Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2026 menargetkan sebanyak 5.669 orang tua asuh untuk berpartisipasi dalam upaya cegah stunting baru, seperti diberitakan Antara News. Target ini menjadi langkah strategis untuk menurunkan prevalensi stunting dari 22,2 persen menjadi 18,4 persen.
“Dalam mengejar target ini, tentu kami menguatkan kolaborasi dan kerja sama dengan pihak terkait baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” ujar Ketua Tim Kerja Data dan Informasi Publik Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Kaltim Sitti Mayasari Hamzah di Samarinda.
Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Baru (Genting)
Target ini merupakan bagian dari Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dengan beragam aksi yang telah dan akan terus dilakukan. Di antaranya adalah pemberian paket makanan bergizi tinggi protein serta vitamin untuk ibu hamil, menyusui, hingga anak dalam 1.000 HPK (hari pertama kehidupan).
Aksi lainnya meliputi edukasi pola asuh, kesehatan, dan kebersihan, serta konseling oleh tim pendamping keluarga. Program ini juga mencakup bantuan akses air bersih, jamban sehat, dan rumah layak huni. Selain itu, dilakukan penimbangan, pengukuran, dan pemeriksaan kesehatan berkala, serta dukungan usaha kecil agar keluarga mampu memenuhi kebutuhan gizi jangka panjang.
Sumber dan Kriteria Orang Tua Asuh dalam Program Genting
Ia melanjutkan, target sebanyak 5.669 orang tua asuh dalam Program Genting merupakan orang-orang peduli yang berasal dari berbagai kalangan. Mereka terdiri dari unsur masyarakat baik perorangan maupun kelompok, perusahaan, dan instansi.
Target ini juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2025 yang sebanyak 3.217 orang tua asuh. Pada tahun sebelumnya, peserta program terdiri dari pejabat, ASN, swasta, tokoh masyarakat, dan relawan.
Sebaran Target Orang Tua Asuh di 10 Kabupaten/Kota Kaltim
Target 5.669 orang tua asuh ini berasal dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Kutai Kartanegara menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi yaitu 1.653 orang, disusul Paser 936 orang, dan Kutai Timur 776 orang. Selanjutnya Kutai Barat sebanyak 496 orang, Samarinda 464 orang, Berau 459 orang, Balikpapan 376 orang, Penajam Paser Utara 277 orang, Bontang 129 orang, dan Mahakam Ulu 103 orang.
Program Bangga Kencana dalam Penguatan Keluarga dan Pencegahan Stunting
“Program Genting yang merupakan bagian dari program besar Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) ini merupakan salah satu dari empat prioritas yang terus kami galakkan,” kata Sitti.
Selain itu, program lainnya adalah Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). Program ini bertujuan meningkatkan indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) serta menurunkan angka stunting. Selain itu, Tamasya juga memperkuat peran orang tua melalui kelas pengasuhan dan sistem rujukan yang lebih efektif.
Program Bangga Kencana lainnya adalah Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dan ketahanan keluarga. Kemudian Program Lansia Berdaya (Sidaya).
Penutup
Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kalimantan Timur menjadi langkah strategis dalam memperkuat upaya penurunan angka stunting di daerah. Melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan anak. Target 5.669 orang tua asuh juga menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar kesehatan, nasional, internasional, ekonomi, politik, pendidikan, religi, olahraga, pariwisata, teknologi, dan seni budaya hanya di PakistanIndonesia.com.