Ulama Ajak Masyarakat Jaga Persatuan di Momentum 1 Muharram

1 muharram
Foto: Antara News
Table of Contents

Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatussalam Bekasi KH Hambali mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai sarana hijrah kebangsaan. Menurutnya, momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan menumbuhkan optimisme terhadap masa depan Indonesia, seperti diberitakan Antara News.

“Momentum 1 Muharram bukan hanya mengingatkan kita untuk berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi juga mengajak seluruh anak bangsa untuk berhijrah menuju Indonesia yang semakin kuat, bersatu, dan maju,” kata KH Hambali.

Pesan persatuan dan kesatuan umat tersebut disampaikan KH Hambali saat kegiatan doa bersama untuk keselamatan bangsa. Acara itu juga dirangkai dengan pawai 1.000 obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam di Desa Sukajadi, Bekasi, pada Senin (15/6) malam.

Bijak Menyikapi Informasi dan Menjaga Kerukunan

Menurut dia, masyarakat perlu lebih bijak dalam menyikapi berbagai isu yang beredar di ruang publik di tengah derasnya arus informasi dan dinamika sosial yang berkembang. Ia menilai bahwa penyebaran hoaks, fitnah, dan informasi yang bersifat provokatif dapat mengganggu harmoni sosial. Hal tersebut dapat terjadi apabila informasi tidak disikapi secara kritis dan bertanggung jawab.

“Indonesia adalah rumah besar kita bersama. Karena itu, jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar atau narasi yang dapat memecah belah persaudaraan,” ujarnya.

“Perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun bangsa, bukan alasan untuk saling bermusuhan,” sambungnya.

Persatuan dan Optimisme untuk Masa Depan Indonesia

KH Hambali menegaskan bahwa menjaga persatuan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Tanggung jawab itu mencakup tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga generasi muda.

“Kita harus yakini apa yang dilakukan para pemimpin negeri ini khususnya pemerintah adalah hal yang baik, jadi kita wajib mendukung berbagai upaya pembangunan nasional yang sedang dijalankan pemerintah demi mewujudkan Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaulat,” katanya.

Dia menambahkan bahwa dukungan terhadap pemerintah tidak berarti menutup ruang kritik. Menurutnya, kritik yang konstruktif merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

“Kritik yang disampaikan secara objektif dan bertanggung jawab tentu diperlukan sebagai bentuk partisipasi masyarakat. Namun, penyebaran fitnah, hoaks, dan narasi kebencian yang dapat merusak persatuan bangsa harus ditolak bersama,” ujarnya.

KH Hambali berharap semangat hijrah yang terkandung dalam peringatan Tahun Baru Islam dapat menjadi energi positif bagi masyarakat. Semangat tersebut diharapkan mampu memperkuat kepedulian sosial, gotong royong, dan kecintaan terhadap tanah air.

Melalui doa bersama dan pawai 1.000 obor, masyarakat diajak untuk menyalakan cahaya harapan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat komitmen kebangsaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.

“Semoga 1 Muharram menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, dan membangun optimisme bersama. Dengan doa, kebersamaan, dan kerja kolektif seluruh elemen bangsa, kita yakin Indonesia akan semakin maju, damai, dan bermartabat,” kata KH Hambali.

Penutup

KH Hambali berharap momentum 1 Muharram dapat menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan optimisme di tengah masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga kerukunan serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan. Menurutnya, semangat hijrah harus menjadi energi positif dalam membangun Indonesia yang lebih maju, damai, dan bermartabat.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar religi, nasional, olahraga, seni budaya, pariwisata, ekonomi, politik, kesehatan, pendidikan, teknologi, dan internasional hanya di PakistanIndonesia.com.

Last Updated: 16 June 2026, 08:00

Bagikan:

Search

Berita Lainnya

Ayo Menelusuri