Sanggar Ubrug Seniki dari Cilegon, Banten, memperkenalkan seni teater tradisional Indonesia melalui pertunjukan berjudul “Kintir” dalam The 3rd Punjab Maas International Theatre Festival 2026 di Alhamra Arts Center, Lahore, Pakistan. Tujuh seniman muda membawakan kisah tentang sampah plastik dan pencemaran Sungai Cibanten pada 29 Oktober 2026. Penampilan tersebut sekaligus membawa pesan pelestarian lingkungan dan memperkuat diplomasi budaya Indonesia-Pakistan.
Pertunjukan “Kintir” menghadirkan Mahmud, Bahroni, Aman, Dedi, Adi Kurniadi, Inda, dan Suci. Ketujuh seniman tersebut mengangkat kondisi Sungai Cibanten yang dahulu menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar, tetapi kini menghadapi persoalan sampah dan kerusakan lingkungan.
Sanggar Ubrug Seniki Angkat Pencemaran Sungai Cibanten Lewat Teater
Lakon “Kintir” menyampaikan persoalan lingkungan melalui pendekatan seni pertunjukan yang menggabungkan cerita, ekspresi, dan hiburan. Bahroni menjelaskan bahwa istilah kintir merujuk pada sampah serta sisa material yang terbawa arus sungai. Material tersebut dapat merusak ekosistem dan mengganggu kehidupan masyarakat yang bergantung pada sungai.
Pertunjukan ini membawa beberapa pesan penting kepada penonton:
- Krisis sampah plastik: Menggambarkan dampak sampah terhadap kebersihan sungai dan lingkungan.
- Kerusakan ekosistem: Menyoroti perubahan kondisi Sungai Cibanten sebagai sumber kehidupan masyarakat.
- Kesadaran lingkungan: Mengajak masyarakat memahami dampak kebiasaan membuang sampah ke aliran sungai.
Pendekatan tersebut membuat kelompok teater asal Banten menyampaikan isu lingkungan tanpa menghilangkan unsur hiburan dalam pementasan.
Festival Teater Lahore Perkenalkan Seni Indonesia kepada Penonton Internasional
The 3rd Punjab Maas International Theatre Festival berlangsung pada 23–28 Oktober 2026 di Alhamra Arts Center, Lahore. Festival yang diselenggarakan Maas Foundation bersama Alhamra Lahore Arts Council tersebut mempertemukan kelompok teater dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, Pakistan, Kazakhstan, Bangladesh, Norwegia, dan Prancis.
Ratusan penonton menyaksikan penampilan Ubrug Seniki dan memberikan tepuk tangan meriah. Direktur festival Aamir Nawaz juga mengapresiasi kemampuan kelompok tersebut dalam mengangkat persoalan sampah plastik melalui pertunjukan yang menghibur.
Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Islamabad, Rahmat Hindiarta, turut menyaksikan pementasan tersebut. Ia menilai pertunjukan Ubrug Seniki berhasil menyampaikan pesan penting tanpa menghakimi penonton.
Diplomasi Budaya Indonesia-Pakistan Melalui Seni Teater
Keikutsertaan Ubrug Seniki memperlihatkan peran seni tradisional dalam memperkuat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Pakistan. Pertukaran budaya melalui festival internasional juga membuka ruang bagi seniman muda untuk memperkenalkan identitas daerah kepada penonton lintas negara.
Penutup
Pembaca dapat menemukan kisah seniman daerah, pertunjukan tradisional, dan perkembangan kebudayaan Nusantara melalui berbagai artikel di PakistanIndonesia.com.
PakistanIndonesia.com juga menghadirkan cerita tentang hubungan budaya Indonesia dengan negara lain untuk memperkenalkan keberagaman seni sekaligus memperluas wawasan pembaca mengenai diplomasi budaya.