UNAND Teliti Potensi Tanaman Lokal untuk Obat Diabetes dan Hipertensi

tanaman lokal
Foto: Antara News
Table of Contents

Tim peneliti dari Universitas Andalas (UNAND) Sumatera Barat (Sumbar) meneliti potensi tanaman lokal untuk menciptakan obat penyakit diabetes dan hipertensi. Kedua penyakit ini biasanya terjadi bersamaan sekaligus menjadi penyebab komplikasi jangka panjang bagi penderita, seperti diberitakan Antara News.

“Penelitian ini berfokus pada kombinasi tiga tanaman obat tradisional yang telah dikenal luas di Indonesia yaitu kulit manis, ciplukan dan bawang Dayak,” kata Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UNAND Prof Fauzan Azima di Kota Padang.

Kombinasi ekstrak dari ketiga tanaman ini dikembangkan berdasarkan kandungan senyawa bioaktif di dalamnya. Senyawa tersebut meliputi polifenol, flavonoid, antosianin, dan organosulfur yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.

Hubungan Diabetes dan Hipertensi serta Risiko Komplikasinya

Prof Fauzan menjelaskan penyakit diabetes dan hipertensi merupakan dua penyakit metabolik yang berkaitan satu sama lain. Keduanya dapat memicu stres oksidatif, peradangan kronis dan disfungsi organ apabila diderita bersamaan dalam waktu yang lama.

“Kondisi komplikasi ini diketahui dapat meningkatkan risiko dari kerusakan organ penting seperti pankreas, ginjal, jantung hingga pembuluh darah,” ujar dia.

Tanaman Lokal sebagai Alternatif Pengobatan Diabetes dan Hipertensi

Ia menjelaskan senyawa alami yang terkandung dalam tanaman obat saat ini semakin banyak dieksplorasi sebagai alternatif pengobatan. Sebab, senyawa tersebut bisa mengatur keseimbangan metabolisme dan memiliki efek samping yang minimum dibandingkan dengan penggunaan obat sintetis dalam jangka panjang.

“Kekayaan alam Indonesia memberikan peluang besar bagi pengembangan alternatif obat berbahan baku alami,” ujarnya.

Hasil Penelitian Kombinasi Kulit Manis, Ciplukan, dan Bawang Dayak

Ia mengungkapkan hasil penelitian membuktikan bahwa pemberian kombinasi ekstrak kulit manis, ciplukan, dan bawang Dayak mampu menormalkan glukosa darah dan tekanan darah secara bersamaan. Hal ini terjadi pada hewan uji dengan komplikasi diabetes dan hipertensi.

Menariknya, tekanan darah pada hewan uji komplikasi diabetes dan hipertensi lebih cepat kembali ke angka normal dibandingkan hewan uji hipertensi saja. Selain itu, ekstrak kombinasi ini juga mengurangi peradangan sistemik serta melindungi kerusakan pada organ pankreas dan ginjal.

Potensi Pengembangan dan Penelitian Lanjutan

Ia mencatat bahwa kombinasi dari beberapa tanaman obat dapat memberikan efek terapeutik yang lebih luas. Hal ini karena keragaman senyawa bioaktif mampu menargetkan beberapa jalur patologis secara simultan.

“Penelitian tanaman obat tradisional ini sangat penting, tidak hanya untuk mendukung bukti ilmiah dari efek terapeutik, tetapi juga mendukung pengembangan alternatif pengobatan alami berbahan baku lokal,” ujarnya.

Terakhir, penelitian kolaborasi yang melibatkan profesor Universitas Negeri Malang, Universitas Jambi, dan mahasiswa UNAND tersebut diharapkan adanya penelitian lanjutan. Penelitian ini diperlukan untuk mengetahui mekanisme, keamanan, dan aplikasi tahap klinis dari kombinasi tanaman obat tersebut sebelum diimplementasikan pada manusia secara luas.

Penutup

Penelitian yang dilakukan tim Universitas Andalas (UNAND) menunjukkan bahwa pemanfaatan tanaman lokal memiliki potensi besar dalam pengembangan obat berbasis bahan alami. Kombinasi kulit manis, ciplukan, dan bawang Dayak terbukti memberikan efek positif terhadap penanganan diabetes dan hipertensi pada tahap uji hewan. Temuan ini sekaligus memperkuat pentingnya eksplorasi kekayaan hayati Indonesia untuk kebutuhan kesehatan masa depan.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar kesehatan, nasional, internasional, ekonomi, politik, pendidikan, religi, olahraga, pariwisata, teknologi, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 30 May 2026, 07:00

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri