Menbud: Seni Ukir Jepara Mampu Menggerakkan Ekonomi Berbasis Budaya

seni ukir jepara
Foto: Antara News
Table of Contents

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa seni ukir Jepara memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi berbasis budaya, seperti diberitakan Antara News.

“Ia menjadi sumber nilai yang mendukung industri lokal, mendukung seniman, menciptakan kesempatan pekerjaan dan memperkuat ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Fadli Zon saat membuka pameran “Tatah” di Museum Nasional Jakarta, Rabu.

Seni ukir atau pahat dari Jepara, kata dia, tak hanya langkah dalam melestarikan warisan, namun juga sebagai penggerak ekonomi kreatif. Ia juga menyebut bahwa ukiran Jepara merupakan bagian dari warisan budaya berbasis teknologi tradisional.

Seni Ukir Jepara sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif

Guna menggairahkan kembali minat generasi muda untuk berkarya dalam seni ukir, pihaknya akan membangun narasi-narasi yang berkaitan dengan seni ukir. Upaya tersebut juga didukung dengan workshop pengembangan kapasitas terutama bagi generasi baru. Dia berharap generasi yang memiliki keturunan seniman pengukir dapat difasilitasi dalam penyaluran minat seni melalui program yang tepat.

“Tapi kita harapkan sekarang mereka yang punya DNA sebagai pengukir-pengukir hebat itu harusnya kita salurkan dan mendapatkan tempat termasuk melalui program mungkin nantinya bisa kita desain melalui Manajemen Talenta Nasional (MTN),” katanya.

Fadli memproyeksikan akan membangun ekosistem mengukir yang tidak hanya terbatas di Jepara. Ia juga ingin mengembangkannya di Bali, Sunda, serta wilayah luar Jawa yang memiliki kekuatan seni ukir.

Pameran “Tatah” dan Penguatan Ekosistem Seni Ukir

Pada kesempatan yang sama, Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan bahwa pihaknya akan memperkuat branding Jepara melalui “Jepara the world carving center”. Seni ukir menurutnya merupakan cerminan karakter masyarakat Jepara yang ulet dan berjiwa seni tinggi. Warisan ini juga memiliki nilai sejarah yang panjang sejak masa Ratu Shima, Ratu Kalinyamat, hingga RA Kartini.

Lewat pameran “Tatah” yang digelar pada 20 April hingga 5 Juli 2026 diharapkan mampu mengembalikan marwah kesenian ukir dari Jepara. Pameran TATAH tidak hanya menampilkan karya jadi, tetapi juga mengemas proses penciptaannya menjadi tour work in progress untuk mengedukasi masyarakat.

Pameran ini menampilkan lebih 35 karya seni ukir tematik yang baru diproses khusus, tersebar dalam beberapa zonasi ruang tematik. Selain pameran utama, rangkaian acara juga menghadirkan program publik yang dapat dinikmati oleh akademisi, kolektor, dan masyarakat luas. Di antaranya terdapat diskusi dan launching Buku “TATAH” yang menghadirkan tim riset serta sesi bedah buku, pemutaran Film Kartini & Diskusi, hingga tur galeri.

Penutup

Seni ukir Jepara menunjukkan bahwa warisan budaya dapat memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas. Dukungan pemerintah melalui penguatan ekosistem, regenerasi seniman muda, dan pengembangan program berbasis talenta diharapkan mampu menjaga keberlanjutan seni ukir di masa depan. Dengan langkah tersebut, seni ukir tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga sumber penghidupan masyarakat.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar seni budaya, olahraga, pariwisata, internasional, ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, teknologi, religi, dan otomotif hanya di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 30 April 2026, 08:30

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri