Kementerian P2MI Dorong Penempatan PMI di Sektor Digital

pmi di sektor digital
Foto: Dok. Kementerian P2MI
Table of Contents

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mendorong peningkatan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) di sektor digital. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan, salah satunya Universitas Bina Nusantara (Binus), seperti diberitakan MetroTV News. Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, mengatakan bahwa minat lulusan Universitas Binus untuk bekerja di luar negeri cukup tinggi, terutama di sektor digital.

“Minat lulusan Binus bekerja di luar negeri cukup tinggi, khususnya di sektor digital. Namun, mereka masih menghadapi kendala dalam mengakses informasi dan jalur penempatan yang tepat,” kata Christina usai menerima kunjungan akademisi Universitas Binus di Kementerian P2MI Jakarta.

Potensi PMI di Sektor Digital

Dia menambahkan bahwa Universitas Binus memiliki potensi besar dalam mencetak talenta digital, mulai dari teknologi informasi, ilmu komputer, hingga sistem informasi. Jumlah alumninya pun mencapai lebih dari 120.000 orang. Christina menilai, potensi tenaga kerja Indonesia di sektor digital sebenarnya sangat besar. Namun, penempatan pekerja migran di sektor ini masih tergolong terbatas.

“Selama ini jumlah lowongan di sektor digital masih sedikit. Namun ini bukan karena tidak ada kebutuhan, melainkan karena belum adanya keyakinan dari agensi penempatan bahwa Indonesia mampu menyuplai tenaga kerja digital yang siap kerja,” ujar Christina.

Strategi Kementerian P2MI

Oleh karena itu, lanjut Christina, Kementerian P2MI mulai fokus mengembangkan sektor digital sebagai peluang strategis untuk penempatan PMI. Langkah ini mencakup pemetaan kebutuhan tenaga kerja global. Selain itu, juga dilakukan penguatan kompetensi calon pekerja migran dan peningkatan kualitas suplai tenaga kerja digital dari dalam negeri.

“Kami ingin memastikan Indonesia mampu menghadirkan talenta digital yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan pasar global,” kata Christina.

Sinergi antara pemerintah dan dunia pendidikan menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang tepat. Hal ini penting untuk mendorong peningkatan penempatan PMI di sektor digital sekaligus tetap mengutamakan perlindungan mereka.

“Kami menyambut baik masukan dari akademisi Universitas Binus sebagai bagian dari upaya memformulasikan kebijakan yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pasar kerja global,” ujar Christina.

Penutup

Penempatan pekerja migran di sektor digital menjadi langkah strategis untuk membuka peluang kerja lebih luas bagi lulusan Indonesia sekaligus memperkuat posisi talenta digital Indonesia di pasar global. Kementerian P2MI berkomitmen memastikan jalur penempatan yang tepat dengan perlindungan pekerja tetap menjadi prioritas.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar teknologi, nasional, internasional, ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, religi, olahraga, pariwisata, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 27 March 2026, 15:58

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri