Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menjadi bagian penting sejarah di Indonesia, seperti diberitakan MetroTV News. Terkait itu, revitalisasi Keraton Solo dipastikan akan terus dilanjutkan.
“Kita sama-sama tahu bahwa keraton menjadi bagian dari kekayaan budaya khususnya di Jawa. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Cagar Budaya, revitalisasi bangunan Keraton Solo harus sesuai dengan ketentuan UU Cagar Budaya,” ujar Fadli Zon di sela kunjungan ke Keraton Solo dalam rangka halalbihalal Idulfitri.
Revitalisasi Keraton Solo Tahun Ini
Ia mengatakan revitalisasi Keraton Solo dilanjutkan tahun ini. Hal itu sesuai dengan program Kementerian Kebudayaan untuk merevitalisasi keraton-keraton, istana, dan museum yang ada di Indonesia. Salah satu yang utama adalah Keraton Solo, yang merupakan salah satu keraton terbesar di Indonesia. Ia menyebut Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai paku bumi kebudayaan Jawa, tempat banyak peristiwa budaya dan bangunan peradaban Jawa terjadi.
“Beberapa waktu lalu kami berhasil merevitalisasi panggung Sanggabuana. Dilakukan kurang dari satu tahun dan saat ini layak sebagai bangunan cagar budaya. Museum Keraton Solo juga sebagian telah direvitalisasi. Baru 20 persen, perlu proses secara bertahap dan kerja sama. Tadi saya juga melihat bangunan bersejarah di bagian belakang yang kurang terawat,” beber Fadli Zon.
Momentum Idulfitri untuk Kerukunan
Di sisi lain, ia berharap Idulfitri menjadi momentum merajut kembali kerukunan keluarga Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
“Kita berharap silaturahmi dalam suasana Idulfitri jadi momentum kerukunan, keguyuban, sehingga upaya revitalisasi keraton didukung semua pihak,” tegas Fadli Zon.
Sementara itu, Penanggung Jawab Keraton Solo KGPH Tedjowulan mengharapkan momentum halalbihalal bisa menyatukan semua pihak untuk kebaikan bersama dan pemajuan keraton.
“Utamakan kepentingan keraton di atas kepentingan pribadi dan atau kelompok maupun golongan,” ungkap Tedjowulan.
Penutup
Revitalisasi ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia. Upaya tersebut tidak hanya memperkuat identitas budaya Jawa, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk lebih mengenal sejarah dan nilai-nilai tradisi. Dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci agar keraton tetap terawat dan relevan bagi generasi mendatang.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar seni budaya, olahraga, pariwisata, internasional, ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, teknologi, religi, dan otomotif di PakistanIndonesia.com.