Indonesian Medica membuka akses produk kesehatan Indonesia ke pasar Pakistan melalui keikutsertaan dalam Health Asia Expo & Conference 2026 di Karachi. Paviliun Indonesia mempertemukan perusahaan nasional dengan importir, distributor, produsen alat kesehatan, rumah sakit, dan asosiasi industri Pakistan. Rangkaian pertemuan tersebut berlanjut pada penandatanganan tiga nota kesepahaman dengan nilai indikatif proyeksi transaksi US$625 juta.
Indonesian Medica Perluas Akses Produk Kesehatan Indonesia
KJRI Karachi memfasilitasi Indonesian Medica sebagai paviliun Indonesia dalam Health Asia Expo & Conference 2026 pada 10-12 September 2026. Indonesia berstatus sebagai Country Partner dalam pameran yang berlangsung di Karachi Expo Centre tersebut.
KJRI Karachi mempertemukan pelaku industri Indonesia dengan berbagai calon mitra Pakistan. Pertemuan tersebut mencakup:
- importir alat kesehatan;
- distributor produk medis;
- produsen perangkat kesehatan;
- rumah sakit;
- asosiasi industri kesehatan.
Indonesian Medica membantu perusahaan Indonesia memahami karakter pasar Pakistan. Paviliun tersebut juga membuka ruang bagi perusahaan untuk menemukan mitra dan membangun hubungan bisnis jangka panjang.
Tiga MoU Indonesian Medica Capai Proyeksi Transaksi US$625 Juta
Rangkaian Indonesian Medica menghasilkan tiga MoU antara pelaku usaha Indonesia dan Pakistan. Tiga kesepakatan tersebut memiliki nilai indikatif proyeksi transaksi gabungan sebesar US$625 juta.
Tiga kerja sama tersebut melibatkan:
- HIPELKI dengan Healthcare Devices Association of Pakistan (HDAP);
- PT Borden Eagle Indonesia dengan Muller & Phipps Pakistan;
- PT Tele Sehat Indonesia dengan Educast Global Pakistan.
HIPELKI dan HDAP membangun kerja sama yang mencakup business matching, akses pasar, pertukaran informasi regulasi, penelitian dan pengembangan, transfer teknologi, manufaktur, serta digital health.
Pasar Alat Kesehatan Pakistan Masih Bergantung Impor
Pakistan menawarkan ruang pasar bagi produsen kesehatan asing karena sektor alat kesehatan masih memiliki ketergantungan impor yang tinggi. Pasar alat kesehatan Pakistan bernilai sekitar US$700 juta dengan tingkat ketergantungan impor sekitar 90 persen.
Sektor farmasi Pakistan juga membutuhkan pasokan dari luar negeri. Sektor tersebut diproyeksikan mencapai US$6,6 miliar pada 2030, sedangkan kebutuhan bahan baku obat impor mencapai sekitar 85 persen.
Health Asia Expo 2026 mempertemukan lebih dari 200 peserta pameran dari 29 negara dan menghadirkan lebih dari 600 stan. Penyelenggara juga memperkirakan nilai bisnis pameran dapat melampaui US$100 juta selama tiga hari penyelenggaraan.
Indonesian Medica membawa hubungan dagang tersebut ke tahap yang lebih konkret melalui tiga MoU. Kesepakatan tersebut mencakup kerja sama kelembagaan, kemitraan antarbisnis, dan pengembangan solusi kesehatan digital.
Kerja sama Indonesia-Pakistan tersebut menunjukkan bahwa pameran kesehatan dapat menjadi pintu masuk bagi pembentukan hubungan bisnis. Tindak lanjut melalui business matching, transfer teknologi, manufaktur, dan kerja sama digital menjadi bagian dari agenda setelah pelaksanaan Health Asia 2026.
Penutup
Pembaca dapat mengikuti perkembangan industri kesehatan, perdagangan internasional, dan kerja sama Indonesia dengan negara lain melalui artikel terbaru PakistanIndonesia.com. Informasi tersebut dapat menjadi referensi untuk memahami perkembangan sektor industri Indonesia di pasar global.
PakistanIndonesia.com juga menghadirkan berbagai artikel mengenai ekonomi, teknologi, kesehatan, dan perkembangan internasional. Pembaca dapat mengikuti artikel lainnya untuk mendapatkan informasi terbaru dengan pembahasan yang lebih beragam.