Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti segera membentuk tim untuk mempelajari dan mengevaluasi kembali buku-buku ajar yang saat ini digunakan sekolah-sekolah, seperti diberitakan Antara News.
Perintah tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam rapat terbatas yang berlangsung lebih dari dua jam di Istana Merdeka, Jakarta. Rapat itu juga dihadiri Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Prabowo Perintahkan Pembentukan Tim Evaluasi Buku Ajar Sekolah
“Beliau (Mendikdasmen) diberi tugas (oleh Presiden) untuk sesegera mungkin membentuk tim untuk mempelajari buku ajar atau buku pelajaran bagi seluruh peserta didik kita, yang harus disesuaikan dengan perkembangan zaman, perkembangan teknologi. Kita tidak ingin kalah dengan buku-buku pelajaran dari luar,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi yang juga Juru Bicara Presiden saat jumpa pers bersama Mendikdasmen Abdul Mu’ti setelah rapat di pelataran Istana Merdeka, Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut Presiden Prabowo menyoroti berbagai persoalan terkait pendidikan. Mulai dari infrastruktur dan revitalisasi sekolah hingga kesejahteraan para guru menjadi perhatian dalam pembahasan itu.
“Saya ingin menggarisbawahi bahwa diskusi hampir dua jam lebih, betul-betul pemerintah dan Bapak Presiden sangat concern terhadap masalah pendidikan baik mengenai infrastrukturnya, kemudian peningkatan (kesejahteraan dan kualitas) gurunya,” ujarnya.
Abdul Mu’ti Laporkan Revitalisasi Sekolah dan Program Pendidikan
Menteri Abdul Mu’ti menjelaskan sejumlah hal yang dilaporkannya kepada Presiden Prabowo. Di antaranya terkait perkembangan revitalisasi sekolah, kesejahteraan dan peningkatan kualitas guru, penyaluran papan tulis pintar (IFP), serta penyelenggaraan sekolah terintegrasi. Ia menyampaikan untuk tahun 2026 ada 11.744 satuan pendidikan yang dialokasikan untuk direvitalisasi.
“Sekarang yang revitalisasi tahun 2026 sudah mulai berjalan, sudah 70 persen dari alokasi 11.744 itu, dan sudah mulai dikerjakan, bahkan beberapa di bulan Juli dan Agustus sudah bisa selesai dan sudah bisa diresmikan untuk memulai tahun pelajaran tahun 2026-2027,” katanya.
Manfaat Revitalisasi Sekolah Dirasakan Masyarakat
Menurut dia, revitalisasi itu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat mengingat sekian puluh tahun banyak sekolah rusak dan tidak direnovasi.
“Kami berkunjung ke daerah-daerah, terutama daerah 3T, mereka sangat berterima kasih karena walaupun sebenarnya sesuai dengan undang-undang tanggung jawab pembangunan itu ada pada pemerintah daerah, tetapi karena komitmen Bapak Presiden untuk peningkatan mutu pendidikan, kami revitalisasi sekolah-sekolah itu, baik sekolah negeri maupun swasta, dan itu kami selenggarakan di seluruh Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti.
Penutup
Perintah Presiden Prabowo kepada Mendikdasmen untuk membentuk tim evaluasi buku ajar sekolah menjadi salah satu langkah yang dibahas dalam rapat terbatas terkait pendidikan di Istana Merdeka. Evaluasi tersebut ditujukan agar buku pelajaran yang digunakan peserta didik dapat menyesuaikan perkembangan zaman dan teknologi. Selain itu, pemerintah juga terus mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui revitalisasi sekolah, peningkatan kualitas guru, penyaluran papan tulis pintar (IFP), dan penyelenggaraan sekolah terintegrasi.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar pendidikan, nasional, internasional, ekonomi, politik, kesehatan, religi, olahraga, pariwisata, teknologi, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.