Perkuat Tata Kelola Risiko Pariwisata, Kemenko Perekonomian dan PT Jasaraharja Putera Kokohkan Kolaborasi

tata kelola risiko pariwisata
Foto: Dok. Istimewa
Table of Contents

Dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata nasional, keselamatan dan keamanan menjadi fondasi utama. Namun dari peringkat safety and security, Indonesia berada di posisi ke-54 berdasarkan Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2024, seperti diberitakan MetroTV News.

Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berkolaborasi dengan PT Jasaraharja Putera menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pilot Project Labuan Bajo bertema “Penguatan Tata Kelola Risiko melalui Pengembangan Ekosistem Asuransi Pariwisata untuk Membangun Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan di Labuan Bajo”. Kegiatan ini digelar di Golo Mori Convention Center, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 21 April 2026. Upaya ini menjadi langkah strategis dalam merumuskan model pengelolaan risiko pariwisata yang terintegrasi dan dapat direplikasi secara nasional.

Beragam isu strategis dibahas, mulai dari kondisi eksisting pariwisata Labuan Bajo, tantangan perlindungan risiko, hingga peluang pengembangan skema asuransi yang adaptif dan inklusif. Langkah ini merupakan pengejawantahan amanah Undang-Undang Kepariwisataan serta Peraturan Menteri Pariwisata No. 6 Tahun 2025 yang mengatur klasifikasi usaha berdasarkan tingkat risiko. Pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap keamanan dan kenyamanan wisata.

Penguatan Ekosistem Asuransi untuk Tata Kelola Risiko Pariwisata

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Dida Gardera, menekankan bahwa pengembangan ekosistem asuransi pariwisata merupakan langkah konkret dalam menjalankan regulasi tersebut. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, industri, dan otoritas setempat. Sinergi ini menjadi prasyarat terciptanya pariwisata yang aman dan berkualitas di Labuan Bajo.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Manggarai Barat menekankan pentingnya kehadiran ekosistem yang mampu menjamin keamanan dan kenyamanan wisata. Hal ini dinilai sebagai daya ungkit peningkatan kualitas destinasi dan industri pariwisata di wilayah tersebut. Ia juga mengapresiasi komitmen PT Jasaraharja Putera dalam memperkuat supply chain dan ekosistem pariwisata melalui skema asuransi wisata.

Apresiasi tersebut menjadi respons atas langkah PT Jasaraharja Putera. Direktur Utama Jasaraharja Putera, Abdul Haris, menegaskan kesiapan perusahaan untuk memperkuat literasi risiko bagi pelaku industri. Selain itu, ia juga menyampaikan komitmen untuk mengembangkan produk asuransi yang adaptif sesuai karakteristik destinasi.

“Dengan semangat melayani sepenuh hati, kami berkomitmen menghadirkan perlindungan yang tidak hanya komprehensif, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi masyarakat dan wisatawan,” ujar Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris.

MoU dan PKS Perkuat Kolaborasi Pariwisata Berbasis Risiko

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Jasaraharja Putera dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Penandatanganan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pengelolaan risiko sektor pariwisata. Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan menghadirkan perlindungan asuransi public liability yang komprehensif.

FGD ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang akan dituangkan dalam bentuk regulasi untuk memperkuat tata kelola risiko melalui pengembangan skema asuransi yang inklusif. Skema ini diharapkan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha wisata, perbankan, serta wisatawan. Melalui inisiatif ini, Labuan Bajo diharapkan menjadi pilot project yang dapat direplikasi di berbagai destinasi prioritas lainnya di Indonesia.

Penutup

Penguatan tata kelola risiko pariwisata menjadi langkah penting. Langkah ini meningkatkan kualitas dan keamanan destinasi wisata nasional. Kolaborasi pemerintah dan industri diharapkan memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global. Selain itu, pengembangan ekosistem asuransi pariwisata menjadi fondasi penting. Hal ini menciptakan pengalaman wisata yang lebih aman dan berkelanjutan.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar pariwisata, ekonomi, pendidikan, olahraga, internasional, nasional, politik, kesehatan, teknologi, seni budaya, religi, dan otomotif di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 22 April 2026, 08:49

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri