Hubungan ekonomi Indonesia dan Pakistan memasuki fase baru. Pemerintah kedua negara mendorong percepatan perubahan Indonesia–Pakistan Preferential Trade Agreement (IP-PTA) menjadi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Perjanjian ini disiapkan sebagai fondasi kerja sama dagang yang lebih luas dan strategis.
Percepatan tersebut menguat setelah kunjungan Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri ke Pakistan. Dalam pertemuan bilateral, Indonesia menegaskan komitmen untuk memperdalam kerja sama ekonomi. Pakistan dipandang sebagai mitra penting di kawasan Asia Selatan dengan potensi pasar yang besar.
Percepatan CEPA Indonesia Pakistan Jadi Agenda Utama
Transformasi IP‑PTA menjadi CEPA Indonesia Pakistan dinilai sebagai langkah strategis untuk menyesuaikan kerja sama dagang dengan perkembangan ekonomi global. Melalui CEPA, kedua negara tidak hanya menargetkan penurunan tarif perdagangan, tetapi juga penyederhanaan prosedur, peningkatan akses pasar, serta perlindungan yang lebih baik bagi investor.
Pemerintah Indonesia memandang Pakistan sebagai pasar potensial dengan jumlah penduduk besar dan kebutuhan impor yang terus meningkat. Sebaliknya, Pakistan melihat Indonesia sebagai mitra strategis di Asia Tenggara dengan basis industri dan komoditas yang kuat. Oleh karena itu, CEPA diharapkan menjadi instrumen utama untuk mendorong pertumbuhan perdagangan bilateral secara berkelanjutan.
Peran Wamendag Roro dalam Diplomasi Dagang
Dalam kunjungan kerjanya ke Pakistan, Wamendag Roro melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Perdagangan Pakistan dan Ibu Negara Pakistan. Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan hubungan dagang, peningkatan investasi, hingga kerja sama sosial dan pemberdayaan perempuan.
Diplomasi dagang yang dilakukan Wamendag Roro menegaskan peran aktif Indonesia dalam membangun kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan. Pemerintah Indonesia mendorong agar komunikasi antarnegara tidak hanya berhenti pada tataran kebijakan, tetapi juga menghasilkan implementasi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh dunia usaha.
Pembentukan Joint Trade Committee Perkuat Koordinasi
Sebagai langkah konkret penguatan kerja sama, Indonesia dan Pakistan sepakat membentuk Joint Trade Committee (JTC). Komite ini dirancang sebagai forum resmi untuk membahas berbagai isu perdagangan secara rutin, menyelesaikan hambatan teknis, serta mengoordinasikan langkah-langkah strategis menuju penyelesaian CEPA.
Keberadaan JTC diharapkan dapat mempercepat proses negosiasi dan memastikan setiap kesepakatan berjalan efektif. Melalui mekanisme ini, kedua negara memiliki saluran komunikasi yang lebih terstruktur dalam mengelola hubungan dagang dan merespons dinamika ekonomi global.
Sawit dan Komoditas Strategis Jadi Andalan
Minyak kelapa sawit menjadi salah satu komoditas utama dalam hubungan dagang Indonesia dan Pakistan. Indonesia menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga pasokan ekspor sawit ke Pakistan, meskipun di dalam negeri tengah dijalankan berbagai kebijakan energi berbasis biodiesel.
Selain sawit, kerja sama dagang juga mencakup berbagai produk lain seperti tekstil, produk kimia, kertas, serta komoditas bernilai tambah. Pemerintah berharap melalui CEPA Indonesia Pakistan, diversifikasi produk ekspor dapat terus ditingkatkan sehingga ketergantungan pada satu komoditas dapat dikurangi.
Peluang Investasi dan Kerja Sama Jangka Panjang
CEPA Indonesia Pakistan tidak hanya membuka peluang di sektor perdagangan, tetapi juga investasi. Kedua negara melihat potensi besar untuk kerja sama di bidang manufaktur, energi, logistik, teknologi informasi, hingga sektor kesehatan.
Dengan adanya kerangka kerja sama yang lebih komprehensif, investor dari kedua negara diharapkan mendapatkan kepastian hukum dan kemudahan berusaha. Hal ini diyakini mampu mendorong arus investasi dua arah dan memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang.
Dorongan percepatan CEPA Indonesia Pakistan menuju 2027 menjadi sinyal kuat keseriusan Indonesia dan Pakistan dalam membangun kemitraan ekonomi yang lebih dalam. Perjanjian ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha di kedua negara.
Ikuti terus perkembangan terbaru seputar perdagangan internasional, diplomasi ekonomi, dan kebijakan strategis lainnya hanya di PakistanIndonesia.com. Temukan berbagai berita dan analisis mendalam untuk memahami arah kerja sama ekonomi Indonesia dengan mitra global.




