Festival Geopark Bojonegoro tahun 2025 menjadi sorotan nasional berkat penampilan spektakuler 2.025 penari Api Kayangan yang menargetkan pemecahan Rekor MURI. Acara kolosal ini bukan hanya pertunjukan seni budaya, tetapi juga ajang promosi potensi wisata dan kekayaan tradisi Bojonegoro ke seluruh Indonesia.
Makna Filosofis di Balik Tarian Api Kayangan
Tarian Api Kayangan bukan sekadar tarian tradisional biasa. Pertunjukan ini menjadi simbol semangat kolaborasi, kecintaan terhadap budaya, serta upaya pelestarian warisan lokal.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, Welly Fitrama, menjelaskan bahwa pemilihan angka 2.025 dipilih sebagai penanda tahun pelaksanaan serta tekad Bojonegoro dalam mengangkat budaya lokal ke panggung nasional.
Pemindahan Lokasi ke Stadion Letjen Soedirman
Awalnya dijadwalkan di kawasan wisata Kayangan Api, namun acara dipindahkan ke Stadion Letjen Soedirman untuk alasan teknis dan kapasitas penonton yang lebih besar.
Tarian Api Kayangan akan melibatkan 106 sekolah tingkat SMP, SMA/SMK, serta lima sanggar seni tari di Bojonegoro. Latihan intensif sudah dilakukan sejak dua bulan sebelumnya.
Rangkaian Acara Selama 12 Hari Penuh
Festival Geopark Bojonegoro 2025 berlangsung dari 16–27 Juli. Kegiatan lain mencakup sarasehan budaya, pameran UMKM, talkshow geopark, hingga pertunjukan seni tradisional.
Penampilan ribuan penari ini ditujukan untuk memecahkan Rekor MURI. Tim dari Museum Rekor-Dunia Indonesia akan hadir untuk verifikasi langsung di lapangan.
Partisipasi Masyarakat Tinggi
Antusiasme masyarakat sangat besar. Banyak sekolah dan komunitas terlibat dalam latihan, kostum, musik, dan koreografi, termasuk dukungan dari orang tua peserta.
Pemerintah kabupaten membuka pendaftaran tiket gratis melalui situs resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Media lokal dan nasional turut mendokumentasikan prosesnya.
Festival ini juga memuat pelatihan pengelolaan sampah wisata dan lomba kreasi produk ramah lingkungan sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan.
Menurut Welly Fitrama, festival ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masyarakat bisa melahirkan karya besar yang membanggakan daerah.
Festival Geopark Bojonegoro 2025 menjadi kesempatan langka untuk merayakan kekayaan budaya dan memperkenalkan kearifan lokal ke tingkat yang lebih luas.
Kesimpulan
Festival Geopark Bojonegoro 2025 bukan hanya pertunjukan seni kolosal, tetapi juga wujud nyata komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam melestarikan budaya sekaligus mempromosikan pariwisata lokal. Dengan melibatkan 2.025 penari Api Kayangan dari 106 sekolah dan lima sanggar seni, acara ini berhasil menarik perhatian publik nasional.
Bagi pengunjung dalam maupun luar daerah, Festival Geopark Bojonegoro 2025 menjadi kesempatan unik menyaksikan pertunjukan budaya berskala nasional. Pertunjukan Api Kayangan juga diharapkan menginspirasi daerah lain untuk berani berinovasi dalam mempromosikan kearifan lokal.
Jika Anda ingin menjadi saksi sejarah, pastikan tidak melewatkan acara spektakuler ini yang sarat makna, edukasi, dan kebanggaan bagi masyarakat Bojonegoro.
Untuk berita update dan informasi menarik lainnya, baca hanya di Pakistan Indonesia. Tetap bersama kami untuk kabar terbaru seputar budaya, wisata, dan peristiwa nasional.