Kementrans Siap Bantu Petani Karet Tingkatkan Produktivitas-Pendapatan

petani karet
Foto: Antara News
Table of Contents

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mengungkapkan bahwa Kementerian Transmigrasi (Kementrans) siap membantu petani karet. Bantuan tersebut difokuskan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka, seperti diberitakan Antara News.

“Petani karet ini jumlahnya sekitar 2,1 juta kepala keluarga seluruh Indonesia yang sebagian besar tersebar di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Sebagian besar berada di kawasan transmigrasi. Jadi ini menjadi hal penting dan menjadi tanggung jawab kami agar bagi warga transmigrasi yang ada di kawasan transmigrasi atau di eks kawasan transmigrasi itu bisa meningkat pendapatannya, bisa sejahtera,” ujar Viva Yoga dalam acara Rembug Tani di Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Kolaborasi Lintas Kementerian untuk Tingkatkan Produktivitas Petani Karet

Untuk itu, lanjutnya, perlu ada kolaborasi dan sinergi dengan seluruh kementerian, terutama dengan kementerian teknis lainnya seperti Kementerian Pertanian, BRIN, dan Kementerian Pekerjaan Umum. Tujuannya agar pendekatan kebijakan yang komprehensif dapat dibuat untuk meningkatkan produktivitas petani, sehingga pendapatan dapat meningkat dan kualitas sadapan menjadi lebih baik, sekaligus memberikan nilai tambah. Selain itu, diperlukan juga proses industrialisasi yang berbasis kepada petani karet rakyat. Hal ini agar mereka memiliki nilai tambah dan dapat berkembang dengan lebih baik.

“Dari zaman dahulu, karet adalah komoditas primadona, sampai sekarang juga menjadi primadona karena karet sudah menjadi komoditas ekspor. Indonesia menjadi negara eksportir terbesar nomor dua setelah Thailand,” kata Viva Yoga.

Tantangan dan Upaya Peremajaan Perkebunan Karet Rakyat

Namun terdapat kendala, katanya, dengan jumlah petani karet yang lebih banyak petani karet rakyat sekitar 90 persen dibanding dengan milik BUMN dan swasta. Ini ternyata ada kendala. Kendala pertama, menurut dia, petani perlu replanting atau peremajaan karena produksinya sudah turun. Hal ini disebabkan usia pohon karetnya sebagian besar sudah lebih dari 25 tahun. Kemudian yang kedua, perlu ada program intensifikasi untuk perkebunan karet. Program tersebut dilakukan melalui pemupukan, pembangunan jaringan, dan lain sebagainya. Ketiga, ujarnya, perlu ada riset yang memungkinkan agar nanti ada bibit baru dalam rangka untuk keperluan peningkatan produktivitas pohon karet sehingga semuanya itu menjadi sangat penting.

Menurut Viva Yoga, pemerintah dulu pernah menggaungkan Gerakan Nasional (Gernas) Karet. Hal ini sebagaimana ada gerakan nasional untuk kakao, Gernas Kopi, dan Gernas Karet.

“Kami bersama dengan asosiasi dan seluruh petani karet akan terus untuk bisa memaksimalkan produktivitas karet sehingga bisa menghasilkan devisa negara,” katanya.

Penutup

Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani karet di seluruh Indonesia. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat sektor perkebunan rakyat sekaligus meningkatkan kontribusi karet sebagai komoditas ekspor unggulan nasional.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar ekonomi, nasional, internasional, politik, pendidikan, kesehatan, religi, olahraga, pariwisata, teknologi, blog, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 26 May 2026, 07:00

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri