Stok Pupuk Aman, Purbaya Ungkap Indonesia Siap Ekspor

stok pupuk aman
Foto: MetroTV News
Table of Contents

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan stok pupuk nasional dalam kondisi aman, bahkan siap untuk ekspor di tengah krisis produksi pupuk yang melanda sejumlah negara akibat konflik di Timur Tengah, seperti diberitakan MetroTV News. Mekanisme subsidi pupuk yang diberikan di awal turut membantu meringankan beban produsen, sehingga kinerja produksi pupuk nasional tetap bertahan.

“Karena kita bayar subsidi pupuk di depan, lebih dari Rp20 triliun di awal tahun. Jadi cost of capital mereka turun, tidak perlu pinjam ke bank,” kata Purbaya dalam taklimat media di Jakarta.

Skema Subsidi Pupuk di Awal Tahun

Sebagai informasi, pemerintah menerapkan skema pembayaran subsidi pupuk di muka untuk pengadaan bahan baku. Dana tersebut diberikan sebelum proses produksi dan penyaluran, berdasarkan selisih antara harga komersial dan Harga Eceran Tertinggi (HET). Dengan skema tersebut, Menkeu menilai produsen bisa beroperasi lebih cepat dan efisien.

“Mereka bisa beroperasi dengan cepat dan lebih efisien. Kalau punya duit kan gampang beli ini, beli itu. Sehingga kita sekarang produksinya, kata Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman), sudah tinggi dan bahkan siap ekspor ketika dunia lagi pusing di pupuk,” ujar Purbaya.

Krisis Global Ganggu Pasokan Pupuk Dunia

Purbaya menjelaskan kondisi produksi pupuk Indonesia berbanding terbalik dengan sejumlah negara lain yang terdampak konflik geopolitik. Ketegangan konflik Iran dan Amerika Serikat telah mengganggu rantai pasok global. Gangguan jalur distribusi di Selat Hormuz serta lonjakan harga gas alam menyebabkan biaya produksi pupuk, khususnya urea, meningkat tajam di banyak negara. Hal ini memicu kelangkaan pupuk di pasar global.

“Padahal kita mikirnya (krisis) BBM (bahan bakar minyak) aja, tapi di World Bank dan IMF juga disebutkan pupuk,” ungkap Menkeu.

Permintaan Impor Pupuk Mengalir ke Indonesia

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan terdapat permintaan impor pupuk urea dari empat negara, yakni India, Australia, Filipina, dan Brasil, di tengah dinamika pasokan global. Ia menyebut India telah mengajukan permintaan sekitar 500 ribu ton pupuk urea. Sementara Australia menyepakati pengiriman tahap awal sebesar 250 ribu ton.

Penutup

Kondisi stok pupuk nasional yang aman menunjukkan kebijakan subsidi di awal tahun berdampak positif pada produksi dalam negeri. Kebijakan ini tidak hanya menjaga stabilitas pasokan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di tengah krisis pupuk global. Situasi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk masuk ke pasar ekspor.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar ekonomi, nasional, internasional, politik, pendidikan, kesehatan, religi, olahraga, pariwisata, teknologi, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 25 April 2026, 08:35

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri