksikan pertumbuhan kawasan yang mencakup Pakistan melambat menjadi 1,6 persen pada 2026, sebelum diproyeksikan pulih pada 2027. Perubahan biaya energi, kondisi perdagangan global, dan gangguan rantai pasok juga dapat memengaruhi keputusan bisnis.
Karena itu, peluang tidak seharusnya diterjemahkan sebagai jaminan keuntungan. Perusahaan yang ingin masuk perlu melihat data perdagangan, regulasi, tarif, biaya logistik, kemampuan calon mitra, serta permintaan aktual. Pakistan Bureau of Statistics sendiri menyediakan statistik perdagangan bulanan, kuartalan, dan tahunan berdasarkan komoditas maupun negara yang dapat digunakan sebagai titik awal riset pasar.
Indonesia–Pakistan Bisa Masuk Babak Baru
Ada alasan mengapa hubungan ini menarik untuk diperhatikan. Nilai perdagangan sudah berada di level miliaran dolar, perjanjian perdagangan telah tersedia, dan pemerintah kedua negara sedang membicarakan perluasan kerja sama menuju CEPA. Pada saat yang sama, ruang kerja sama mulai melebar dari barang menuju jasa dan bentuk kemitraan ekonomi lainnya.
Bagi perusahaan, perubahan tersebut berarti satu hal: pasar tidak lagi cukup dilihat dari besarnya angka perdagangan. Yang lebih penting adalah menemukan celah spesifik yang dapat diisi—apakah sebagai eksportir, distributor, penyedia jasa, pemasok, mitra teknologi, atau pengembang produk bersama. Di titik inilah masa depan bisnis Indonesia–Pakistan akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan membaca peluang secara lebih detail.
Penutup
Masa depan bisnis Indonesia–Pakistan memiliki setidaknya tiga jalur yang relevan: perdagangan barang, ekspansi sektor jasa, dan kemitraan lintas negara. Ketiganya tidak berdiri sendiri karena semakin kuatnya hubungan perdagangan dapat menciptakan kebutuhan baru terhadap distribusi, layanan, teknologi, dan investasi.
Angka US$4,1 miliar menunjukkan hubungan ekonomi kedua negara sudah memiliki fondasi, sementara agenda menuju CEPA menunjukkan adanya upaya untuk memperluasnya. Tantangannya sekarang bukan sekadar meningkatkan nilai perdagangan, tetapi mengubah hubungan tersebut menjadi lebih banyak bisnis bernilai tambah bagi perusahaan Indonesia dan Pakistan.
Sumber Referensi Sah
- Kementerian Perdagangan RI – Pertemuan Wamendag RI dengan Dubes Pakistan untuk Indonesia
https://www.kemendag.go.id/index.php/berita/foto/pertemuan-wamendag-ri-dengan-dubes-pakistan-untuk-indonesia - Kementerian Perdagangan RI – Pertemuan Bilateral Wamendag RI dengan Mendag Pakistan
https://www.kemendag.go.id/berita/foto/pertemuan-bilateral-wamendag-ri-dengan-mendag-pakistan - Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional – Pakistan
https://ditjenppi.kemendag.go.id/bilateral/asiaselatan-tengah-timur/pakistan