Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyampaikan bahwa produk ekonomi kreatif (ekraf) ibu kota akan dipamerkan di Galeri Indonesia Trade Promotion Center Milan pada 1-30 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju HUT ke-499 Kota Jakarta, seperti diberitakan Antara News.
Produk yang akan dipamerkan antara lain fesyen berbasis budaya Betawi. Di antaranya kebaya encim, batik Betawi, aksesori, serta produk kriya. Selain itu, akan ditampilkan elemen dekoratif bernuansa ondel-ondel serta makanan ringan khas Betawi.
“Jakarta punya banyak produk kreatif yang bagus sampai produk budaya Betawi yang memiliki karakter kuat. Tugas pemerintah membuka jalan, mempertemukan pelaku kreatif dengan pasar yang lebih luas, dan memberi ruang agar produk lokal Jakarta bisa tampil di panggung dunia,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.
Melalui pameran tersebut, Jakarta ingin menghadirkan wajah ekonomi kreatif yang modern dan kompetitif. Di saat yang sama, tetap memiliki akar budaya yang kuat.
Produk Ekraf Jakarta Dipamerkan di ITPC Milan
Rano menegaskan, Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh produk lokal agar mampu tampil lebih percaya diri di pasar internasional. Menurut dia, ekonomi kreatif Jakarta tidak boleh berhenti sebagai produk lokal. Ekonomi kreatif tersebut harus naik kelas menjadi bagian dari rantai nilai global.
Keterlibatan Jakarta dalam jejaring fesyen dan ekonomi kreatif global, baik melalui Paris Fashion Week, Milan Fashion Week, maupun promosi di ITPC Milan, merupakan bagian dari strategi besar menjadikan Jakarta sebagai kota global. Strategi tersebut tetap tidak terlepas dari identitas budaya Jakarta.
“Jakarta ingin menjadi kota global, tetapi tetap membawa jiwanya sendiri. Produk Betawi, karya anak muda Jakarta, dan kreativitas warga kota harus ikut melangkah ke panggung internasional,” kata dia.
Milan sebagai Pusat Ekonomi, Mode, dan Desain Dunia
Sebagai salah satu mesin ekonomi Italia, Milan dikenal sebagai pusat keuangan, bisnis, desain, dan menjadi salah satu dari empat ibu kota mode dunia bersama Paris, London, dan New York City. Posisi tersebut menjadikan Milan sebagai etalase strategis bagi produk kreatif dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Selain dikenal sebagai kota mode, Milan juga memiliki ekosistem kreatif yang kuat. Ekosistem tersebut mencakup industri desain, kriya, kuliner, hingga penyelenggaraan berbagai agenda internasional.
Dukungan Dubes RI untuk Target Jakarta Menuju Top 50 Global City
Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Italia, Junimart Girsang, menyampaikan dukungannya terhadap target Jakarta menuju “Top 50 Global City” pada 2030. Menurut dia, Jakarta perlu memperluas jejaring kerja sama dengan kota-kota penting dunia. Salah satunya termasuk Milan.
“Milan adalah kota yang sangat strategis, terutama untuk fesyen, desain, dan ekonomi kreatif. Di sini kita juga memiliki ITPC Milan. Silakan produk-produk Jakarta dipamerkan dan diperkenalkan kepada pasar Italia serta Eropa,” ujar Junimart.
Penutup
Pameran produk ekonomi kreatif (ekraf) Jakarta di Milan pada Juni 2026 menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan pasar internasional bagi pelaku kreatif ibu kota. Kegiatan ini juga memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang mampu menggabungkan kekuatan budaya lokal dengan daya saing global. Selain itu, keikutsertaan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama baru di sektor ekonomi kreatif.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar ekonomi, nasional, internasional, politik, pendidikan, kesehatan, religi, olahraga, pariwisata, teknologi, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.