Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Melonguane, Terasa hingga Sulut–Ternate, Berpotensi Tsunami?

Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Melonguane dan terasa hingga Sulut–Ternate, BMKG memastikan tidak berpotensi tsunami. Sumber gambar: Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG

Bagikan

Gempa bumi berkekuatan besar kembali mengguncang wilayah Indonesia bagian timur. Gempa magnitudo 7,1 yang berpusat di Melonguane, Kepulauan Talaud, terjadi pada Sabtu malam dan langsung dirasakan oleh masyarakat di Sulawesi Utara hingga Maluku Utara.

Getaran kuat yang berlangsung beberapa detik sempat memicu kepanikan warga di sejumlah daerah. Pertanyaan yang langsung muncul di tengah masyarakat adalah apakah gempa besar ini berpotensi memicu tsunami, mengingat lokasinya berada di laut dan memiliki magnitudo tinggi.

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Melonguane

Gempa terjadi pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 21.58 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 52 kilometer tenggara Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, dengan kedalaman sekitar 17 kilometer.

Kedalaman gempa yang relatif dangkal membuat getaran terasa kuat dan menyebar luas. Wilayah Kepulauan Talaud menjadi daerah yang paling dekat dengan episentrum, namun guncangan juga dirasakan hingga daratan utama Sulawesi Utara dan sebagian Maluku Utara.

Secara tektonik, kawasan ini memang dikenal aktif karena berada di pertemuan sejumlah lempeng besar. Aktivitas gempa dengan kekuatan signifikan bukan kali pertama terjadi, namun magnitudo 7,1 tergolong besar dan cukup jarang dirasakan oleh masyarakat dalam waktu dekat.

Getaran Terasa hingga Sulut dan Ternate

Laporan masyarakat menyebutkan getaran terasa jelas di berbagai wilayah, seperti Manado, Bitung, Minahasa Utara, Kepulauan Sitaro, hingga Ternate dan Morotai. Sejumlah warga mengaku merasakan ayunan bangunan dan getaran lantai yang cukup kuat.

Di beberapa daerah, warga sempat keluar rumah untuk menghindari risiko tertimpa benda jatuh. Meski menimbulkan kepanikan sementara, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan berat maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun guncangan terasa luas, dampak langsung di permukaan relatif terkendali. Pemerintah daerah tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada kerusakan infrastruktur vital.

Berpotensi Tsunami atau Tidak?

Besarnya magnitudo gempa kerap memunculkan kekhawatiran akan potensi tsunami. Namun berdasarkan hasil analisis parameter gempa, gempa magnitudo 7,1 di Melonguane tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Faktor yang menjadi pertimbangan utama adalah mekanisme sumber gempa dan pergerakan dasar laut. Tidak semua gempa besar di laut otomatis memicu tsunami, karena diperlukan pergeseran vertikal dasar laut dalam skala tertentu.

Meski demikian, masyarakat pesisir tetap diimbau untuk selalu waspada dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Informasi resmi dari otoritas terkait menjadi rujukan utama dalam kondisi seperti ini.

Waspada Gempa Susulan

Gempa besar umumnya diikuti oleh aktivitas gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil. Gempa susulan ini bisa terjadi dalam hitungan jam hingga beberapa hari setelah gempa utama.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk memastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali beraktivitas normal. Jika terdapat retakan atau kerusakan struktur, warga disarankan menjauh sementara demi keselamatan.

Selain itu, kesiapsiagaan keluarga juga menjadi hal penting. Menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar seperti air minum, makanan ringan, obat-obatan, senter, dan dokumen penting dapat membantu menghadapi situasi darurat.

Peristiwa gempa magnitudo 7,1 yang mengguncang Melonguane menjadi pengingat bahwa Indonesia merupakan wilayah dengan aktivitas seismik tinggi. Edukasi kebencanaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko ketika gempa besar terjadi.

Ikuti terus berita terkini seputar gempa bumi, bencana alam, dan isu nasional lainnya di PakistanIndonesia.com. Dengan informasi yang akurat dan tepercaya, masyarakat diharapkan dapat lebih siap dan tenang menghadapi situasi darurat di masa mendatang.

Ayo Menelusuri