MPLS 2025 resmi dimulai pada Senin, 14 Juli 2025, menandai langkah baru dalam sistem pendidikan Indonesia yang lebih inklusif, ramah, dan bermakna.
Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dulunya identik dengan perpeloncoan dan intimidasi kini dirombak total oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).
Dengan tema nasional “MPLS Ramah”, kegiatan orientasi siswa baru tahun ini menekankan nilai-nilai anti-kekerasan, pembentukan karakter, dan pembelajaran adaptif. MPLS 2025 berlaku untuk semua jenjang pendidikan, dari PAUD hingga SMA dan SLB.
Sekolah Dilarang Lakukan Perpeloncoan: Hanya Guru yang Berhak Mengelola
Salah satu poin terpenting dari kebijakan baru ini adalah pelarangan penuh terhadap praktik pelonco yang kerap dilakukan oleh senior atau OSIS. Menteri Pendidikan menegaskan bahwa MPLS hanya boleh diisi oleh guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan profesional.
Setiap sekolah yang melanggar aturan ini akan dikenakan sanksi administratif hingga pencabutan izin operasional.
Dinas pendidikan di seluruh provinsi kini membuka posko pengaduan untuk siswa dan orang tua agar kejadian pelonco bisa dilaporkan secara cepat.
Jadwal & Struktur Kegiatan MPLS 2025
MPLS 2025 berlangsung selama 5 hari, dari Senin hingga Jumat (14–18 Juli 2025). Kegiatan dirancang agar siswa baru dapat mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, serta penguatan karakter.
Hari | Agenda |
---|---|
Senin | Upacara pembukaan, tur sekolah |
Selasa | Pengenalan kurikulum & tata tertib |
Rabu | Sesi kesehatan mental & fisik |
Kamis | Kegiatan kebangsaan & lingkungan |
Jumat | Expo ekstrakurikuler & refleksi |
Setiap sesi dipandu dengan pendekatan humanis dan interaktif, termasuk penggunaan media digital untuk menyampaikan materi.
Penambahan Materi Bahaya Narkoba & Judi Online
Tahun ini, Kemdikbudristek juga menambahkan modul edukasi tentang bahaya narkoba dan judi online ke dalam kurikulum MPLS. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya kasus keterlibatan remaja dalam aktivitas berisiko tersebut.
Guru dan tenaga kesehatan akan memberikan penyuluhan langsung, didukung oleh bahan ajar digital dan simulasi interaktif.
Fokus pada Pendidikan Karakter dan Adaptasi Sosial
MPLS 2025 bukan hanya soal mengenalkan gedung dan guru, tetapi tentang membangun rasa aman dan percaya diri siswa baru. Pendidikan karakter menjadi fondasi utama, termasuk penanaman nilai:
Toleransi dan keberagaman
Tanggung jawab pribadi dan sosial
Semangat gotong royong
Literasi digital dan etika online
Program ini juga memberi ruang untuk siswa dengan kebutuhan khusus melalui pendekatan inklusif dan diferensiasi.
Sekolah Rakyat dan Teknologi AI untuk Pemetaan Potensi
Di 63 wilayah prasejahtera, pemerintah menjalankan program “Sekolah Rakyat” yang menyertakan MPLS berbasis pemetaan potensi siswa menggunakan AI (talent mapping). Langkah ini bertujuan agar setiap anak didorong sesuai minat dan bakatnya sejak dini.
Kegiatan ini turut melibatkan layanan kesehatan, pemeriksaan gizi, serta konseling gratis bagi siswa dan orang tua.
Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua dan Masyarakat?
Untuk mendukung suksesnya MPLS Ramah 2025:
Awasi kegiatan MPLS di sekolah anak Anda
Libatkan diri dalam sesi orientasi keluarga
Laporkan bila ada tanda pelonco atau kekerasan
Dukung sekolah dalam membangun suasana aman dan sehat
Penutup
MPLS 2025 bukan hanya sekadar tradisi menyambut siswa baru. Ini adalah cermin arah baru pendidikan nasional yang lebih ramah, manusiawi, dan visioner.
Dengan pengawasan ketat dan dukungan dari berbagai pihak, kita dapat memastikan generasi masa depan memulai langkahnya di sekolah dengan penuh semangat dan harapan.
Mau baca berita update lainnya? Simak terus hanya di Pakistan Indonesia.