Aksi demo buruh kembali digelar di kawasan Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, pada Senin (17/11/2025). Berdasarkan laporan Detikcom, iNews.id, dan SinPo.id, aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari 1.963 personel gabungan yang disiagakan oleh Polri dan jajaran terkait. Unjuk rasa tersebut diperkirakan melibatkan ratusan peserta dari berbagai serikat pekerja.
Aparat memastikan bahwa seluruh personel yang diturunkan tidak dibekali senjata api, sebagai bentuk pendekatan humanis untuk menjaga ketertiban selama unjuk rasa berlangsung. Polisi menegaskan bahwa tugas utama pengamanan adalah memastikan aspirasi buruh tersampaikan tanpa memicu kericuhan.
Latar Belakang Demo Buruh
Aksi demonstrasi ini digelar sebagai respons terhadap sejumlah kebijakan ketenagakerjaan yang dianggap belum berpihak kepada pekerja. Berdasarkan laporan media lokal yang valid, terdapat beberapa gagasan utama yang mendorong buruh turun ke jalan:
- Tuntutan perbaikan kebijakan upah minimum — Buruh menilai formula penetapan UMP yang berlaku belum memenuhi standar kebutuhan hidup layak.
- Penolakan terhadap praktik outsourcing tertentu — Dinilai memperburuk kesejahteraan pekerja karena kurangnya kepastian kerja.
- Perlindungan terhadap hak-hak buruh — Termasuk jaminan sosial, kepastian kontrak, serta pengawasan ketenagakerjaan yang lebih efektif.
- Peninjauan ulang kebijakan ketenagakerjaan — Buruh menilai sejumlah aturan masih memberikan celah eksploitasi tenaga kerja.
Tuntutan ini secara konsisten muncul dalam berbagai aksi sebelumnya dan kembali menjadi perhatian dalam demonstrasi di Monas.
Pengamanan 1.963 Personel Gabungan
Menurut laporan Detikcom, polisi menerjunkan 1.963 personel gabungan untuk mengamankan jalannya demonstrasi. Personel berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan unit pendukung lainnya. Aparat disebar di berbagai titik strategis seperti jalur masuk Monas, lokasi berkumpulnya massa, serta sejumlah ruas jalan yang berpotensi padat.
iNews.id menambahkan bahwa aparat diberi instruksi khusus untuk tidak membawa senjata api, menegaskan bahwa pengamanan menitikberatkan pada upaya persuasif. Media SinPo.id turut mengonfirmasi bahwa rekayasa lalu lintas disiapkan apabila massa terus bertambah.
Imbauan Kepolisian kepada Massa
Aparat mengimbau massa aksi untuk tidak melakukan tindakan provokatif seperti:
- pelemparan benda,
- pembakaran ban,
- perusakan fasilitas publik.
Polisi juga mengingatkan orator agar menjaga ucapan dan menghindari narasi yang dapat memicu emosi massa. Warga yang hendak melintasi kawasan Monas disarankan mengambil jalur alternatif untuk menghindari kepadatan.
Dinamika Lapangan & Respons Publik
Dari laporan media yang valid, aksi berjalan cukup kondusif. Masyarakat memberikan beragam respons: sebagian mendukung perjuangan buruh untuk kesejahteraan, sementara sebagian lainnya menyoroti potensi kemacetan dan gangguan aktivitas.
Pihak kepolisian dan perwakilan buruh terus membuka ruang komunikasi untuk memastikan aksi berlangsung damai. Koordinasi antara aparat dan massa dinilai menjadi faktor utama keberhasilan unjuk rasa tanpa insiden besar.
Aksi demo buruh di Monas yang dikawal hampir dua ribu personel kembali menegaskan pentingnya ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai. Dengan pendekatan humanis, kepolisian berupaya memastikan agar unjuk rasa tetap kondusif dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Untuk mengikuti perkembangan berita terkini mengenai isu sosial dan ketenagakerjaan, pembaca dapat mengunjungi PakistanIndonesia.com dan membaca berbagai laporan terbaru lainnya.
Referensi




