Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof Taruna Ikrar, menerima kunjungan Chief Executive Officer Drug Regulatory Authority of Pakistan (DRAP) Dr. Obaidullah di Jakarta, Selasa (20/1/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi regulasi kesehatan global.
Kunjungan regulator obat Pakistan menegaskan posisi BPOM sebagai otoritas pengawas obat dan vaksin yang dijadikan rujukan. Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan internasional terhadap sistem regulasi kesehatan Indonesia.
Diplomasi Kesehatan: BPOM Rujukan Global
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Tamu Kepala BPOM tersebut merupakan tindak lanjut komunikasi diplomatik antara Indonesia dan Pakistan. Agenda ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif untuk memperluas kerja sama bilateral, khususnya di sektor kesehatan strategis.
Dalam pertemuan itu, Prof Taruna Ikrar menekankan bahwa kerja sama antarlembaga regulator menjadi kebutuhan strategis di tengah tantangan pengawasan obat dan vaksin yang semakin kompleks dan lintas negara. Ia menilai, tanpa koordinasi yang kuat antarotoritas, upaya menjamin keamanan dan mutu produk kesehatan akan berjalan kurang efektif.
Taruna juga menggarisbawahi kesiapan BPOM untuk berbagi pengalaman transformasi kelembagaan, mulai dari digitalisasi layanan perizinan, penyederhanaan proses registrasi, hingga penerapan sistem evaluasi berbasis risiko. Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan percepatan akses obat dan vaksin esensial tanpa mengurangi standar keselamatan publik.
Status WHO Listed Authority Perkuat Posisi BPOM
Salah satu poin penting dalam dialog tersebut adalah status BPOM sebagai WHO Listed Authority (WLA). Pengakuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ini menempatkan BPOM sejajar dengan otoritas regulator obat mapan dunia.
Status WLA membuka peluang kerja sama berbasis regulatory reliance, di mana hasil evaluasi dan pengawasan BPOM dapat dijadikan rujukan oleh regulator negara lain. Hal ini memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi kesehatan, khususnya di lingkungan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Apresiasi DRAP dan Peluang Kerja Sama Teknis
CEO DRAP Dr. Obaidullah menyampaikan apresiasi terhadap transformasi kelembagaan BPOM dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai Indonesia dapat menjadi mitra strategis bagi Pakistan dalam penguatan kapasitas regulasi, khususnya di bidang vaksin, produk biologi, dan pengawasan pascapemasaran.
Pakistan memiliki kapasitas produksi vaksin konvensional melalui National Institute of Health (NIH) Pakistan. Sementara itu, Indonesia melalui PT Bio Farma dikenal sebagai salah satu produsen vaksin yang telah mengekspor produknya ke berbagai negara. Dalam konteks ini, BPOM berperan penting dalam memastikan standar mutu, keamanan, dan kepatuhan regulasi dari hasil kerja sama tersebut.
Penguatan SDM dan Laboratorium Pengujian
Selain vaksin, pertemuan juga membuka peluang kolaborasi dalam penguatan laboratorium pengujian obat dan vaksin.
Kerja sama pelatihan sumber daya manusia regulator serta pertukaran pengetahuan tentang uji klinik dan produk terapi lanjut juga dibahas.
Menurut Prof. Taruna, penguatan kapasitas regulator meningkatkan kualitas pengawasan nasional dan kepercayaan internasional terhadap produk kesehatan di pasar global.
Menuju Kemitraan Regulasi Jangka Panjang
Menutup pertemuan, Prof. Taruna Ikrar menegaskan bahwa dialog dengan DRAP merupakan langkah awal menuju kemitraan jangka panjang Indonesia–Pakistan di bidang regulasi kesehatan.
Kerja sama ini diharapkan memperkuat hubungan bilateral sekaligus meningkatkan ketahanan kesehatan regional di Asia Selatan dan Asia Tenggara.
Pertemuan BPOM dengan regulator obat Pakistan menegaskan posisi Indonesia di peta regulasi kesehatan global. Pengakuan internasional terhadap BPOM menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama strategis di masa depan.
Terus ikuti berita terkini seputar kebijakan kesehatan, diplomasi internasional, dan isu strategis lainnya dengan membaca pilihan berita hanya di PakistanIndonesia.com.




